Pelajaran dari library no-code: pengembangan berbasis spesifikasi bukan persamaan, melainkan segitiga
(dbreunig.com)Di era agen coding AI, memandang Spec-Driven Development hanya sebagai persamaan garis lurus “spec → code” adalah sudut pandang yang keliru.
Argumen utama
Pengembangan berbasis spesifikasi adalah segitiga yang dinamis, bukan persamaan yang statis.
Sebuah loop umpan balik tempat tiga sumbu terus saling memengaruhi:
- Spec
- Code
- Tests
Ketiga elemen ini harus tetap tersinkronisasi agar dapat berfungsi dengan baik.
Contoh dan eksperimen utama
- Library tanpa kode buatan Drew Breunig, whenwords
→ Tanpa kode, hanya mengunggah spec (Markdown) + 750 tests (YAML), lalu membiarkan agen AI menghasilkan kodenya
→ Menarik perhatian Andrej Karpathy + meraih 1k+ bintang di GitHub + memicu kontribusi aktif
Namun, masalah yang berulang dalam eksperimen seperti ini adalah:
- Implementasi memang cepat, tetapi begitu kompleksitas sedikit naik, memperbaiki satu bagian justru merusak bagian lain
- Pada akhirnya, sebagian besar proyek mati dalam keadaan belum selesai
- Sehebat apa pun spec-nya, perdebatan soal cara implementasi tetap berlanjut
Mengapa segitiga?
Saat membuat code → menemukan ambiguitas/kesalahan pada spec → merevisi spec → butuh tests baru → memperbaiki code lagi → …
→ Karena proses ini merupakan loop yang terus berulang.
Usulan arah solusi: alat Plumb
Alat CLI buatan Drew, Plumb
- Setiap kali melakukan Git commit, menganalisis log percakapan agen + perubahan code
- Mengekstrak keputusan yang diambil agen secara implisit → lalu disetujui developer
- Keputusan yang disetujui → memperbarui spec secara otomatis
- Menyediakan laporan gap cakupan spec/tests
→ Dengan “commit failure mode”, keputusan penting dipaksa untuk selalu ditinjau manusia
Konteks historis
Saat ini kita sedang mengalami kembali ‘krisis software’ era 1960-an.
Saat itu code menjadi terlalu besar untuk ditampung di kepala → lahirlah waterfall, agile, dan CI/CD
Sekarang bahkan membaca code pun menjadi tidak mungkin → dibutuhkan proses baru
→ Klaimnya, alat seperti Plumb menunjukkan arah tersebut.
Kesimpulan singkat
Di era AI bisa menghasilkan code dengan sangat cepat,
yang benar-benar sulit adalah menjaga segitiga spec-code-tests tetap sinkron.
Belum ada komentar.