1 poin oleh GN⁺ 2025-11-28 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Memperkenalkan cara menerapkan Statistical Process Control (SPC) dengan Python untuk memahami variasi kualitas produk dari waktu ke waktu dan kapan intervensi diperlukan
  • Menggunakan pandas, plotnine, dan scipy untuk pemrosesan data, visualisasi, dan perhitungan statistik
  • Menggunakan data pemandian air panas dari Prefektur Kagoshima, Jepang, sebagai contoh untuk menganalisis suhu, pH, dan kandungan sulfur sebagai indikator kontrol kualitas
  • Menggunakan statistik subgrup dan peta kendali (X-bar, S, dan moving range chart) untuk menilai stabilitas proses dan mendeteksi outlier
  • Menyajikan prosedur untuk mendiagnosis kondisi proses secara visual dan mendukung keputusan perbaikan berbasis data

Gambaran umum Statistical Process Control dengan Python

  • Statistical Process Control (SPC) adalah pendekatan statistik untuk mengukur variasi kualitas produk dan menentukan kapan intervensi diperlukan
    • Di Python, plotnine digunakan untuk visualisasi, pandas untuk manipulasi data, dan scipy untuk perhitungan statistik
  • Dalam praktik ini, konsep SPC diterapkan melalui kasus kontrol kualitas air pemandian air panas
    • Suhu, pH, dan kandungan sulfur pada pemandian air panas ditetapkan sebagai indikator kualitas utama

Paket dan fungsi buatan pengguna

  • Paket yang diperlukan: pandas, plotnine, scipy
  • Fungsi buatan pengguna diimpor dari direktori functions/ di repositori GitHub
    • functions_distributions.py: fungsi reliabilitas dan distribusi
    • functions_process_control.py: fungsi untuk kontrol proses
  • Tambahkan direktori fungsi ke path Python dengan sys.path.append('functions'), lalu lakukan import

Kasus: kontrol kualitas pemandian air panas di Jepang

  • Pemandian air panas Jepang (onsen) merupakan sumber daya wisata utama bagi ekonomi lokal, dan suhu, pH, serta kandungan sulfur menjadi standar kualitasnya
    • Standar suhu: Extra Hot(>42°C), Hot(41~34°C), Warm(33~25°C)
    • Standar pH: Acidic(pH<3) ~ Alkaline(pH>8.5)
    • Standar sulfur: diklasifikasikan sebagai pemandian sulfur jika kandungan sulfur 1mg/kg atau lebih
  • Data pemandian air panas dari Prefektur Kagoshima dianalisis selama 15 bulan dengan 20 kali sampling setiap bulan untuk melihat variasi kualitas

Memuat data dan statistik dasar

  • Memuat file onsen.csv lalu memeriksa data suhu, pH, dan kandungan sulfur
  • Menghitung rata-rata (mean) dan simpangan baku (sd) dengan fungsi describe()
    • Contoh hasil: rata-rata 44.85°C, simpangan baku 1.99°C
  • Nilai statistik ini menjadi indikator dasar untuk memahami pusat dan variasi proses

Visualisasi gambaran proses

  • Menggunakan plotnine untuk memvisualisasikan distribusi suhu dari waktu ke waktu dengan boxplot dan sebaran titik
    • Garis tengah menunjukkan rata-rata keseluruhan, sehingga distribusi tiap titik waktu bisa dibandingkan
  • Histogram menampilkan distribusi suhu keseluruhan untuk melihat pusat proses dan lebar variasinya

Menghitung statistik subgrup

  • Setiap titik waktu (time) dikelompokkan sebagai subgrup untuk menghitung rata-rata(xbar), rentang(r), dan simpangan baku(sd)
    • Contoh: rata-rata grup pertama 44.635°C, rentang 4.2°C
  • Menghitung σₛ (simpangan baku dalam subgrup) dan standard error (se) untuk menetapkan batas atas dan bawah (±3σ)
  • Dengan ini, stabilitas proses dari waktu ke waktu dapat dievaluasi

Statistik proses keseluruhan

  • Semua grup digabungkan untuk menghitung rata-rata total(xbbar), rata-rata rentang(rbar), dan rata-rata simpangan baku(sdbar)
    • Contoh: xbbar 44.85, rbar 7.26, sdbar 1.94
  • Dengan membandingkannya terhadap σₜ (simpangan baku total), variasi di dalam dan antarproses dapat dipahami

Peta kendali (X-bar dan S chart)

  • X-bar chart: menampilkan rata-rata tiap subgrup pada sumbu waktu
    • Garis tengah: rata-rata keseluruhan, batas atas dan bawah: ±3σ
    • Area bayangan menunjukkan rentang batas kendali
  • Jika melewati batas kendali atau muncul pola non-acak, ada kemungkinan anomali proses

Pemeriksaan pembelajaran: visualisasi proses pH

  • Menggunakan fungsi ggprocess() yang sama untuk membuat chart gambaran proses bagi data pH
    • Membandingkan garis rata-rata dan distribusi tiap titik waktu secara visual

Moving range chart (n=1)

  • Jika hanya ada nilai pengukuran individual, gunakan moving range
    • Variabilitas diperkirakan dengan menghitung selisih absolut antar pengukuran berurutan
  • Menghitung rata-rata moving range (mrbar), batas atas (upper), dan batas bawah (lower=0)
  • Moving range chart berguna untuk memantau variasi proses berdasarkan data individual

Kesimpulan

  • Dengan Python, dapat dibuat gambaran proses, statistik subgrup, dan moving range chart
  • Melalui alat SPC, stabilitas proses dan ada tidaknya anomali dapat didiagnosis secara visual
  • Analisis ini dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas dan pengambilan keputusan berbasis data

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.