9 poin oleh GN⁺ 2025-12-02 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Arsitektur subsistem Windows NT selama ini dibangun sebagai lapisan penerjemah pemanggilan API untuk menjalankan program dari sistem operasi lain
  • WSL1 melanjutkan tradisi ini sebagai lapisan translasi ringan yang menerjemahkan pemanggilan Linux menjadi pemanggilan kernel Windows
  • WSL2 beralih menjadi VM Linux penuh berbasis Hyper-V untuk mengatasi masalah performa, dan menjalankan kernel Linux yang sesungguhnya
  • WSL2 menawarkan integrasi yang lebih tinggi dibanding VM biasa lewat manajemen memori dinamis, mount drive Windows, dan integrasi GUI melalui WSLg
  • Meski ada keterbatasan seperti pengelolaan file yang kurang praktis dan ketergantungan pada image disk, yang penting adalah fleksibilitas untuk memanfaatkan kelebihan dan kekurangan WSL1 dan WSL2 secara selektif

Konsep subsistem di Windows NT

  • Subsistem (subsystem) di Windows NT mengacu pada sekumpulan API dan lapisan penerjemah pemanggilan untuk menjalankan program dari sistem operasi lain
    • Di masa lalu, NT memiliki subsistem OS/2 (OS2SS.EXE) dan subsistem POSIX (PSXSS.EXE), dan lain-lain
    • CSRSS.EXE adalah lapisan penerjemah Win32 API, dan sebagian fungsinya kemudian dipindahkan ke mode kernel (WIN32K.SYS)
  • Subsistem POSIX hanya merupakan implementasi minimal untuk memenuhi sertifikasi pemerintah, lalu kemudian digantikan oleh Windows Services for Unix berbasis Interix

WSL1: lapisan Linux berbasis translasi

  • WSL1 (Windows Subsystem for Linux) adalah lapisan translasi tipis yang menerjemahkan system call Linux menjadi pemanggilan Windows
    • Saat dijalankan, hanya proses bash yang memakai beberapa MB memori, dan muncul sebagai proses biasa di Task Manager
    • Root filesystem disimpan sebagai struktur file individual di atas NTFS, sehingga nyaris tidak ada overhead ruang penyimpanan
  • Keterbatasan
    • Penurunan performa I/O: ada biaya translasi akibat perbedaan antara API filesystem Linux dan Win32
    • Perlu X server eksternal untuk menjalankan GUI (misalnya X410)
    • Tidak mendukung raw socket, sehingga traceroute, nmap, tcpdump, dan sejenisnya tidak bisa dijalankan

WSL2: VM Linux berbasis Hyper-V

  • Sesuai kebutuhan pengguna, Microsoft memperkenalkan VM Linux penuh yang berjalan di atas Hyper-V
    • Root filesystem dikelola sebagai satu file VHDX tunggal
    • Perintah wsl --set-version "Ubuntu" 2 memungkinkan konversi antara WSL1↔WSL2
  • Karakteristik performa
    • Boot awal lebih lambat, tetapi menjalankan kernel Linux native
    • Penggunaan memori bersifat dinamis, dan dapat meluas hingga setengah dari memori fisik maksimum
    • Hasil uji stress menunjukkan penggunaan memori meningkat sesuai beban lalu menyusut kembali secara otomatis
    • Jika perlu, VM dapat dimatikan dengan perintah wsl --shutdown

Fitur integrasi dan batasan WSL2

  • Berbeda dari VM tradisional, WSL2 memperkuat integrasi dengan Windows
    • Drive Windows di-mount otomatis, drive Linux dapat diakses melalui path \\wsl$\, dan aplikasi GUI dapat dijalankan lewat WSLg
    • Aplikasi GUI di-stream melalui protokol Remote Desktop, sedangkan DPI atau text scaling perlu diatur terpisah
  • Masalah pengelolaan file
    • Data kerja Linux disimpan di dalam image ext4.vhdx, sehingga ada risiko terhadap portabilitas dan pemulihan
    • Saat menjalankan wsl --unregister Distro, semua data langsung terhapus
    • Saat memakai drive Windows (/mnt/c), performa menurun karena overhead NTFS + VM
  • Protokol filesystem
    • WSL1 memakai drvfs, sedangkan WSL2 memakai protokol 9p dari Plan9
    • Disebutkan ada kasus bug di mana drvfs masih tertinggal dalam proses konversi
  • Alternatif
    • Disarankan memisahkan data kerja dengan membuat image VHDX terpisah lalu me-mount-nya lewat wsl --mount --vhd
    • Pengaturan otomatis dari .wslconfig tidak dimungkinkan, sehingga perlu ditangani dengan skrip

Kesimpulan

  • Desain modular Windows NT dan ABI kernel yang stabil menjaga kompatibilitas driver lama
  • WSL1 unggul dalam penggunaan memori yang ringan, sedangkan WSL2 menghadirkan kompatibilitas dan performa yang lebih tinggi lewat kernel Linux asli
  • WSL2 adalah struktur yang meminimalkan kelemahan VM sambil memperkuat integrasi dengan OS host
  • Dalam definisi tradisional, ia memang dekat dengan VM, tetapi sebagai lingkungan terintegrasi yang ringan, ia tetap layak disebut “subsistem”

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.