17 poin oleh goobaek 2026-03-10 | 3 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Socrates selalu lebih dulu bertanya, "Apa itu X?" Ia menanyakan hakikat, bukan gejalanya.
Saya mencoba memasukkan cara bertanya ini ke dalam harness coding AI. Hasilnya: juara 1 Ralphton.

Mengapa Socrates

Alasan terbesar vibe coding gagal adalah ambiguitas. Dalam lingkungan Human Outside the Loop, jika niatnya tidak jelas, selisih antara niat dan hasil akan membesar secara eksponensial seiring iterasi berulang. Ouroboros menghilangkan ambiguitas ini secara matematis.

Ambiguity = 1 - Σ(clarity_i × weight_i)

Wawancara ala Socrates dilakukan sampai skor ini turun ke 0,2 atau lebih rendah. Sebelum itu, tidak satu baris kode pun ditulis.

Kondisi selesai yang didefinisikan sebagai konvergensi

Loop berakhir bukan karena jumlah putaran, melainkan ketika evolusi berhenti.
Dalam loop Ralph, satu iteration didefinisikan sebagai satu generasi.
Similarity = 0.5 * name_overlap + 0.3 * type_match + 0.2 * exact_match
Jika Similarity melebihi 0,95, maka dinyatakan konvergen. Pola patologis seperti Stagnation, Oscillation, dan Wonder Loop juga dideteksi secara terpisah.

Era ketika humaniora menjadi harness

Untuk menggunakan token secara efisien dan menangani AI dengan benar, secara paradoks pemikiran humaniora dan filsafat yang sebelumnya hadir di antara manusia justru menjadi lebih penting daripada teknologi itu sendiri.
Kita tidak boleh berhenti pada sekadar mengatakan kepada AI, "tolong tuliskan kodenya". Kita harus mendefinisikan apa Ontology dari masalah yang ingin kita pecahkan, dan apa kriteria bahwa masalah itu telah selesai. Itulah inti Ouroboros yang saya pastikan kali ini di Ralphton, sekaligus kemampuan merancang harness yang menurut saya harus dimiliki para developer ke depan.

GitHub: https://github.com/Q00/ouroboros

3 komentar

 
dnay2k 2026-03-20

Karena ini tulisan orang yang saya kenal, jadi terasa lebih seru.

 
github88 2026-03-18

Aduh.

 
conanoc 2026-03-16

Keren. Sepertinya ini bukan hanya berguna untuk agent, tetapi juga sesuatu yang bisa kita manfaatkan saat mengembangkan.
Semacam teknik untuk mendefinisikan spesifikasi dengan lebih baik, dan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri tentang bagaimana menembus keadaan yang ambigu.