5 Jebakan dalam Rekayasa Agen AI
(aisparkup.com)Kebiasaan rekayasa perangkat lunak tradisional (deterministik, kontrol ketat) justru dapat menghambat pengembangan agen AI (probabilistik, berfokus pada fleksibilitas).
- Menurut Philipp Schmid dari Hugging Face, semakin senior seorang pengembang, semakin ia cenderung mencoba “menghilangkan” ketidakpastian LLM dengan kode, sehingga justru bekerja lebih lambat dibanding junior.
- Analogi: perlu pergeseran peran dari pengendali lalu lintas udara (tradisional) menjadi dispatcher (agen).
-
Teks adalah state baru
• Jebakan: memaksa input bahasa alami menjadi data terstruktur (misalnyatrue/false) akan membuat konteks hilang.
• Solusi: simpan umpan balik (misalnya “disetujui, fokus pada pasar AS”) sebagai teks agar penyesuaian dinamis tetap memungkinkan. -
Serahkan kendali
• Jebakan: meng-hardcode alur (misalnya rute pembatalan langganan) membuat sistem gagal menangani interaksi yang tidak linear.
• Solusi: percayakan agen (LLM) untuk menilai niat berdasarkan konteks. -
Error hanyalah input
• Jebakan: menghentikan program saat error terjadi (cara tradisional) membuang eksekusi yang mahal.
• Solusi: berikan error sebagai umpan balik agar agen dapat mencoba memulihkan diri. -
Dari unit test ke Eval
• Jebakan: menerapkan pengujian biner (TDD) pada sistem probabilistik menjadi tidak bermakna (jawaban valid tak terbatas).
• Solusi: kelola variabilitas dengan reliabilitas (Pass@k), kualitas (LLM Judge), dan pelacakan (Eval). -
Agen berevolusi, API tidak
• Jebakan: menggunakan API yang berpusat pada manusia (konteks implisit) memicu halusinasi pada agen.
• Solusi: perjelas dengan semantic typing yang rinci (misalnyauser_email_address) dan docstring. Agen dapat beradaptasi terhadap perubahan alat.
Kesimpulan
Terima probabilitas, lalu kelola dengan Eval dan koreksi diri. “Percaya, tetapi verifikasi” — kuncinya adalah membangun sistem yang tangguh dan lentur, bukan sistem yang serba kaku. (Sumber teks asli: “Why (Senior) Engineers Struggle to Build AI Agents” oleh Philipp Schmid)
Belum ada komentar.