- Memperkenalkan cara menerapkan Statistical Process Control (SPC) dengan Python untuk memahami variasi kualitas produk dari waktu ke waktu dan kapan intervensi diperlukan
- Menggunakan
pandas, plotnine, dan scipy untuk pemrosesan data, visualisasi, dan perhitungan statistik
- Menggunakan data pemandian air panas dari Prefektur Kagoshima, Jepang, sebagai contoh untuk menganalisis suhu, pH, dan kandungan sulfur sebagai indikator kontrol kualitas
- Menggunakan statistik subgrup dan peta kendali (X-bar, S, dan moving range chart) untuk menilai stabilitas proses dan mendeteksi outlier
- Menyajikan prosedur untuk mendiagnosis kondisi proses secara visual dan mendukung keputusan perbaikan berbasis data
Gambaran umum Statistical Process Control dengan Python
- Statistical Process Control (SPC) adalah pendekatan statistik untuk mengukur variasi kualitas produk dan menentukan kapan intervensi diperlukan
- Di Python,
plotnine digunakan untuk visualisasi, pandas untuk manipulasi data, dan scipy untuk perhitungan statistik
- Dalam praktik ini, konsep SPC diterapkan melalui kasus kontrol kualitas air pemandian air panas
- Suhu, pH, dan kandungan sulfur pada pemandian air panas ditetapkan sebagai indikator kualitas utama
Paket dan fungsi buatan pengguna
- Paket yang diperlukan:
pandas, plotnine, scipy
- Fungsi buatan pengguna diimpor dari direktori
functions/ di repositori GitHub
functions_distributions.py: fungsi reliabilitas dan distribusi
functions_process_control.py: fungsi untuk kontrol proses
- Tambahkan direktori fungsi ke path Python dengan
sys.path.append('functions'), lalu lakukan import
Kasus: kontrol kualitas pemandian air panas di Jepang
- Pemandian air panas Jepang (onsen) merupakan sumber daya wisata utama bagi ekonomi lokal, dan suhu, pH, serta kandungan sulfur menjadi standar kualitasnya
- Standar suhu: Extra Hot(>42°C), Hot(41~34°C), Warm(33~25°C)
- Standar pH: Acidic(pH<3) ~ Alkaline(pH>8.5)
- Standar sulfur: diklasifikasikan sebagai pemandian sulfur jika kandungan sulfur 1mg/kg atau lebih
- Data pemandian air panas dari Prefektur Kagoshima dianalisis selama 15 bulan dengan 20 kali sampling setiap bulan untuk melihat variasi kualitas
Memuat data dan statistik dasar
- Memuat file
onsen.csv lalu memeriksa data suhu, pH, dan kandungan sulfur
- Menghitung rata-rata (mean) dan simpangan baku (sd) dengan fungsi
describe()
- Contoh hasil: rata-rata 44.85°C, simpangan baku 1.99°C
- Nilai statistik ini menjadi indikator dasar untuk memahami pusat dan variasi proses
Visualisasi gambaran proses
- Menggunakan
plotnine untuk memvisualisasikan distribusi suhu dari waktu ke waktu dengan boxplot dan sebaran titik
- Garis tengah menunjukkan rata-rata keseluruhan, sehingga distribusi tiap titik waktu bisa dibandingkan
- Histogram menampilkan distribusi suhu keseluruhan untuk melihat pusat proses dan lebar variasinya
Menghitung statistik subgrup
- Setiap titik waktu (
time) dikelompokkan sebagai subgrup untuk menghitung rata-rata(xbar), rentang(r), dan simpangan baku(sd)
- Contoh: rata-rata grup pertama 44.635°C, rentang 4.2°C
- Menghitung σₛ (simpangan baku dalam subgrup) dan standard error (se) untuk menetapkan batas atas dan bawah (±3σ)
- Dengan ini, stabilitas proses dari waktu ke waktu dapat dievaluasi
Statistik proses keseluruhan
- Semua grup digabungkan untuk menghitung rata-rata total(xbbar), rata-rata rentang(rbar), dan rata-rata simpangan baku(sdbar)
- Contoh: xbbar 44.85, rbar 7.26, sdbar 1.94
- Dengan membandingkannya terhadap σₜ (simpangan baku total), variasi di dalam dan antarproses dapat dipahami
Peta kendali (X-bar dan S chart)
- X-bar chart: menampilkan rata-rata tiap subgrup pada sumbu waktu
- Garis tengah: rata-rata keseluruhan, batas atas dan bawah: ±3σ
- Area bayangan menunjukkan rentang batas kendali
- Jika melewati batas kendali atau muncul pola non-acak, ada kemungkinan anomali proses
Pemeriksaan pembelajaran: visualisasi proses pH
- Menggunakan fungsi
ggprocess() yang sama untuk membuat chart gambaran proses bagi data pH
- Membandingkan garis rata-rata dan distribusi tiap titik waktu secara visual
Moving range chart (n=1)
- Jika hanya ada nilai pengukuran individual, gunakan moving range
- Variabilitas diperkirakan dengan menghitung selisih absolut antar pengukuran berurutan
- Menghitung rata-rata moving range (
mrbar), batas atas (upper), dan batas bawah (lower=0)
- Moving range chart berguna untuk memantau variasi proses berdasarkan data individual
Kesimpulan
- Dengan Python, dapat dibuat gambaran proses, statistik subgrup, dan moving range chart
- Melalui alat SPC, stabilitas proses dan ada tidaknya anomali dapat didiagnosis secara visual
- Analisis ini dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas dan pengambilan keputusan berbasis data
Belum ada komentar.