- Bidang data engineering menunjukkan polarisasi yang makin tajam di bawah tekanan ganda berupa perluasan AI dan akumulasi utang teknis
- Tingkat pemanfaatan AI menjadi inti daya saing, dan karena penggunaan sehari-hari makin umum, ungkapan “dibantu AI” diperkirakan akan hilang dengan sendirinya
- Pentingnya data modeling dan semantic layer meningkat tajam, permintaan pendidikan terkait naik, dan integrasi serta otomatisasi alat makin dipercepat
- Pasar alat orkestrasi dapat bergeser dari dominasi Airflow ke tool generasi berikutnya seperti Dagster dan Prefect, atau terserap ke dalam platform
- Ketiadaan kepemimpinan dan inefisiensi organisasi disebut sebagai hambatan terbesar, sehingga pembangunan kapabilitas organisasi muncul sebagai faktor yang menentukan kelangsungan hidup, lebih dari sekadar teknologi
Arah umum data engineering
- Masalah seperti ketiadaan kepemimpinan, kepemilikan yang tidak jelas, utang teknis, dan tekanan waktu yang telah berlangsung lama masih belum terselesaikan
- Percepatan AI memperburuk masalah-masalah ini, tetapi di beberapa area juga membuka peluang perbaikan
- Kesenjangan antara tim yang berinvestasi pada kemampuan dasar dan yang tidak terus melebar
- Ketiadaan data modeling menjadi masalah utama; 38% tim yang tidak melakukan modeling terus-menerus sibuk menangani insiden
- Sebaliknya, tim dengan sistem modeling yang baik mengalami lebih sedikit masalah
- Tema utama 2026 adalah bahwa “utang masa lalu kembali dengan bunga tinggi”, sehingga tekanan untuk melunasi utang teknis makin besar
1. Mengabaikan AI akan menyulitkan untuk bertahan
- Di antara responden survei, 82% menggunakan AI setiap hari, yang berarti AI sudah menjadi persyaratan dasar
- 64% masih berada di level eksperimental atau taktis, sementara 10% telah sepenuhnya mengintegrasikan AI ke dalam workflow
- Tim pada kategori kedua diperkirakan akan memperlebar jarak dengan cepat
- Pada akhir 2026, istilah “dibantu AI” diperkirakan akan menjadi begitu mendasar hingga hilang dari deskripsi pekerjaan
- Namun, pentingnya data modeling tetap bertahan
2. Krisis data modeling dan semantic layer
- 89% mengalami masalah terkait data modeling, dan hanya 5% yang menggunakan semantic model
- Dua jalur diajukan
- Jalur A: semantic layer dan context layer menjadi arus utama
- Jalur B: AI menghasilkan model secara instan, sehingga kebutuhan akan semantic layer berkurang
- Disebutkan bahwa Jalur A akan lebih dulu menyebar, lalu kemudian model AI berpotensi menggantikannya
- Semantic layer dan tooling ontologi diperkirakan menjadi terobosan pada 2026, dan permintaan pendidikan untuk modeling dan semantic masing-masing tercatat 19%
3. Integrasi atau lenyapnya orkestrasi
- Di seluruh perusahaan, 20% tidak menggunakan alat orkestrasi, yang dinilai sebagai kondisi tidak stabil
- Sebagian bergantung pada proses manual atau alat informal seperti cron
- Airflow dan orkestrasi cloud-native menjadi arus utama,
- Dagster mencatat 12% di perusahaan kecil-menengah dan 2.6% di perusahaan besar, menunjukkan pola penyebaran bottom-up, bukan top-down
- Orkestrasi untuk AI agent masih berada pada tahap yang belum pasti
- Ke depan, ada kemungkinan Dagster dan Prefect masuk ke enterprise atau terintegrasi ke platform (Databricks, Snowflake, dbt Cloud, dan lain-lain)
4. Berakhirnya perdebatan lakehouse vs warehouse
- Rasio saat ini adalah warehouse 44%, lakehouse 27%, hybrid 12%
- Disebutkan bahwa pada 2027 angka ini dapat berkumpul di kisaran 35% / 35% / 30%
- Karena konvergensi fitur Snowflake dan Databricks, pembedaan “Lakehouse” diperkirakan makin kehilangan makna dan bergerak menuju standardisasi
- Tingkat adopsi lakehouse 40% di Amerika Latin menjadi indikator awal yang patut diperhatikan
- Pada akhir 2026, perdebatan “warehouse vs lakehouse” bisa jadi akan dinilai sebagai topik yang sudah ketinggalan zaman
5. Kepemimpinan muncul sebagai hambatan terbesar
- 22% data engineer menunjuk ketiadaan kepemimpinan sebagai masalah utama,
- Angka ini hampir setara dengan utang teknis (26%)
- Kualitas requirement yang buruk (18%) juga muncul, mencerminkan inefisiensi organisasi
- Di tengah gelombang adopsi AI, introspeksi kepemimpinan dan perbaikan desain organisasi menjadi tugas yang wajib
- Pada 2026, konten dan pendidikan tentang data leadership, manajemen stakeholder, dan desain organisasi diperkirakan akan meningkat
Tren bonus: lenyapnya sebagian tim
- 7% tim memperkirakan akan menyusut, dan di antaranya 30% menunjuk ketiadaan kepemimpinan sebagai hambatan
- Ini bukan penyusutan karena efisiensi AI, melainkan karena kelemahan organisasi
- Pada 2026, sebagian tim data mungkin akan dibubarkan, digabung ke departemen engineering, atau dialihdayakan
- Hanya tim yang membuktikan nilai bisnis yang akan bertahan, karena kemampuan teknis semata tidak cukup untuk berkelanjutan
Kesimpulan
- Inti data engineering pada 2026 bukanlah pemilihan alat, melainkan kemampuan eksekusi organisasi
- Kemampuan memanfaatkan AI, sistem data modeling, dan kualitas kepemimpinan akan menjadi tolok ukur yang membedakan siapa yang bertahan
- Ini adalah masa ketika kematangan organisasi dan struktur kolaborasi, lebih daripada kemajuan teknis, menentukan keunggulan kompetitif
Belum ada komentar.