9 poin oleh GN⁺ 2025-12-24 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • Untuk memanfaatkan LLM secara efektif dalam codebase skala besar, investasi pada ‘guidance’ dan ‘oversight’ adalah kuncinya
  • Guidance menyediakan konteks dan lingkungan agar LLM dapat membuat pilihan yang lebih baik, sementara oversight berperan memverifikasi hasil dan memberi arahan
  • Penting untuk membangun prompt library agar LLM dapat memahami aturan, dokumentasi, dan best practice dalam codebase
  • Pengelolaan technical debt serta kesederhanaan struktur kode, modularisasi, dan konsistensi terhubung langsung dengan peningkatan pemahaman kode dan produktivitas LLM
  • Sistem oversight dan verifikasi otomatis untuk membantu LLM menghasilkan kode yang aman dan konsisten adalah kunci skalabilitas jangka panjang

Konsep inti untuk penskalaan LLM

  • Cara menerapkan LLM pada codebase skala besar masih belum sepenuhnya mapan, tetapi investasi pada guidance dan oversight diajukan sebagai pendekatan yang paling efektif
  • Guidance berarti konteks dan lingkungan yang membantu LLM membuat pilihan yang tepat, sedangkan Oversight bertugas memverifikasi hasil yang dihasilkan dan menyesuaikan arah

Investasi pada guidance

  • Agar LLM dapat mencapai ‘one-shotting’ yaitu menghasilkan kode berkualitas tinggi dalam satu percobaan, dibutuhkan guidance yang jelas
    • Sebaliknya, jika hasilnya tidak memadai dan perlu diperbaiki secara manual, itu menjadi rework yang tidak efisien
  • Karena LLM menghasilkan semua pilihan di dalam kode—seperti nama variabel, struktur fungsi, tech stack, dan lain-lain—maka kondisi idealnya adalah prompt hanya memuat kebutuhan bisnis, sementara sisanya dapat diinferensikan atau sudah terenkode

Membangun prompt library

  • Prompt library adalah kumpulan konteks untuk LLM yang mencakup dokumentasi codebase, best practice, dan peta struktur
    • Setiap kali output LLM melenceng, tinjau “apa yang seharusnya diperjelas” lalu tambahkan ke library
    • Keseimbangan antara cakupan dan keringkasan itu penting
  • Dalam contoh, dokumen seperti @prompts/How_To_Write_Views.md, @prompts/The_API_File.md, dan lainnya diberikan ke LLM untuk memandu pengembangan fitur
  • Prompt harus cukup spesifik, tetapi setiap baris kode yang dihasilkan tetap harus ditinjau

Lingkungan dan kualitas kode

  • Codebase dengan banyak technical debt akan menurunkan efisiensi pemanfaatan LLM
    • Dalam kasus Meta, disebutkan bahwa technical debt membuat target otomasi sulit dicapai
  • Kode yang bersih, modularisasi, penamaan yang jelas, dan struktur yang sederhana meningkatkan pemahaman dan akurasi LLM
  • Dalam contoh Django, titik masuk tiap app ditempatkan di file _api.py agar LLM dapat dengan cepat menemukan fungsionalitas yang dibutuhkan
    • Contoh: visit_api.handoff_to_doctor(user) untuk menyatukan akses eksternal
    • Pola _api dinyatakan di prompt library agar LLM diarahkan merujuk ke lokasi yang benar

Investasi pada oversight

  • Otomasi dengan LLM harus dipandang sebagai cara memperkuat tim, bukan menggantikan engineer
  • Oversight berarti investasi pada tim, alignment, dan workflow
    • Di tingkat tim, peningkatan kemampuan desain sangat penting dan terhubung langsung ke kualitas arsitektur
  • Cara untuk memperkuat kemampuan desain mencakup membaca buku, blog, dan kode, mereplikasi masterwork, serta berlatih implementasi langsung
    • Contoh: memperluas insting desain dengan menganalisis kode TLDraw dan SerenityOS Jakt

Oversight otomatis

  • Sebagian verifikasi desain dapat diotomatisasi secara programatik
    • Contoh: memberi umpan balik langsung di lingkungan saat terjadi type error atau pelanggaran aturan
  • ‘Safety’ berarti melindungi abstraksi
    • Menurut definisi Pierce, bahasa yang aman menjamin programmer tidak secara tidak sengaja merusak abstraksi
  • Contoh: aturan yang melarang akses langsung ke file internal antar app Django dapat diotomatisasi dengan skrip pemeriksaan berbasis AST
    • Mendeteksi akses ilegal dalam bentuk from visit import logic.internal_file

Verification

  • Selain desain dan implementasi, tahap verifikasi seperti code review dan QA juga penting untuk menjaga kualitas
  • Ketika volume kerja meningkat, kecepatan peninjauan menjadi bottleneck, sehingga diusulkan beberapa perbaikan berikut
    • Menurunkan hambatan agar QA bisa dilakukan bahkan tanpa environment development
    • Membangun environment yang memudahkan penulisan test, seperti pembuatan test data
    • Mendokumentasikan feedback PR yang berulang agar LLM dapat mengotomatiskan sebagian review
    • Menanamkan aturan keamanan sebagai default framework

Kesimpulan dan pengamatan tambahan

  • LLM bekerja sangat baik terutama pada proyek greenfield
    • Karena tidak ada konteks lama dan tuntutan konsistensinya lebih rendah
  • Semakin besar proyek, konsistensi dan modularisasi semakin menentukan produktivitas
    • Struktur modular yang menggunakan kembali komponen yang sudah tervalidasi adalah inti dari pengembangan yang efisien

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.