React Native sudah mati? Dukungan dihentikan? Sama sekali tidak.
(devdong.textlanes.com)“React Native bukan teknologi yang mati”
- Banyak kesalahpahaman seperti “React Native sudah dihentikan dukungannya” atau “Meta sudah meninggalkannya”.
- Itu tidak benar. React Native hingga kini terus diperbarui secara konsisten dan diperkenalkan di berbagai konferensi global.
- Hal ini muncul karena produk baru Meta, Threads, dikembangkan dengan teknologi native sepenuhnya seperti Swift (Kotlin/Jetpack Compose).
- Rumor bahwa “bahkan Meta pun meninggalkan React Native” sempat menyebar, tetapi itu hanya setengah benar — Meta hanya memilih native karena karakteristik produknya, sementara React Native masih tetap digunakan secara aktif.
- Instagram
- Mengadopsi React Native sejak 2016.
- Tingkat penggunaan ulang kode 80~99%, sehingga kecepatan pengembangan meningkat drastis.
- UX lebih baik dibanding WebView dan waktu build lebih singkat.
- Facebook Marketplace
- UI utama (seller hub, detail produk, profil, dll.) dikembangkan dengan React Native.
- Gesture/animasi yang kompleks diimplementasikan dengan PanResponder dan lainnya.
- Insinyur Meta Blair Vanderhoof: “Kunci pertumbuhan Marketplace adalah React Native.”
3 komentar
Karena sifat thread-nya, sepertinya meski dijadikan linear juga tidak masalah..
Telah dipindahkan karena tidak sesuai dengan Show GN.
Silakan unggah dengan merujuk ke cara menggunakan Show.
Karena produk baru Meta, Threads, dikembangkan dengan teknologi yang sepenuhnya native seperti Swift (Kotlin/Jetpack Compose).
Wah. Saya baru tahu.
Saya jadi penasaran dengan latar belakang pemilihan teknologi native.