4 poin oleh textlanes33 2025-10-29 | 3 komentar | Bagikan ke WhatsApp

“React Native bukan teknologi yang mati”

  • Banyak kesalahpahaman seperti “React Native sudah dihentikan dukungannya” atau “Meta sudah meninggalkannya”.
  • Itu tidak benar. React Native hingga kini terus diperbarui secara konsisten dan diperkenalkan di berbagai konferensi global.
  • Hal ini muncul karena produk baru Meta, Threads, dikembangkan dengan teknologi native sepenuhnya seperti Swift (Kotlin/Jetpack Compose).
  • Rumor bahwa “bahkan Meta pun meninggalkan React Native” sempat menyebar, tetapi itu hanya setengah benar — Meta hanya memilih native karena karakteristik produknya, sementara React Native masih tetap digunakan secara aktif.
  • Instagram
    • Mengadopsi React Native sejak 2016.
    • Tingkat penggunaan ulang kode 80~99%, sehingga kecepatan pengembangan meningkat drastis.
    • UX lebih baik dibanding WebView dan waktu build lebih singkat.
    Iklan
  • Facebook Marketplace
    • UI utama (seller hub, detail produk, profil, dll.) dikembangkan dengan React Native.
    • Gesture/animasi yang kompleks diimplementasikan dengan PanResponder dan lainnya.
    • Insinyur Meta Blair Vanderhoof: “Kunci pertumbuhan Marketplace adalah React Native.”

3 komentar

 
mraz3068 2025-10-30

Karena sifat thread-nya, sepertinya meski dijadikan linear juga tidak masalah..

 
moderator 2025-10-30

Telah dipindahkan karena tidak sesuai dengan Show GN.
Silakan unggah dengan merujuk ke cara menggunakan Show.

 
kimjoin2 2025-10-29

Karena produk baru Meta, Threads, dikembangkan dengan teknologi yang sepenuhnya native seperti Swift (Kotlin/Jetpack Compose).

Wah. Saya baru tahu.
Saya jadi penasaran dengan latar belakang pemilihan teknologi native.