- Keyboard split yang membagi keyboard menjadi dua bagian kiri dan kanan mendapat perhatian sebagai alternatif ergonomis untuk mengurangi tekukan pergelangan tangan dan ketegangan bahu pada keyboard konvensional, dengan beragam produk tersedia dalam berbagai bentuk dan rentang harga
- Mulai dari split dengan susunan baris untuk pengguna yang ingin mempertahankan muscle memory lama tanpa kurva belajar, hingga keyboard susunan kolom untuk pengguna yang menginginkan ergonomi yang lebih serius
- Kombinasi form factor dan fitur sangat beragam, termasuk jumlah tombol, splay, 3D sculpt, tenting, integrasi trackball/touchpad, serta pilihan kabel atau nirkabel
- Kustomisasi keymap berbasis firmware QMK/ZMK adalah inti utamanya, dan dengan fitur lanjutan seperti Mod-Tap, combo, home row mods, semua input tetap bisa dilakukan meski jumlah tombol sedikit
- Dari produk premium hingga DIY open source, tersedia opsi untuk semua tingkat anggaran, dan 42-key Corne atau Silakka54/Lily58/Sofle adalah keyboard pemula yang umum
Alasan menggunakan keyboard split
- Dengan memisahkan tombol kiri dan kanan, tangan dapat berada pada posisi yang lebih alami, sehingga mengurangi tekukan pergelangan tangan ke arah luar (ulnar deviation) dan ketegangan bahu yang dipaksakan oleh keyboard konvensional
- Bukan berarti postur tubuh akan membaik secara ajaib, melainkan dengan menghilangkan batasan fisik yang dipaksakan keyboard standar, postur yang lebih nyaman saat bekerja lama menjadi lebih mudah dicapai
Tiga jenis keyboard
- Susunan baris (Row-staggered): metode penyusunan baris yang sama seperti keyboard biasa, sehingga terasa familier bagi pengguna lama
- Susunan kolom (Column-staggered): penyusunan berbasis kolom yang lebih sesuai dengan anatomi jari, dan paling umum pada keyboard split ergonomis
- Susunan lurus (Ortholinear): susunan grid seragam yang terlihat rapi secara visual, tetapi relatif kurang populer pada keyboard split ergonomis
- Sebagian besar pengguna beralih dari susunan baris ke susunan kolom, dan meski keyboard lama masih dipakai bergantian, otak biasanya dapat membedakan muscle memory dengan baik, sehingga setelah beradaptasi perpindahan tidak menjadi masalah
Kurva belajar: realitas investasi waktu
- Proses melatih ulang muscle memory mengetik yang terbentuk selama bertahun-tahun hingga puluhan tahun tidak dapat dihindari, dan membutuhkan setidaknya 1~2 minggu latihan intensif
- Untuk pekerjaan yang sangat bergantung pada pengetikan seperti software development, penggunaan intensif sekitar 1 bulan biasanya diperlukan untuk mencapai tingkat produktif dalam pekerjaan
- Mengetik kata huruf kecil saja baru mencakup sekitar setengahnya; adaptasi penuh juga harus mencakup angka, tanda baca, simbol, pemilihan dan manipulasi teks (panah+Shift), serta penguasaan shortcut per aplikasi (browser, Excel, dll.)
- Tidak semua pengguna harus menghadapi kurva belajar yang curam, dan bergantung pada jalur yang dipilih, manfaat keyboard split tetap bisa didapat sambil mempertahankan kebiasaan lama
Jalur pilihan berdasarkan waktu belajar
-
Jalur 1: "Ingin keyboard split, tetapi tidak punya waktu untuk belajar"
- Keyboard yang memisahkan sisi kiri dan kanan sambil tetap mempertahankan layout Row-staggered, sehingga muscle memory lama bisa langsung dipakai sembari tetap mendapatkan manfaat ergonomis dari pemisahan tangan
- Contohnya produk yang sedikit terbelah seperti Logitech ERGO K860 (mirip Microsoft Sculpt lama) atau Keychron Q10(Alice Layout)
- Produk dengan dua sisi yang sepenuhnya independen seperti Kinesis Freestyle 2 atau UHK 60/80 memungkinkan penempatan yang lebih fleksibel, seperti selebar bahu atau dengan tenting
- Meski tidak sempurna untuk "power user", ini sudah cukup bagi sebagian besar pengguna. Jika membutuhkan fitur lanjutan seperti layer atau combo, hal itu bisa ditambahkan lewat software seperti Karabiner Elements (macOS), keyd (Linux), atau Kanata (lintas platform)
-
Jalur 2: "Bersedia belajar demi ergonomi yang lebih baik"
Hal yang Perlu Dipertimbangkan dari Segi Fitur
-
Jumlah Tombol (Number of Keys)
- Keyboard US standar memiliki 104 tombol (non-US 105 tombol), tetapi keyboard split sangat bervariasi hingga kurang dari setengahnya
- Alasan mengurangi jumlah tombol adalah untuk menjaga jari sedekat mungkin dengan home row sehingga perpindahan tangan minimal, tetapi sebagai gantinya ada kompleksitas karena perlu menekan beberapa tombol untuk satu input sebagai trade-off
- Contoh produk spesifik:
- Kinesis Advantage360: split “maksimalis” 76 tombol, tanpa tombol F tetapi dengan klaster ibu jari 6 tombol di kedua sisi
- Lily58: keyboard “penuh” 58 tombol dengan baris angka, kolom luar, dan 4 tombol ibu jari
- Corne: 42 tombol (6x3+3), tanpa baris angka, split kecil paling populer
- Chocofi: 36 tombol (5x3+3), tanpa baris angka dan kolom luar sehingga Shift, Tab, tanda kutip, dan lainnya tidak bisa diakses sebagai tombol tunggal di layer utama
- Sweep: 34 tombol (5x3+2), tingkat minimum yang masih mempertahankan semua tombol alfabet di layer utama hanya dengan 2 tombol ibu jari
- Ada juga keyboard yang lebih kecil, dan ada layout seperti Hummingbird (30 tombol) yang menangani Z/X/Q/J sebagai combo untuk mengalokasikan ruang ke tombol lain
- Saat baru memulai, memilih keyboard dengan tombol lebih banyak lebih menguntungkan, dan Anda juga bisa bereksperimen dengan layout kecil di keyboard yang lebih besar
-
Pertimbangan Geometris (Geometric Considerations)
- Selain tingkat column stagger, Anda juga bisa memilih splay — tata letak di mana kolom membentuk sudut alih-alih sejajar
- Keyboard seperti Hillside 52 menerapkan splay pada 3 kolom luar
- Ada juga bentuk 3D sculpted seperti Glove80 dan Charybdis, yang lebih mahal karena kompleksitas produksi, tetapi biayanya bisa ditekan dengan hand-wiring sendiri
- Seri Dactyl memungkinkan Anda merancang keyboard sculpted sendiri
- Sculpted keycap seperti KLP Lamé juga baru-baru ini muncul, menawarkan manfaat bentuk sculpted tanpa perlu keyboard khusus
- Keyboard unibody/monoblock memakai layout split tetapi terhubung dalam satu bodi, sehingga posisi kiri-kanan selalu tetap dan mudah dipindahkan (praktis digunakan di sofa, baki pesawat, dan sebagainya)
- Reviung41 adalah salah satu contoh yang representatif
- Di ranah ergonomi ekstrem, ada juga perangkat input non-keyboard seperti Svalboard (menggunakan paddle sangat ringan seperti bulu untuk tiap jari, terinspirasi dari DataHand) dan Charachorder (switch bergaya joystick untuk tiap jari, dengan filosofi yang lebih dekat ke stenography)
-
Tenting
- Bagian tengah keyboard sedikit diangkat untuk menjaga pronasi pergelangan tangan yang lebih netral
- Sudut tenting ideal berbeda-beda tergantung pengguna dan keyboard, dan bahkan pada sudut yang sama, rasa keyboard lebar dengan banyak tombol akan berbeda dari keyboard kecil
- Sudut kecil: kaki/raiser dari stand laptop lipat sudah cukup
- Sudut menengah: ring Magsafe tempel + stand ponsel memberi fleksibilitas pengaturan, dan ada juga opsi murah hasil cetak 3D
- Sudut ekstrem: pasang ball mount clamp untuk kamera ke meja atau kursi
-
Perangkat Penunjuk dan Encoder
- Keyboard kustom bisa mengintegrasikan touchpad, trackball, trackpoint, dan lainnya untuk meminimalkan atau menghilangkan perpindahan tangan saat menggunakan mouse
- Dengan encoder, hal seperti pengaturan volume atau scrolling bisa dikendalikan lewat firmware
- Fitur Mouse Keys juga memungkinkan emulasi pergerakan mouse dari keyboard, tetapi kemampuannya terbatas
-
Kabel vs Nirkabel
- Secara historis, keyboard split hanya bisa memakai kabel karena batasan teknis dan lisensi pada QMK, tetapi berkat alternatif yang mengutamakan Bluetooth, ZMK, yang mulai dikembangkan pada 2020, kini banyak keyboard mendukung keduanya
- Karakteristik manajemen baterai pada split nirkabel penuh: sisi pusat harus berkomunikasi dengan komputer host dan sisi periferal, sehingga konsumsi baterainya jauh lebih cepat
- Dengan nice!nano + baterai 110mAh, estimasinya sisi pusat sekitar 2 minggu, sisi periferal sekitar 3 bulan
- Saat menggunakan dongle ZMK, kedua sisi bisa beroperasi sebagai perangkat periferal sehingga umur baterai bisa dimaksimalkan, meski ada beberapa keterbatasan
- Perusahaan seperti ZSA masih lebih memilih kabel, dan untuk penggunaan tetap di meja, kabel adalah pilihan yang masuk akal
-
Switch high-profile vs low-profile
- Switch mekanis low-profile relatif baru dan mengurangi tinggi keyboard sehingga kebutuhan akan wrist rest/palm rest berkurang
- Saat ini switch high-profile (MX) punya lebih banyak pilihan dan umumnya menawarkan feel serta suara yang lebih baik
- Keycap untuk low-profile, terutama Choc v2, sulit didapat, tetapi prospeknya akan membaik seiring adopsi yang makin luas
- Berkat hot-swap socket, switch bisa diganti tanpa menyolder, sementara board seperti cheapino menyediakan opsi solder langsung untuk menekan biaya
- Karena penggunaan layer dan tombol multifungsi mengurangi kegunaan legenda (legends), keycap blank menjadi hal yang umum
Kustomisasi keymap
- Inti dari keyboard split adalah menyesuaikan keymap sesuai kebutuhan sendiri, dan dapat diedit lewat GUI melalui VIA/Vial untuk QMK atau ZMK Studio untuk ZMK
- Fitur pemrograman dasar:
- Mod-Tap: saat diketuk menghasilkan satu tombol, saat ditekan lama menghasilkan tombol lain (contoh: CAPSLOCK → ketuk jadi ESC, tahan jadi CTRL)
- Combos: menekan dua tombol bersamaan untuk menghasilkan tombol lain (contoh: J+K → ESC)
- Fitur lanjutan:
- One Shot Keys: tekan tombol modifier lalu kombinasikan dengan tombol berikutnya tanpa perlu menahan
- Home Row Mods: memberi fungsi ganda modifier (SHIFT, CTRL, ALT, GUI) pada tombol home row (ASDF + JKL;)
- Callum Style Mods: menggabungkan home row mods dan one shot keys untuk menghilangkan ketergantungan pada timing
- Sebagai referensi desain keymap tersedia KeymapDB, dan untuk keyboard 36 tombol, keymap Miryoku adalah titik awal yang bagus
Layout non-QWERTY
- Layout alternatif seperti Dvorak dan Colemak bisa menjadi pilihan karena QWERTY tidak dirancang dengan mempertimbangkan ergonomi, tetapi membutuhkan waktu belajar tambahan yang cukup besar
- Dalam banyak kasus, manfaat column stagger dan keyboard split saja sudah cukup
- Saat memilih layout, perbandingan bisa dilakukan berdasarkan berbagai metrik seperti SFBs (same-finger bigrams), LSBs (lateral stretch bigrams), scissors, redirects, rolls, dan lainnya; layouts.wiki serta r/KeyboardLayouts dapat dijadikan referensi
Cara memilih keyboard
- Pertanyaan pertama: tentukan jumlah tombol yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan number row, tombol panah, Home/End, dan sebagainya → makin banyak tombol, makin landai kurva belajarnya
- Setelah jumlah tombol ditetapkan, pilih form factor; selain review YouTube, ada juga alat web yang bisa digunakan
- YAL Tools: koleksi yang dapat ditelusuri untuk mencari keyboard ergonomis
- SplitKB Compare: aplikasi web untuk membandingkan ukuran fisik keyboard-keyboard populer
- Besarnya column stagger biasanya tidak membuat perbedaan besar (kecuali kolom kelingking), tetapi thumb cluster yang terlalu menekuk atau terlalu menjangkau akan terasa lebih tidak nyaman
- Form factor bisa diuji dengan prototyping low-fidelity: cek posisi tangan lewat cetakan kertas, atau potong template pada karton bergelombang untuk memasang switch, bahkan lanjut ke prototipe yang benar-benar bisa dipakai lewat handwiring
Beli vs DIY
-
Opsi beli
- Jika anggaran besar: Kinesis, ZSA, Dygma menawarkan produk premium closed-source yang terspesialisasi beserta dukungan, dan ada juga opsi butik seperti MoErgo dan Bastard Keyboards
- Pemrogramannya menggunakan software kustom mereka sendiri, yang umumnya lebih mudah dipakai daripada versi open-source
- Anggaran menengah: banyak penjual seperti beekeeb, holykeebs, splitkb menawarkan unit rakitan jadi maupun kit yang masih perlu disolder dengan harga yang lebih masuk akal
- Sebagian besar berbasis desain open-source atau produk turunannya
- Anggaran rendah: ada opsi murah di Amazon dan Aliexpress; finishing-nya mungkin kurang rapi, misalnya memakai casing cetak 3D, tetapi secara fungsi tetap bisa dipakai
- Keyboard murah memiliki risiko keamanan, jadi kalau memungkinkan firmware-nya perlu di-flash ulang untuk menghilangkan potensi perilaku berbahaya
-
Opsi DIY
- Banyak desain keyboard dirilis sebagai open-source, sehingga file Gerber bisa diproduksi di PCBWay atau JLCPCB
- Dari sisi biaya, jika dihitung total PCB, switch, diode, microcontroller, komponen pengikat, hingga perlengkapan solder, membeli dari Amazon/Aliexpress sering kali justru lebih murah
- Jika sudah punya perlengkapan solder, enclosure cetak 3D + handwiring adalah opsi termurah dan paling fleksibel, dan jika soldering-nya kokoh maka secara fungsi tidak berbeda dari PCB
Daftar keyboard populer (per Februari 2026)
| Model |
Anggaran |
Jumlah tombol |
Open-source |
| Kinesis Advantage2/360 |
$$$ |
80 / 76 |
no |
| ZSA Moonlander / Voyager |
$$$ |
76 / 52 |
no |
| Dygma Defy |
$$$ |
70 |
no |
| Glove80 / Go60 |
$$$ |
80 / 60 |
no |
| Dactyl / Charybdis |
$$$ |
58 / 42 / 36 |
yes |
| Keyball |
$$$ |
61 / 44 / 39 |
yes |
| Elora / Kyria |
$$ |
62 / 50 |
no |
| Sofle / Lily58 |
$$ |
58 |
yes |
| Totem |
$$ |
38 |
yes |
| Silakka54 |
$ |
54 |
yes |
| Corne |
$ |
36 / 42 |
yes |
| Sweep |
$ |
34 |
yes |
- Produk open-source bisa dibuat sendiri memakai file desainnya, dan setelah membeli berbagai varian di Aliexpress dan tempat lain, jika menginginkan fitur premium seperti wireless, low-profile, atau casing yang lebih kokoh, Anda bisa upgrade lewat vendor lain
- Pilihan umum untuk pemula: jika suka tombol lebih sedikit, pilih Corne 42 tombol; jika ingin lebih banyak tombol, pilih Silakka54/Lily58/Sofle → setelah itu bisa pindah ke keyboard lain sesuai preferensi workflow, atau tetap memakainya sebagai daily driver
Mendesain sendiri
- Jika tidak ada produk yang benar-benar cocok, Anda bisa merancang layout dengan alat seperti Ergogen dan kle-ng, lalu menyelesaikan PCB dengan Kicad
- Untuk penyesuaian penuh dengan bentuk tangan, Anda bisa membuat keyboard sculpted dengan Cosmos lalu merakitnya dengan handwiring
- Salah satu keunggulan open-source adalah Anda bisa merujuk atau memodifikasi file desain yang sudah ada di GitHub
3 komentar
Beberapa tahun lalu, saya ingat pernah mendukung proyek crowdfunding keyboard split bernama Moonrim Keyboard yang dijalankan oleh seorang pengembang lokal, tetapi sayangnya proyek itu gagal terealisasi.
Saya juga pernah mendukung Moonrim, dan saya penasaran apakah pengembangnya sekarang baik-baik saja.
Komentar Hacker News
Setiap kali topik split keyboard muncul, orang selalu membahas ulnar deviation, tetapi menurut saya pergelangan tangan tidak terlalu menekuk bahkan di keyboard biasa
Gambar ini mungkin contoh yang dilebih-lebihkan, tetapi pada praktiknya jika tangan diletakkan secara alami di depan dada, pergelangan tangan tidak akan terpuntir
Tidak perlu sengaja merapatkan tangan; cukup posisikan seperti saat membaca buku atau menulis dengan pena
Kebiasaan seperti ini memberi beban pada pergelangan tangan. Bagi saya lebih alami menekan Z dengan jari manis, X dengan jari tengah, dan C serta V dengan telunjuk
Saya juga sulit memahami klaim para penggemar ortholinear bahwa jari bergerak lurus. Saat jari diluruskan, jarak antarjari justru berbeda-beda
Awalnya saya mulai karena tendinitis. Saya merasa ada manfaatnya, walau bukti ilmiahnya belum benar-benar kuat
Gambar yang dipermasalahkan terlalu berlebihan. Dengan keyboard biasa pun tangan tidak sampai harus ditekuk total
Justru tenting yang lebih membuat perbedaan besar.
Selain itu, mengatur posisi tombol yang ditekan ibu jari agar jari tidak perlu terlalu jauh menjangkau sangat membantu
Karena itu saya memakai Kinesis Freestyle agar tangan bisa diletakkan lebih lebar
Karena itu saya merekomendasikan Angle mod dari komunitas Colemak
Alih-alih memuntir pergelangan tangan, mod ini memindahkan tombol agar sesuai dengan tangan sehingga sudut alami tetap terjaga
Menurut saya keunggulan terbesar split keyboard adalah penambahan tombol khusus ibu jari
Sebagai pengganti spacebar besar tradisional, beberapa fungsi bisa dipindahkan ke ibu jari
Ini sangat berguna terutama bagi orang yang menikmati shortcut rumit seperti pengguna Vim
Layout saya juga bisa dijadikan referensi
Karena sudut ibu jari berbeda, ibu jari sulit bergerak jauh, jadi menurut saya 2~3 tombol sudah pas
Saat kembali ke keyboard biasa, itu yang paling saya rindukan
Sekarang menurut saya Dygma Defy yang paling baik menerapkan bagian itu
Sebenarnya saya rasa efek serupa juga bisa didapat jika keyboard non-split hanya ditambah tombol ibu jari
Saya punya galeri split keyboard yang pernah saya buat
Memang model terbaru tidak masuk, tetapi setidaknya itu menunjukkan bahwa split keyboard tidak selalu harus berbentuk minimalis
Saya sudah memakai ErgoDash selama 6 tahun, masing-masing satu di rumah dan kantor
Jika membeli sekarang, saya mungkin akan mempertimbangkan Kinesis Advantage360
Sebenarnya dua keyboard biasa juga bisa dipakai seperti split keyboard
Tinggal letakkan tangan kiri di keyboard kiri dan tangan kanan di keyboard kanan
Di Windows atau Linux ini berjalan baik, tetapi di macOS kurang nyaman karena modifier key tidak bisa dibagi
Jauh lebih murah daripada membeli split keyboard
Rasanya seperti versi kebalikan dari video ini
Kinesis atau keyboard simetris bisa terasa kurang nyaman untuk bahasa selain Inggris
Misalnya bahasa Rusia punya 33 huruf, jadi membutuhkan lebih banyak tombol
Karena itu saya lebih suka split keyboard tradisional seperti UHK(https://uhk.io/)
Saya rasa Dvorak tidak wajib dipelajari, tetapi QWERTY sudah cukup baik menurut prinsip 80/20
Palm rest kayu itu wajib, sedangkan UHK Riser tidak perlu
Jika memakai beberapa OS, akan lebih nyaman jika posisi tombol Ctrl dan Command disamakan
Untuk anak saya nanti, saya berencana mengajarkan Dvorak sebagai dasar alih-alih QWERTY
Layout saya bisa dijadikan referensi
Saya menambahkan layer dengan QMK, dan ternyata tidak sesulit yang saya kira
Terutama saat mengetik z, x, c terasa lebih nyaman daripada keyboard standar, dan saya juga suka struktur yang menaruh 10 tombol di home row
Saya pengguna Glove 80, dan keyboard ini sangat meningkatkan kecepatan mengetik serta kenyamanan saya
Saya sangat suka karena keyboard ini memaksa kita memakai jari dengan benar
Karena tombol ibu jarinya banyak, saya berencana memanfaatkannya secara aktif untuk shortcut Emacs dan window manager
Saya membeli versi switch low-force, tetapi karena terlalu ringan, typo saya justru bertambah
Jadi saat coding saya masih memakai keyboard laptop
Saya memakai Keyboardio Model 100 setiap hari
Tautan produk
Saat bepergian saya memakai versi Atreus atau Preonic
Keyboardio adalah perusahaan yang didirikan langsung oleh pasangan programmer yang pernah menderita RSI
Saya suka perhatian mereka pada detail desain seperti tombol fungsi di bawah ibu jari, konektor kabel Ethernet, dan dudukan dengan standar ulir tripod
Dulu sempat ada cacat switch pada Model 01, dan pendiri mereka Jesse langsung mengirim switch cadangan dan surat tulisan tangan
Baik hardware maupun firmware-nya open source
Terutama palm keys-nya yang sangat ergonomis
Keycap yang dipahat juga terasa sangat pas di tangan
Saya sedang mencari split keyboard yang punya tombol ganda di kolom tengah seperti B/N atau G/H, tetapi saya tidak tahu kata kunci pencariannya
Saya pernah melihat layout Alice dengan dua tombol B, tetapi tidak untuk tombol lainnya
Bahkan tombol B tambahan pada Alice mungkin hanya desain untuk menciptakan simetri
Sayang sekali Kinesis Advantage 360 tidak disebut
Saya beruntung mendapat dua unit gratis berkat pusat ergonomi kantor dan seorang rekan kerja
Saya sudah mencoba banyak keyboard, tetapi sekarang saya puas dengan yang ini
Jadi sekarang saya masukkan ke daftar