Sistem pengembangan multi-agent dengan 9 agen Claude yang berkolaborasi
(github.com/Kuneosu)Ini adalah sistem yang mengotomatiskan pengembangan perangkat lunak dengan 9 agen Claude yang terspesialisasi dan bekerja sama.
Proyek seperti apa ini?
Saat pengguna meminta "tolong buatkan aplikasi TODO", 9 agen AI membagi peran dan bekerja layaknya tim pengembang sungguhan:
- Orchestrator: mengelola seluruh workflow
- Requirement Analyst: menganalisis kebutuhan
- UX Designer: merancang UX
- Tech Architect: merancang arsitektur teknis
- Planner: menyusun rencana implementasi
- Test Designer: menulis test case (TDD)
- Developer: mengimplementasikan kode
- Reviewer: melakukan code review
- Documenter: membuat dokumentasi
Setiap agen dijalankan dengan Claude Code dalam sesi tmux yang terpisah dan berkomunikasi melalui IPC berbasis file.
Fitur utama
- Pemantauan real-time terhadap 9 agen di web dashboard
- TDD dipaksakan: menulis tes terlebih dahulu → implementasi → pipeline review
- Pengaturan model Claude per agen tersedia (opus/sonnet/haiku)
- Mendukung mode terminal dan mode web dashboard
Latar belakang pembuatannya
Dalam proyek yang kompleks, Claude Code menangani "analisis kebutuhan → perancangan → implementasi → review" dalam satu konteks, sehingga kualitasnya tidak konsisten.
Saya membuatnya dengan gagasan: bagaimana jika peran dipisahkan seperti tim pengembang manusia?
Cara penggunaan
./setup.sh # memeriksa dependensi
./run.sh # menjalankan (pilih mode dari menu)
Disarankan menggunakan model Opus pada paket Claude Max ($100/bulan) atau yang lebih tinggi.
Saya rasa proyek ini masih belum selesai. Masih banyak bagian yang perlu dibenahi, seperti pengelolaan konteks dan optimasi prompt. Masukan maupun kontribusi sangat diterima!
6 komentar
Kalau saya ikut mengikuti tren dan membagikan pengalaman dari berbagai percobaan yang pernah saya lakukan, jika loop kerja disusun dengan baik menggunakan Clco, dia bisa menulis kode dengan baik dan benar-benar berjalan. Terutama jika memulai proyek bersama sejak awal, hasilnya lebih terasa.
Namun, meskipun pekerjaan yang saya minta hanya 1, hasilnya sering dikerjakan bukan sampai 10 melainkan sampai 100, sehingga ada masalah karena proses pengembangan maupun source code jadi sulit untuk di-follow up. Rasanya seperti melihat kode yang ditinggalkan oleh karyawan yang sudah resign.
Khususnya pada struktur yang banyak menggunakan sub-agent, saya pernah mengalami kasus di mana agent yang bertugas melakukan orkestrasi menelan konteks di tengah jalan, sehingga meskipun melihatnya langsung dengan mata sendiri, tetap sulit memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Saya sangat setuju dengan bagian ini. Saya juga sering merasa bahwa Claude Code tampaknya memiliki model (semacam gaya/pendirian?) terhadap instruksi yang jelas atau fine-code. Prosesnya saat ikut campur dan menyelesaikan masalah benar-benar terasa berbeda dibandingkan Codex.
Wow, menarik sekali ~
Saya sempat mencobanya sekitar 2 minggu, lalu menyerah dengan rencana ini. Semoga berhasil.
Jika sedikit lebih banyak bagian digabungkan dan dibuat dalam bentuk yang menggabungkan mcp dan skills, itu akan membantu penyelesaiannya.