2 poin oleh GN⁺ 2025-11-12 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Saat dirilis pada 1995, ‘Toy Story’ adalah film panjang CG penuh pertama, tetapi untuk penayangan bioskop, film ini merupakan karya hibrida yang setiap frame-nya dicetak ke film 35mm
  • Saat itu Pixar belum memiliki teknologi untuk mengirim data digital langsung ke bioskop, sehingga tiap frame dipindahkan ke film melalui proses tiga kali eksposur merah, hijau, dan biru dari layar CRT
  • Karena itu, film aslinya memiliki grain, kelembutan, dan rona warna yang hangat, sedangkan versi konversi digital setelahnya mengalami perubahan besar pada warna dan tekstur
  • Mulai dari ‘A Bug’s Life’ pada 1999, diperkenalkan metode transfer digital-ke-digital, sehingga versi DVD dan streaming berubah menjadi gambar yang lebih tajam dan tanpa grain
  • Perubahan ini meninggalkan persoalan pelestarian digital dan reproduksi versi asli, dan saat ini sejumlah pelestari film terus berupaya memulihkan dan melestarikan versi 35mm saat itu

Produksi dan latar belakang teknis Toy Story

  • Pada 1995, animasi CG menjadi topik utama industri, dan Pixar mendapat perhatian dengan menyediakan perangkat lunak untuk film besar seperti ‘Jurassic Park’
  • ‘Toy Story’ adalah film panjang CG penuh pertama di dunia, dan kesuksesan komersialnya memicu transisi digital industri animasi modern
  • Namun pada masa itu, komputer belum dapat langsung mengeluarkan gambar untuk pemutaran bioskop, sehingga Pixar harus mencetak semua adegan ke film 35mm
  • Ed Catmull menilai bahwa piksel Pixar harus dipadukan dengan film sebagai media distribusi standar dunia, dan karena keterbatasan media penyimpanan serta teknologi kompresi saat itu, output ke film adalah keharusan

Koreksi warna dan karakteristik film

  • Tim Pixar bekerja dengan menyadari bahwa warna yang terlihat di monitor berbeda dari warna setelah dicetak ke film
    • Misalnya, hijau menjadi lebih gelap dan merah hampir tetap sama, biru disesuaikan agar kurang jenuh, sementara oranye tampak buruk di layar tetapi tampil baik di film
  • Selama produksi, mereka menempatkan 5–6 monitor resolusi tinggi di ruang bersama untuk terus memeriksa bagaimana warna berubah saat dicetak ke film
  • Gambar akhir direkam ke film dengan memisahkan eksposur melalui tiga cahaya warna dari layar CRT, dan mencetak cuplikan berdurasi 30 detik membutuhkan sekitar 9 jam

Transisi digital dan perubahan kualitas gambar

  • Pada 1998, ‘A Bug’s Life’ masih dibuat untuk penayangan film, tetapi untuk home video menjadi percobaan transfer digital-ke-digital pertama (DVD)
    • John Lasseter menyebutnya sebagai “versi murni yang langsung keluar dari komputer
  • Setelah itu, versi transfer digital ‘Toy Story’ juga dibuat pada awal 2000-an, sehingga grain menghilang dan gambar berubah menjadi lebih cerah serta vivid
  • Dalam ulasan, ini dinilai sebagai “gambar digital yang hidup dan tanpa cacat”, tetapi tekstur film yang lembut dan hangat dari versi asli pun hilang

Perbandingan dengan karya era Disney Renaissance

  • Karya Disney tahun 1990-an seperti ‘The Lion King’, ‘Mulan’, dan ‘Aladdin’ juga dibuat sebagai file digital lalu dicetak ke film
  • Setelah itu, versi Blu-ray dan streaming adalah versi yang ditransfer langsung dari master digital, sehingga warna berubah dan beberapa adegan nyaris terlihat seperti film yang berbeda
  • Secara khusus, ada penilaian bahwa kesatuan warna melemah dan kesan menyatu yang dulu diberikan film pun hilang

Diskusi tentang pelestarian dan restorasi

  • Di dunia pelestarian film, ‘Toy Story’ dan karya-karya Disney Renaissance dinilai memiliki posisi istimewa sebagai produk era campuran digital-analog
  • Warna pada versi streaming saat ini cenderung terlalu terang atau terlalu dingin dibanding film aslinya, dan versi Blu-ray juga belum merupakan restorasi yang sepenuhnya lengkap
  • Sejumlah pelestari kini mencoba memulihkan warna dan tekstur versi 35mm saat itu, dan di YouTube telah dipublikasikan banyak video perbandingan
  • Jika ada kesempatan menonton salinan film asli, hal itu disebut sebagai pengalaman berharga untuk merasakan langsung pengalaman visual pada masa tersebut

Kabar animasi lainnya

  • Meksiko: ‘I Am Frankelda’ menembus 658 ribu penonton dan pendapatan 2,15 juta dolar
  • Jepang: Goro Miyazaki mengungkap bahwa ayahnya masih menggambar setiap hari di Studio Ghibli
  • Taiwan: Film-film karya Karel Zeman untuk pertama kalinya diputar dalam pameran lokal
  • Nigeria: sutradara Gabriel Ugboroda melakukan wawancara siaran tentang ‘Vainglorious’ dan talenta animasi lokal
  • India: teaser ‘Baahubali: The Eternal War’ yang melibatkan S. S. Rajamouli dirilis
  • Jerman: film animasi Werner Herzog, ‘The Twilight World’, menerima dana produksi sebesar 100 ribu euro
  • Tiongkok: ‘Infinity Castle’ diperkirakan menembus box office 1 miliar yuan, dan 55 trailer ditampilkan di Beijing Animation Week
  • Jepang: jurnalis Atsushi Matsumoto mengangkat kemungkinan gelembung boom animasi pada 2020-an
  • Amerika Serikat: di Eastman Museum, New York, digelar seri pemutaran khusus stop-motion

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.