- Sebuah perusahaan di Selandia Baru mengalami kasus di mana setelah mengubah alamat di Wise (dulu TransferWise), akun bisnis dan pribadi sama-sama dibatasi lalu ditutup tanpa pemberitahuan sebelumnya
- Tagihan layanan telekomunikasi (faktur pajak) yang diajukan dalam proses verifikasi alamat ditolak dengan alasan itu adalah “Tax Invoice”, bukan “Bill”
- Layanan pelanggan mengusulkan alternatif yang tidak realistis, yaitu “sewa kantor bersama lalu kirimkan kontraknya”, dan setelah itu Wise memblokir akses akun
- Prosedur banding berakhir sebagai proses formalitas yang hanya meminta rekening pengembalian saldo tanpa memberi kesempatan pembelaan yang nyata
- Ini menjadi contoh penutupan akun oleh Wise tanpa alasan yang jelas atau dukungan memadai, serta menunjukkan risiko bergantung pada satu layanan saja untuk pengelolaan dana perusahaan
🏢 Masalah yang terjadi setelah perubahan alamat
- Perusahaan memindahkan kantor dan mendaftarkan alamat fisik baru di Wise
- Wise meminta salah satu dari kontrak sewa, dokumen pajak, tagihan utilitas, atau tagihan telekomunikasi untuk verifikasi alamat
- Tagihan telekomunikasi yang dikirimkan memuat nama perusahaan dan alamat sebenarnya secara tepat
- Namun Wise menolak dokumen tersebut karena tertulis “Tax Invoice”
- Di Selandia Baru, “Tax Invoice” adalah format tagihan yang sah, tetapi Wise bersikeras harus ada frasa “Telecommunications Bill”
- Layanan pelanggan tidak mengakui hal itu, dan permintaan untuk dihubungkan ke manajer juga ditolak
📞 Respons yang tidak masuk akal dan pembatasan akun
- Layanan pelanggan menyarankan solusi: “sewa kantor bersama lalu kirimkan kontrak sewanya”
- Meski sudah ada alamat operasional yang nyata, mereka menyarankan mengubah alamat demi mendapatkan dokumen formal
- Setelah staf tingkat lebih tinggi menghubungi dan dokumen diajukan ulang, keesokan harinya datang email bahwa akun telah dibatasi
- Bukan hanya akun bisnis, tetapi akun pribadi juga dikunci
- Email itu menyebutkan bahwa “sesuai kebijakan risiko, akun akan ditutup dalam beberapa bulan dan kanal dukungan tidak dapat digunakan”
🧾 Proses banding dan hasilnya
- Wise memang memberi panduan untuk proses banding (appeal), tetapi pada praktiknya hanya meminta dokumen registrasi perusahaan dan informasi rekening refund
- Tidak ada penjelasan tambahan atau kesempatan untuk memberikan pembelaan
- Akibatnya, banding hanya diterima secara administratif dan akun tetap ditutup permanen
- Setelah itu, layanan pelanggan Wise hanya memberikan jawaban otomatis bahwa “akun dibatasi sehingga sambungan telepon tidak dapat dilakukan”
⚠️ Ringkasan kasus dan pelajaran
- Ringkasan kasus:
- perubahan alamat → pengiriman tagihan telekomunikasi → dokumen ditolak → diberi alternatif tidak realistis → akun ditutup
- Wise memblokir akun tanpa alasan yang jelas atau komunikasi yang memadai, sehingga akses ke dana menjadi tidak mungkin
- Penulis memperingatkan: “jangan bergantung pada Wise untuk seluruh dana Anda”
- Bank tradisional memang lambat, tetapi masih ada jalur konsultasi manusia dan penyelesaian masalah
🧾 Pembaruan tambahan 28 Oktober
- Setelah banding, Wise memutuskan tetap menutup akun dengan alasan pelanggaran Acceptable Use Policy
- Akun pribadi diproses sebagai pelanggaran klausul (1.4.e): “menggunakan akun pribadi untuk menerima pembayaran bisnis”
- Namun penulis menyatakan tidak pernah menerima pembayaran bisnis, dan sebagian besar transaksi adalah kiriman keluarga
- Wise hanya menjawab bahwa “ini tidak berarti aktivitas Anda ilegal, tetapi tidak didukung menurut kebijakan kami”
- Tidak ada contoh pelanggaran yang spesifik maupun penjelasan rinci
- Transfer refund juga dikembalikan karena verifikasi alamat gagal, sehingga dana tetap tertahan
- Kasus ini kemudian diajukan ke lembaga penyelesaian sengketa Wise, Financial Services Complaints Ltd
- Status akhir: masalah belum selesai, dana dibekukan, dukungan dihentikan, dan kepercayaan terhadap layanan Wise hilang
Belum ada komentar.