47 poin oleh GN⁺ 2025-10-20 | 4 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Ringkasan nasihat Andrej Karpathy kepada mahasiswa tentang kesuksesan akademik
  • Tidur yang cukup dan persiapan yang matang sebelumnya adalah kunci pencapaian akademik
  • Saat belajar untuk ujian, menganalisis soal-soal tahun sebelumnya dan membuat rencana yang sistematis itu penting
  • Belajar sebaiknya dimulai sendiri, lalu di tahap akhir berkolaborasi dengan teman, serta meningkatkan pemahaman dengan menjelaskan konsep secara langsung
  • Pada hari ujian, pola makan yang efisien dan belajar fokus jangka pendek tepat sebelum ujian terbukti efektif
  • Pengalaman nyata, ikut proyek, dan memiliki pemberi rekomendasi yang tepercaya jauh lebih penting daripada nilai

Panduan Andrej Karpathy untuk Mendapat Nilai Bagus di Mata Kuliah

  • Ringkasan nasihat Andrej Karpathy kepada mahasiswa tentang kesuksesan akademik
  • Berdasarkan pengalamannya sendiri, ia membahas secara luas cara belajar, persiapan ujian, perilaku saat hari ujian, hingga arah karier jangka panjang.

Prinsip Umum

  • Belajar semalaman tidak efektif: waktu tidur optimal adalah 7,5 jam, dan minimal 4 jam tetap diperlukan
    • Masalah yang tidak bisa diselesaikan dalam 1 jam pada malam hari sering kali bisa dipecahkan hanya dalam 5 menit keesokan paginya
    • Otak menjalani proses "commit" memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang selama tidur
    • Ujian besar harus dipersiapkan beberapa hari sebelumnya agar jumlah malam bagi otak untuk memproses materi bisa dimaksimalkan
  • Hadiri tutorial atau sesi ulasan: meskipun materinya membosankan, hal terpenting adalah itu membuat Anda tetap memikirkan materi tersebut

Persiapan Ujian

  • Gambaran besar dan pengorganisasian adalah kunci: buat jadwal belajar, dan tulis secara eksplisit semua hal yang perlu diketahui dalam bentuk bullet point
    • Pertimbangkan tiap item dengan saksama dan perkirakan waktu yang dibutuhkan
    • Jika tidak dilakukan, Anda akan menghabiskan terlalu banyak waktu pada materi awal dan hanya membaca sekilas materi penting di bagian akhir
  • Sebelum mulai belajar, pastikan memeriksa soal-soal ujian sebelumnya: terutama jika dibuat oleh profesor yang sama
    • Setiap profesor punya gaya evaluasi yang berbeda, jadi ini memberi petunjuk kuat tentang cara belajar
    • Jangan langsung mencoba mengerjakan soal sejak awal; perhatikan dulu jenis-jenis soalnya dengan cermat
  • Membaca dan memahami berbeda dengan mampu mereproduksi: jika Anda sudah membaca dan memahami rumus/penurunan/pembuktian di buku, tutup bukunya lalu coba tulis sendiri
    • Kedua proses ini menggunakan bagian memori yang berbeda, sehingga saat benar-benar menulis, Anda sering mendapati ternyata belum bisa
    • Pastikan bagian yang paling penting benar-benar bisa Anda tulis sendiri dan turunkan ulang kapan pun diperlukan
    • Feynman juga sangat memahami hal ini: "Apa yang tidak bisa saya buat, berarti tidak saya pahami"
  • Berkolaborasilah dengan orang lain, tetapi di tahap akhir: pada tahap awal belajarlah sendiri, lalu di bagian akhir berkumpul dengan orang lain
    • Orang lain bisa menunjukkan jebakan penting, mengangkat isu yang bagus, dan memberi kesempatan untuk mengajar
  • Jangan hanya bergaul dengan mahasiswa yang lebih kuat: menjelaskan kepada mahasiswa yang lebih lemah akan sangat meningkatkan pemahaman melalui mengajar
  • Sebelum ujian akhir, kunjungi office hour profesor setidaknya sekali: datanglah meskipun Anda tidak punya pertanyaan
    • Dalam situasi 1:1, profesor kadang memberi informasi tentang ujian yang tidak mereka ungkapkan di depan seluruh kelas
    • Ini memang agak tidak adil, tetapi tetap baik jika profesor setidaknya sedikit mengenal Anda
  • Belajar jauh-jauh hari: otak memerlukan waktu untuk menyerap materi, dan sesuatu yang tampak sulit bisa terasa lebih mudah setelah waktu berlalu
    • Disarankan mengalokasikan sekitar 3 hari untuk ujian tengah semester, dan sekitar 6 hari untuk ujian akhir
  • Jika situasinya buruk dan Anda terlalu lelah, minuman energi: dalam keadaan darurat ini bisa efektif
  • Untuk mata kuliah seperti matematika, latihan lebih penting daripada membaca: ketika sudah siap mengerjakan soal latihan, isi celah pemahaman sambil menyelesaikannya
  • Buat cheat sheet: meskipun tidak boleh dibawa ke ujian, tetap buatlah
    • Menulis isinya sendiri sudah membantu
    • Rangkum seluruh proses dalam lebih dari 1 halaman hingga Anda yakin, "inilah semua yang perlu saya ketahui"
  • Belajarlah di tempat yang juga dipakai orang lain untuk belajar: ini membuat Anda merasa bersalah jika hanya Anda yang tidak belajar
    • Tempat dengan terlalu banyak kebisingan latar berdampak negatif pada pembelajaran, jadi perpustakaan dan ruang baca adalah pilihan terbaik

Hari Ujian

  • Pola makan/minum yang optimal adalah minum kopi dan makan 2 jam sebelum ujian
    • Kopi atau makanan tepat sebelum ujian selalu buruk
    • Kopi tepat sebelum situasi yang berpotensi penuh stres selalu buruk
    • Tidak minum kopi sama sekali juga buruk
  • Belajarlah dengan sangat fokus tepat sebelum ujian: banyak orang menyerah sebelum ujian dan mengklaim mereka perlu "istirahat"
    • Memori jangka pendek adalah alat yang luar biasa, jadi jangan disia-siakan
    • Belajarlah seintens mungkin sampai tepat sebelum ujian
    • Jika perlu istirahat, lakukan 1 jam sebelum ujian, tetapi 30-45 menit sebelum ujian benar-benar belajarlah dengan keras

Saat Ujian

  • Selalu gunakan pensil: Anda harus bisa menghapus "solusi" yang buruk
  • Sebelum mulai, lihat sekilas semua soal dengan sangat cepat: sekitar 1-3 detik per soal sudah cukup
    • Serap kata-kata kuncinya dan pahami skala keseluruhan ujian
  • Kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu: jangan terlalu lama terpaku pada satu soal, kembali lagi nanti
    • Pada pass pertama, bisa saja Anda hanya menyelesaikan 30% dari seluruh ujian
    • Beberapa soal menjadi jauh lebih mudah setelah sedikit "pemanasan"
  • Jaga lembar ujian selalu rapi: sangat sedikit orang yang menyadari fakta jelas bahwa yang memberi nilai adalah manusia
    • Orang yang murung memberi nilai rendah
  • Selalu tandai jawaban dengan kotak/lingkaran: terutama jika ada proses penurunan di sekitarnya
    • Ini memungkinkan penilai memberi tanda centang dengan cepat lalu lanjut
    • Milikilah pola pikir seorang penilai
  • Jangan pernah, jangan pernah, jangan pernah meninggalkan ujian lebih awal: Anda pasti membuat kesalahan, jadi temukan dan perbaiki
    • Jika belum menemukannya, terus cari lebih keras sampai waktu habis
    • Jika Anda sangat yakin tidak ada kesalahan, buat lembar jawaban lebih mudah dibaca dan dinilai
    • Orang yang keluar lebih awal itu bodoh — situasi di mana potensi keuntungan sepenuhnya melampaui biayanya
  • Berkomunikasilah dengan penilai: tunjukkan bahwa Anda tahu lebih banyak daripada yang sempat Anda tulis
    • Meskipun Anda tidak bisa melakukan langkah tertentu, jelaskan dengan jelas bagaimana Anda akan melanjutkannya jika langkah itu bisa dilakukan
    • Jangan takut meninggalkan catatan bila perlu
    • Penilai sering berusaha mencari tambahan poin, jadi mudahkan mereka
  • Perhatikan bobot nilai per soal: banyak ujian memberi tahu berapa poin tiap soal
    • Ini memberi petunjuk yang sangat kuat saat Anda sedang melakukan sesuatu yang salah
    • Ini juga memberi petunjuk kuat tentang soal mana yang layak difokuskan
    • Menghabiskan terlalu banyak waktu pada soal berbobot kecil tetapi relatif sulit adalah tindakan bodoh
  • Jika waktu tersisa kurang dari 5 menit dan Anda masih buntu di suatu soal, berhentilah: lebih baik baca ulang semua soal untuk memastikan tidak ada pertanyaan kedua yang terlewat dan semua bagian sudah dijawab
    • Anda tidak akan percaya betapa banyak poin konyol yang hilang orang dengan cara seperti ini

Nasihat yang Paling Penting

  • Mahasiswa S1 cenderung memiliki tunnel vision terhadap mata kuliah dan sangat menginginkan nilai bagus
    • Fakta penting yang perlu disadari: tidak ada yang peduli pada nilai Anda (selama tidak buruk)
    • Mahasiswa paling pintar mendapat 85% di semua mata kuliah dan meraih IPK sekitar 4.0, tetapi mereka juga tidak belajar berlebihan maupun kurang belajar
  • Waktu adalah sumber daya yang berharga dan terbatas: lakukan secukupnya agar tidak gagal di ujian, lalu alihkan perhatian ke upaya lain yang jauh lebih penting
  • Pengalaman kerja nyata sangatlah penting: codebase nyata, proyek nyata, dan mengerjakan masalah selain latihan tugas yang konyol
    • Profesor/orang yang mengenal Anda dan bisa menulis surat rekomendasi yang baik itu sangat penting
    • Surat rekomendasi yang mengatakan Anda punya inisiatif, semangat, dan dorongan kuat itu penting
  • Jika Anda berpikir untuk bekerja, ambil magang musim panas: jika berpikir melanjutkan studi, dapatkan pengalaman riset
    • Daftar ke program yang disediakan kampus atau hubungi profesor/mahasiswa pascasarjana untuk ikut dalam proyek riset yang Anda sukai
    • Surat rekomendasi dari profesor terkenal yang menulis bahwa Anda punya dorongan kuat dan mampu berpikir mandiri mengalahkan segalanya, terutama hal-hal kecil seperti nilai
    • Jika bisa menambahkan setidaknya satu paper sebelum melamar, itu akan sangat membantu
  • Jangan menjadi mahasiswa S1 yang mendaftar proyek, bertemu beberapa kali, banyak bertanya, lalu tiba-tiba menyerah dan menghilang: itu merusak reputasi Anda
  • Ikutlah proyek sampingan bersama kelompok atau mulai proyek Anda sendiri sejak awal: berkontribusilah ke open source, buat atau tingkatkan library
    • Bangun sesuatu yang keren, dokumentasikan dengan baik, dan tulis blog
    • Beberapa tahun kemudian, itulah yang akan diperhatikan orang: nilai hanyalah kerepotan yang harus dilalui

4 komentar

 
soon0698 2025-10-28

Nasihat yang paling penting di bagian paling bawah benar-benar sangat berbobot.

 
slimeyslime 2025-10-22

Awalnya saya kira dia cuma jenius, tetapi dari tulisan ini saja sudah terlihat betapa keras usahanya juga.

 
xguru 2025-10-20

Menarik juga melihat seseorang yang biasanya hanya muncul di ranah AI, ternyata muncul saat membahas hal-hal terkait mahasiswa S1.

 
GN⁺ 2025-10-20
Komentar Hacker News
  • Saat mendengarkan kuliah atau presentasi teknis, disarankan membiasakan diri menebak apa yang akan disampaikan pembicara berikutnya; secara lokal, coba tebak kalimat berikutnya atau slide berikutnya, dan seiring latihan serta bertambahnya pengetahuan latar, Anda akan mulai sering tepat. Pada tingkat gambaran besar, ada baiknya juga berusaha memahami ke mana arah keseluruhan materi ini, misalnya dalam kuliah matematika, melalui beberapa lema menuju teorema penting apa. Ketika tebakan Anda benar, rasanya seperti memecahkan soal sendiri sehingga Anda jadi jauh lebih fokus. Kebiasaan mencoba berpikir selangkah lebih maju dari pembicara membuat Anda lebih tenggelam dalam kuliah, dan lebih efektif daripada tertinggal satu langkah karena sibuk mencatat. Tentu lebih baik jika catatan kuliah disediakan, dan buku teks juga bisa dijadikan rujukan. Saat mempraktikkan cara ini, kadang orang mengira saya sudah belajar duluan. Padahal, kebanyakan kuliah tersusun secara logis sehingga jika fokus, kita cukup bisa mengikutinya. Yang penting adalah tidak melamun atau kehilangan konsentrasi. Dengan cara ini saya bisa sangat meningkatkan fokus saya

    • Mendengarkan sambil menebak seperti ini memang menyenangkan, tetapi menurut pengalaman saya, sebagian besar pembelajaran yang sesungguhnya justru terjadi bukan di kelas melainkan di rumah saat mengerjakan soal. Kuliah pada dasarnya hanya waktu yang tidak efisien untuk menyampaikan catatan, dan langkah inti yang benar-benar penting saat mengerjakan soal ujian harus ditemukan sendiri lewat percobaan. Kalau dianalogikan ke game, ini mirip menonton video Let’s Play; kemampuan baru benar-benar berkembang kalau kita bermain sendiri, jadi praktik langsung lebih penting

    • Saya sepenuhnya setuju dengan tip ini, tetapi kebiasaan memprediksi ini sebaiknya hanya dipakai untuk belajar dan jangan dibawa ke percakapan pribadi satu lawan satu. Di sekitar saya ada orang-orang yang saya anggap pintar, tetapi saat ngobrol mereka bertindak seperti, "oh, saya sudah tahu mau bilang apa, biar saya potong dan jawab saja," dan itu tidak enak. Apalagi prediksinya juga sering salah, sehingga malah merusak percakapan

    • Tip ini mengingatkan saya pada riset sinkronisasi gelombang otak. Saya pernah membaca artikel yang mengatakan bahwa gelombang otak orang menjadi sinkron saat mereka berinteraksi. Ketika orang berbagi percakapan atau pengalaman, neuron pada lokasi yang sama di otak mereka menembak secara bersamaan dan membentuk pola yang sama. Jadi, perasaan bahwa "frekuensinya nyambung" benar-benar merupakan fenomena yang bisa dilihat dalam aktivitas otak, dan sinkronisasi itu bisa menjadi sinyal bahwa pemrosesan kognitif sedang dibagi. Dalam penelitian pada tikus, sinkronisasi ini bahkan disebut dapat memprediksi hasil interaksi di masa depan

    • Jika pada dasarnya kecerdasan didefinisikan sebagai kemampuan memprediksi masa depan, maka metode ini memang masuk akal. LLM juga dilatih seperti ini dalam prapelatihan, dan seperti yang dikatakan Ilya, untuk menebak siapa pelaku dalam novel detektif, Anda perlu mengikuti alur cerita sambil memanfaatkan berbagai pengetahuan. Mencoba memprediksi materi berikutnya dalam kuliah seperti menguji sendiri kemampuan prediksi Anda

    • Saya sangat setuju dengan saran ini. Secara pribadi, saya justru mendapat jauh lebih banyak manfaat ketika tidak mencatat saat kuliah, melainkan 30 menit setelah kuliah selesai saya pergi ke perpustakaan lalu merangkum seluruh isi kuliah ke dalam catatan. Cara itu efektif karena memberi waktu untuk memikirkan gambaran besarnya, tetapi detailnya belum sempat terlupakan

  • Saya punya beberapa teman yang mengatakan bahwa kemampuan "learning to learn" adalah kunci penting kesuksesan. Saya sering melihat orang-orang yang tampaknya tidak lebih pintar dari saya akhirnya melampaui saya di dunia akademik dan pekerjaan. Mereka belajar atau menulis kode sedikit demi sedikit setiap hari tanpa berhenti, dan saat bertanya mereka tidak sekadar meminta jawaban, melainkan bertanya untuk menemukan jalan keluar. Saya sendiri juga berhasil melewati masa sulit dengan membangun kebiasaan mengatur waktu dan melakukan sesuatu setiap hari meskipun hanya sedikit. Timer Pomodoro juga membantu saya untuk mulai bergerak. Saya rasa di universitas juga harus ada kelas tentang motivasi, pengembangan diri, pencegahan prokrastinasi, dan strategi belajar. Saya yakin, hanya dengan keteraturan dan strategi belajar yang baik, orang biasa pun bisa mencapai tingkat doktor. Saya benar-benar pernah melihat contoh seperti itu

    • Dalam ceramah Richard Hamming "You and Your Research", pengetahuan dan produktivitas dianalogikan sebagai bunga majemuk. Ketika dua orang punya kemampuan yang mirip, jika satu orang berusaha 10% lebih keras, hasil produksinya sepanjang hidup bukan sekadar dua kali lipat, tetapi bisa jauh lebih besar. Semakin banyak yang Anda tahu, semakin baik Anda belajar; semakin banyak Anda belajar, semakin banyak hal yang bisa Anda kerjakan; dan seiring itu peluang pun bertambah tanpa batas. Saya pernah mendengar bahwa berpikir satu jam lebih banyak setiap hari sepanjang hidup akan menciptakan perbedaan yang luar biasa, dan ketika saya benar-benar berusaha lebih keras, saya juga mencapai lebih banyak hal. Baca tautannya

    • Saya setuju bahwa universitas membutuhkan kelas tentang motivasi, pengembangan diri, pencegahan prokrastinasi, dan strategi belajar, tetapi akan lebih efektif jika pendidikan seperti itu dimulai sejak usia yang lebih dini

    • Kita selalu melebih-lebihkan jumlah yang bisa dilakukan dalam satu hari, tetapi dalam 100 hari, jika konsisten, kita bisa meraih pencapaian yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan

  • Nasihat yang baik sebenarnya selalu ada, hanya saja para mahasiswa sering tidak benar-benar mendengarkannya. Jawabannya adalah 1) mengikuti kelas secara aktif dan 2) setiap hari mempelajari kembali materi sebelumnya serta mengerjakan soal. Nasihat yang terdengar klise ini justru merupakan titik awal hasil yang baik lewat spacing, active recall, dan efek testing

    • Setelah bertambah usia dan membimbing mahasiswa, masalahnya terlihat lebih jelas. Mahasiswa yang mau menerima nasihat baik biasanya meraih sukses besar, sedangkan mereka yang terseret nasihat negatif dari internet justru dirugikan. Mereka sering terjebak dalam logika pembenaran diri di Reddit, 4chan, IRC aneh, Discord, dan semacamnya, bahwa belajar itu tidak ada gunanya dan dunia akan hancur. Mahasiswa yang paling sulit dibantu adalah yang sepenuhnya menyalahkan orang lain atas kegagalannya. Dalam situasi apa pun mereka tidak mengakui tanggung jawab sendiri dan hanya membuat alasan, sehingga tidak ada pertumbuhan. Pada akhirnya perubahan hanya terjadi ketika mereka mengalami titik balik besar lalu berefleksi. Membimbing itu pekerjaan yang sulit, tetapi membantu mahasiswa yang memang ingin belajar terasa sangat bermakna. Lebih dari separuh perjuangannya adalah menjauhkan mereka dari pengaruh buruk dan mencegah mereka berlari menuju nasihat yang salah

    • Selama dua tahun, saya mencatat saat kelas di legal pad, lalu setelah kelas menyalinnya kembali dengan rapi ke notebook spiral. Jadi saya selalu cukup membawa satu legal pad saja ke mana-mana, dan dengan cara belajar seperti itu nilai saya benar-benar bagus. Hanya saja saya tidak bisa mempertahankannya secara konsisten dalam jangka panjang

    • Saya ragu nasihat "ikuti kelas secara aktif" akan efektif untuk semua orang. Saya kesulitan mengikuti kelas, dan belajar mandiri serta bertanya langsung kepada profesor jauh lebih cocok untuk saya

    • Sebelum setiap kuliah, dosen memberi tahu bab yang harus dibaca, tetapi selain saya tidak ada yang membacanya terlebih dahulu. Membaca dulu sebelum masuk kelas benar-benar sangat membantu

    • Ini mirip dengan fakta bahwa semua orang tahu olahraga itu baik untuk kesehatan, tetapi dalam praktiknya sulit dijalankan. Walaupun nasihatnya terdengar klise, saya rasa itu tetap perlu diulang terus, karena bagi seseorang nasihat itu selalu bisa menjadi hal yang baru

  • Menurut saya ini nasihat yang sangat bagus. Saya hampir tidak pernah ikut kelompok belajar, tetapi sekarang kalau dipikir-pikir saya menyesal tidak lebih sering ikut. Sebelum mengerjakan soal, kita harus melihat seluruhnya dulu lalu menandai soal yang mudah dan yang sulit. Saat benar-benar mulai mengerjakannya, penilaian itu bisa berubah. Prioritasnya adalah soal yang mudah dengan nilai tinggi, lalu soal yang mudah dengan nilai rendah, dan untuk soal sulit urutannya ditentukan berdasarkan nilai. Selain itu, jika ada rumus yang harus dihafal, kebiasaan langsung menuliskannya terlebih dahulu di halaman paling belakang lembar ujian juga berguna

    • Saat mengambil program master, saya selalu belajar bersama rekan-rekan setelah kelas, dan proses mendiskusikan berbagai ide, solusi, dan pemahaman benar-benar melipatgandakan efektivitas belajar
  • Ini sangat penting jika ada grading curve. Di universitas kami, targetnya rata-rata sekitar 60%, dan jika ujiannya sulit, nilainya akan disesuaikan. Untuk mata kuliah yang mudah, persaingannya lebih ketat sehingga Anda harus lebih baik untuk mendapatkan nilai tinggi, sedangkan untuk mata kuliah sulit dengan kehadiran rendah, cukup dapat 50% lalu karena kurva nilainya bisa naik menjadi 75%. Tautan penjelasan

    • Saya sama sekali tidak bisa memahami atau menerima konsep penilaian berbasis kurva

    • Di kampus elite seperti Stanford, rata-rata kelas yang sulit bisa 98%, jadi kalau Anda mendapat 94% justru bisa terkena kurva ke bawah menjadi B+

    • Menurut saya cerita seperti ini menunjukkan dengan jelas problem dalam penilaian dan kurikulum universitas

    • Jadi maksudnya strategi untuk mendapatkan nilai bagus juga bisa mencakup mengalihkan perhatian teman sekelas atau sengaja mengajari informasi yang salah agar mereka gagal? Terdengar seperti bercanda, tetapi memang itulah jebakan penilaian berbasis kurva

  • Saran Andrej mungkin bisa membantu, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa strategi sukses berbeda untuk setiap orang. Bergantung pada gaya belajar, latar belakang, dan lingkungan masing-masing, metode yang optimal bisa berbeda. Lingkungan pendidikan sendiri juga sudah banyak berubah antara 2013 dan sekarang, jadi semua nasihat sebaiknya diterima secara kritis dan diterapkan sesuai situasi pribadi

  • Saya beberapa kali mengalami hal seperti, "masalah yang tidak bisa saya pecahkan selama satu jam semalaman, besok paginya bisa selesai dalam 5 menit." Jika Anda benar-benar berusaha memecahkan masalah lalu sejenak melepaskannya, Anda bisa mendapat manfaat dari efek otak yang memprosesnya sebagai proses latar belakang. Para profesor saya juga benar-benar merekomendasikan trik ini, tetapi syaratnya Anda memang sudah mencoba dengan serius lebih dulu

  • Soal nasihat "belajarlah intensif tepat sebelum ujian", saya justru pernah mendengar bahwa belajar sesaat sebelum ujian bisa mengganggu memori jangka panjang

    • Jika dasarnya hanya satu eksperimen, perlu diingat bahwa karena krisis replikasi dalam penelitian psikologi, sekitar dua pertiganya gagal direplikasi
  • Nasihat yang paling penting ada di bagian akhir. Mahasiswa S1 sering mudah terobsesi pada nilai, tetapi sebenarnya selama nilainya tidak buruk, tidak ada yang peduli. Yang justru lebih berarti beberapa tahun kemudian adalah makalah, proyek kelompok, proyek sampingan, kontribusi open source, blog, dan item portofolio. Nilai hanyalah kerepotan yang harus dihindari, jadi waktu harus dibagi dengan baik. Namun secara realistis, kalau dipikirkan kembali, menerapkan nasihat seperti ini dalam kehidupan kampus sama sekali tidak mudah. Semua hal ini sebenarnya bisa juga dilakukan di luar kampus, tetapi justru karena di kampus Anda sebaiknya memanfaatkan kesempatan itu untuk membangun sesuatu yang menjadi milik Anda sendiri, rasanya jadi lebih sulit. Jadi meskipun nasihat ini tidak mudah dijalankan, saya sangat setuju dengannya

    • Apakah di universitas nilai rata-rata 85% bisa menghasilkan GPA 4.0? Waktu SMA dulu ada tambahan 1.0 untuk kelas honors, tetapi saya tidak ingat ada hal seperti itu di universitas