- 37 tahun lalu, worm komputer yang dibuat oleh mahasiswa pascasarjana Cornell University Robert Tappan Morris menginfeksi sekitar 10% dari seluruh sistem internet dalam waktu 24 jam
- Worm ini menargetkan sistem berbasis BSD UNIX dan menyebar dengan mengeksploitasi backdoor pada sistem email serta bug pada program ‘finger’
- Meski tidak merusak file, worm ini menyebabkan kelebihan beban sistem, keterlambatan, dan down, sehingga universitas serta lembaga riset besar sementara memutus jaringan
- Setelah diselidiki FBI, Morris didakwa melanggar Computer Fraud and Abuse Act yang diberlakukan pada 1986, dan dijatuhi denda, masa percobaan, serta kerja sosial
- Insiden ini dinilai sebagai titik awal era keamanan siber, sekaligus menjadi pemicu pembangunan prosedur perlindungan infrastruktur internet dan sistem respons setelahnya
Kemunculan dan penyebaran worm Morris
- Pada 1988, program yang dibuat oleh mahasiswa pascasarjana Cornell University Robert Tappan Morris untuk mengukur skala internet justru menyebar secara tak terduga
- Menurut kilas balik FBI, hal ini terjadi bukan karena niat jahat, melainkan akibat “kesalahan pemrograman”
- Dalam 24 jam, worm tersebut menginfeksi sekitar 10% sistem internet, menimbulkan kerusakan yang sangat besar menurut ukuran saat itu
- Morris meretas komputer MIT dari terminal Cornell University untuk menyebarkan worm
- FBI menjelaskan bahwa hal ini menunjukkan ia sengaja berupaya mengamankan anonimitasnya
- Worm ini ditulis dalam bahasa C dan menyerang sistem BSD UNIX seperti VAX dan Sun-3
- Worm tersebut menyusup dengan memanfaatkan backdoor pada sistem email dan bug pada program ‘finger’
- Tanpa program host, worm ini memiliki kemampuan mereplikasi diri dan menyebar secara mandiri
Dampak dan respons
- Worm ini tidak menghapus file, tetapi menyebabkan kelebihan beban sistem, keterlambatan pesan, dan crash, hingga memicu kelumpuhan jaringan
- Sejumlah institusi selama sepekan melakukan inisialisasi ulang seluruh sistem dan pemutusan jaringan untuk menghapus worm
- Institusi yang terinfeksi mencakup Berkeley, Harvard, Princeton, Stanford, Johns Hopkins, NASA, dan Lawrence Livermore Laboratory
- Media memberitakannya sebagai insiden keamanan internet berskala besar pertama
Pelacakan pelaku dan hasil hukum
- Saat para ahli melakukan pemulihan, pelacakan pembuat worm juga berjalan bersamaan
- FBI mengidentifikasi Morris sebagai pelaku melalui analisis file dan wawancara
- Morris sempat mencoba meminta maaf secara anonim, tetapi identitasnya terbongkar karena kesalahan inisial yang dibuat temannya
- Ia didakwa melanggar Computer Fraud and Abuse Act (CFAA) yang diberlakukan pada 1986
- Pada 1989, pengadilan menjatuhkan denda, masa percobaan, dan 400 jam kerja sosial
Lingkungan internet saat itu
- Pada 1988, internet berbasis NSFNET, yaitu struktur jaringan akademik yang memperluas ARPANET yang berfokus pada militer dan pertahanan
- World Wide Web (WWW) saat itu belum ada
- Diperkirakan ada sekitar 60 ribu sistem yang terhubung, dan 6 ribu di antaranya terinfeksi
- Skala kerugian diperkirakan berada di kisaran 100 ribu dolar hingga beberapa juta dolar
- NSFNET dihentikan pada 1995, lalu internet beralih ke internet komersial
Dampak lanjutan dan warisan
- Worm Morris dinilai sebagai titik balik keamanan siber, dan menjadi pemicu pembangunan prosedur keamanan serta sistem respons setelahnya
- Artikel tersebut juga menyebut worm berbasis AI ‘Morris II’ yang muncul belakangan, menandakan bahwa evolusi worm terus berlanjut
- Dalam komentar pada artikel asli, para mantan pengelola jaringan saat itu mengenang kemacetan trafik, terhentinya relay email, dan gangguan kolaborasi
- Sebagian menyebut insiden ini turut melemahkan budaya kolaborasi berbasis kepercayaan di internet
- Worm Morris tetap dikenang sebagai insiden siber besar pertama pada era sebelum web, sekaligus titik awal industri keamanan modern
Belum ada komentar.