- Mimpi menggantikan pengembang analitik data telah berulang selama 50 tahun, dari SQL hingga AI; alatnya berubah, tetapi kebutuhan akan ahli tidak pernah hilang
- Alat di tiap era benar-benar meningkatkan produktivitas, tetapi pekerjaan inti berupa pemahaman bisnis dan penilaian pemodelan tidak dapat diotomatisasi
- Self-service, semantic layer, dan analytics engineering memperluas aksesibilitas, tetapi juga melahirkan bentuk baru dari peran spesialis
- Alat berbasis AI sangat meningkatkan kecepatan pembuatan kode, tetapi proses berpikir untuk menentukan apa yang harus dibuat tetap menjadi ranah manusia
- Bottleneck dalam pekerjaan data bukanlah pengetikan atau alat, melainkan pemikiran dan penilaian, dan ini adalah fakta yang tidak berubah selama 50 tahun
- Tulisan ini disusun dari sudut pandang data, terinspirasi dari "Mimpi menggantikan developer yang berulang setiap 10 tahun"
Pola yang terus berulang: mengapa mimpi yang sama selalu muncul
- Setiap 10 tahun, alat baru muncul dan berjanji akan menyederhanakan pembangunan platform data sehingga ketergantungan pada ahli berkurang
- Bisnis tidak puas dengan lambatnya penyediaan data, sementara tim data terus kewalahan oleh permintaan yang tak ada habisnya
- Alasan siklus ini berulang selama 50 tahun terletak pada sifat mendasar dari pekerjaan analitik data
1974: kelahiran SQL dan ‘database yang berbicara dalam bahasa Inggris’
- SQL dirancang agar non-developer pun bisa melakukan query data, tetapi dalam praktiknya tetap dibutuhkan pemahaman tentang join dan agregasi yang kompleks
- Ideal bahwa pengguna bisnis bisa melakukan query sendiri tidak terwujud, dan peran spesialis baru justru muncul
- Akses ke data menjadi lebih mudah, tetapi keahlian tetap dibutuhkan
1980-an: janji OLAP dan bahasa generasi keempat
- Muncul pendekatan bahwa jika struktur data disesuaikan dengan cara berpikir bisnis, pengguna akan bisa menganalisis sendiri
- Server MOLAP benar-benar memberikan produktivitas bagi divisi keuangan dan perencanaan
- Desain dimensi, optimasi performa, dan pekerjaan integrasi tetap membutuhkan pengetahuan khusus
- Alatnya berubah, tetapi peran ahli hanya berubah bentuk
1990-an: data warehouse dan pemodelan dimensional
- Pemodelan dimensional adalah upaya untuk menyembunyikan kompleksitas di lapisan ETL dan menyederhanakan analisis bagi pengguna
- Meski ada investasi besar, banyak proyek tertunda atau gagal
- Pekerjaan memodelkan aturan bisnis dan pengecualian secara akurat tetap menjadi wilayah yang tidak bisa diotomatisasi
2000-an: semantic layer dan self-service BI
- Semantic layer mengabstraksikan istilah teknis menjadi bahasa bisnis
- Self-service BI sangat meningkatkan akses terhadap visualisasi
- Ketidaksesuaian definisi dan kekacauan data muncul sebagai masalah baru
- Manajemen terpusat dan governance kembali menjadi penting
2010-an: analytics engineering dan ELT
- Penyebaran cloud data warehouse memungkinkan transformasi berbasis SQL
- Analis kini dapat membangun sendiri sebagian pipeline data
- dbt membawa praktik pengembangan seperti testing, dokumentasi, dan version control ke ranah data
- Semakin besar skala proyek, semakin penting pula arsitektur dan penilaian
Era AI: apa yang berubah dan apa yang tetap sama
- AI sangat cepat dalam menjalankan pekerjaan mekanis untuk menerjemahkan niat menjadi kode
- Pemilihan jenis desain dimensi, definisi metrik, dan kesepakatan bisnis tetap membutuhkan penilaian manusia
- Kecepatan pengembangan meningkat, tetapi durasi keseluruhan proyek tetap banyak dihabiskan untuk berpikir dan menyelaraskan
- Perubahan terbesar adalah feedback loop yang lebih pendek sehingga perbaikan iteratif menjadi mungkin
Batasan yang tidak berubah: kompleksitas pemikiran
- Data warehouse adalah model dari bisnis, sehingga pemahaman yang akurat adalah keharusan
- Di balik requirement yang tampak sederhana, ada banyak definisi dan pengecualian
- Kompleksitas ini adalah wilayah yang tidak bisa dihilangkan dengan alat
Maknanya bagi para pemimpin data
- Hal terpenting bukan apakah alat akan menggantikan ahli, tetapi seberapa besar alat itu meningkatkan produktivitas mereka
- Perlu dievaluasi apakah alat tersebut mengurangi pekerjaan berulang dan memungkinkan fokus pada penilaian bernilai tinggi
- Alat baru menuntut kemampuan teknis baru
Mengapa mimpi ini terus berlanjut
- Mimpi menghapus peran ahli telah menjadi pendorong inovasi alat
- Mimpi itu tidak pernah sepenuhnya terwujud, tetapi dalam prosesnya tetap menciptakan nilai nyata
- AI juga tidak menggantikan ahli, tetapi membuat ahli bekerja lebih efisien
Arah ke depan
- Tidak ada alasan untuk menolak alat baru, tetapi ekspektasi harus ditetapkan secara realistis
- Objek investasi utama bukan alat, melainkan orang yang memahami kompleksitas bisnis
- Analitik data pada akhirnya adalah pekerjaan mengubah pemahaman bisnis menjadi bentuk yang bisa di-query
- Fakta yang tidak berubah selama 50 tahun adalah bahwa penilaian dan pemikiran merupakan bottleneck terbesar
Belum ada komentar.