22 poin oleh davespark 2026-03-09 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Di era agen coding AI, memandang Spec-Driven Development hanya sebagai persamaan garis lurus “spec → code” adalah sudut pandang yang keliru.

Argumen utama

Pengembangan berbasis spesifikasi adalah segitiga yang dinamis, bukan persamaan yang statis.
Sebuah loop umpan balik tempat tiga sumbu terus saling memengaruhi:

  • Spec
  • Code
  • Tests

Ketiga elemen ini harus tetap tersinkronisasi agar dapat berfungsi dengan baik.

Contoh dan eksperimen utama

  • Library tanpa kode buatan Drew Breunig, whenwords
    → Tanpa kode, hanya mengunggah spec (Markdown) + 750 tests (YAML), lalu membiarkan agen AI menghasilkan kodenya
    → Menarik perhatian Andrej Karpathy + meraih 1k+ bintang di GitHub + memicu kontribusi aktif

Namun, masalah yang berulang dalam eksperimen seperti ini adalah:

  • Implementasi memang cepat, tetapi begitu kompleksitas sedikit naik, memperbaiki satu bagian justru merusak bagian lain
  • Pada akhirnya, sebagian besar proyek mati dalam keadaan belum selesai
  • Sehebat apa pun spec-nya, perdebatan soal cara implementasi tetap berlanjut

Mengapa segitiga?

Saat membuat code → menemukan ambiguitas/kesalahan pada spec → merevisi spec → butuh tests baru → memperbaiki code lagi → …
→ Karena proses ini merupakan loop yang terus berulang.

Usulan arah solusi: alat Plumb

Alat CLI buatan Drew, Plumb

  • Setiap kali melakukan Git commit, menganalisis log percakapan agen + perubahan code
  • Mengekstrak keputusan yang diambil agen secara implisit → lalu disetujui developer
  • Keputusan yang disetujui → memperbarui spec secara otomatis
  • Menyediakan laporan gap cakupan spec/tests
    → Dengan “commit failure mode”, keputusan penting dipaksa untuk selalu ditinjau manusia

Konteks historis

Saat ini kita sedang mengalami kembali ‘krisis software’ era 1960-an.
Saat itu code menjadi terlalu besar untuk ditampung di kepala → lahirlah waterfall, agile, dan CI/CD
Sekarang bahkan membaca code pun menjadi tidak mungkin → dibutuhkan proses baru
→ Klaimnya, alat seperti Plumb menunjukkan arah tersebut.

Kesimpulan singkat

Di era AI bisa menghasilkan code dengan sangat cepat,
yang benar-benar sulit adalah menjaga segitiga spec-code-tests tetap sinkron.

https://aisparkup.com/posts/9837

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.