- Super Micro Computer salah satu pendirinya didakwa atas dugaan penyelundupan chip AI senilai $2,5 miliar, membuat saham perusahaan turun 25%
- Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa ia dituduh mengekspor chip AI buatan AS seperti produk Nvidia secara ilegal ke Tiongkok
- Dakwaan tersebut mencakup indikasi penghindaran kontrol ekspor melalui negara ketiga, dokumen palsu, dan transaksi kamuflase
- Super Micro menjelaskan bahwa perusahaan itu sendiri bukan target penyelidikan, dan tindakan tersebut merupakan penyimpangan pribadi
- Kasus ini menyoroti risiko perdagangan ilegal dalam rantai pasok hardware AI di tengah pengetatan kontrol ekspor semikonduktor AS ke Tiongkok
Salah satu pendiri Super Micro didakwa atas penyelundupan chip AI senilai $2,5 miliar
- Super Micro Computer salah satu pendirinya didakwa atas dugaan penyelundupan chip AI senilai $2,5 miliar, membuat saham perusahaan anjlok 25%
- Departemen Kehakiman AS menyatakan terdakwa dituduh mengekspor chip AI buatan AS seperti produk Nvidia secara ilegal ke Tiongkok
- Menurut dakwaan, terdakwa diduga menghindari kontrol ekspor dengan transit melalui negara ketiga dan menggunakan dokumen palsu serta transaksi kamuflase untuk menyalurkan chip ke perusahaan-perusahaan di Tiongkok
- Super Micro menyatakan bahwa perusahaan itu sendiri bukan target penyelidikan, dan tindakan tersebut adalah penyimpangan pribadi
- Kasus ini dinilai sebagai contoh yang menunjukkan risiko perdagangan ilegal dalam rantai pasok hardware AI di tengah pengetatan kontrol ekspor semikonduktor AS terhadap Tiongkok
1 komentar
Opini Hacker News
Video analisis Gamers Nexus tentang pasar gelap GPU benar-benar membahasnya secara mendalam
Kontroversi soal penghapusan laporan Bloomberg makin menyulut situasi
Mungkin mereka mencapai penyelesaian untuk menghindari sengketa hukum dan menandatangani dokumen untuk mencegah kerugian di masa depan
Bisa jadi kejadian kali ini dipicu dalam proses penggunaan ulang materi pemberitaan saat itu. Tentu ini murni spekulasi
Situasi terbaru SuperMicro terasa disayangkan
Dulu mereka adalah salah satu dari sedikit vendor yang membuat hardware kelas server dengan form factor standar ATX/mATX/ITX, dan kualitasnya juga lebih baik daripada pesaing lain
Sekarang board dengan fitur yang saya cari justru hanya bisa ditemukan di AliExpress. Ironisnya, berita ini juga berkaitan dengan hambatan perdagangan antara AS dan Tiongkok
Kami membeli ribuan server, lalu kehilangan puluhan juta dolar karena masalah motherboard dan backplane
Kami akhirnya berhasil mengembalikan server senilai 30 juta dolar, tetapi biaya rework terlalu besar sehingga semuanya dibuang
Kualitas firmware mereka, dari BIOS, EFI, BMC, IPMI, semuanya ada di level terburuk. Perusahaannya terasa seperti bertahan hidup tiap kuartal lewat strategi tipu-tipu yang baru
Dulu pembeli dari Singapura menyumbang porsi penjualan Nvidia yang tidak normal besarnya
Alasan perusahaan-perusahaan seperti ini berani bertindak sejauh itu mungkin karena mereka tahu DoJ tidak bisa menindak keras karena alasan politik
Mungkin berkat itu Kazakhstan kini menjadi kekuatan industri. Tinggal menunggu EV atau semikonduktor buatan Kazakhstan saja
Hindenburg Research sudah menangkap banyak tanda peringatan serius di SuperMicro beberapa tahun lalu
Tautan laporan terkait
Timing-nya benar-benar kejam
SuperMicro sempat nyaris delisting akibat skandal restatement laporan keuangan tahun fiskal 2024, lalu baru mulai pulih berkat booming infrastruktur AI
Tapi sekarang, gara-gara kasus ini, harga sahamnya anjlok 25% hanya dalam satu hari
Jika melihat laporan 13F kuartal 4, beberapa institusi sempat kembali membeli, tetapi sekarang keputusan itu berubah menjadi kerugian besar
Ada juga orang yang meski sudah punya kekayaan bersih 470 juta dolar tetap tidak bisa menghentikan keserakahan
Orang kaya bukan berarti kebal terhadap godaan seperti ini. Justru ketika uang bukan lagi kebutuhan, ego atau ideologi jadi lebih mudah dieksploitasi
Saya tidak terlalu paham hardware, tapi penasaran kenapa Tiongkok tidak bisa menyalin GPU Nvidia
Kalau tidak punya proses 3nm, bukankah mereka bisa membuat chip yang lebih besar di 12nm untuk mengejar performa serupa?
Jika lingkungannya tidak sama dengan proses TSMC, desain itu harus dirombak besar-besaran agar cocok dengan foundry lain seperti Intel atau Samsung
Pada level SMIC, ini pada dasarnya sama saja dengan mendesain ulang dari nol
Jarak antara cache dan core, efisiensi, panas, dan faktor desain lainnya jauh lebih penting
Namun mengamankan kapasitas produksi TSMC adalah kendala besar. Nvidia dan Apple sudah mengambil sebagian besar slot yang ada
Dari sudut pandang pemerintah, membangun kemampuan teknologi domestik adalah tujuan yang jelas, tetapi bagi modal swasta ROI-nya tidak pasti
Tautan referensi terkait
Saya sempat penasaran kenapa lembaga riset AI di Tiongkok tetap bisa membuat LLM yang hebat meski ada pembatasan ekspor Nvidia
Saya sempat bertanya-tanya apakah GPU selundupan senilai 2,5 miliar dolar itu dipakai untuk pelatihan tersebut
Tetapi kemungkinan penggunaan GPU Nvidia juga tidak bisa dikesampingkan
Selain itu, pembatasan ekspor punya banyak celah — misalnya perusahaan Tiongkok bisa mendirikan entitas luar negeri untuk membeli GPU lalu menyewakan atau membagikannya
Angka 2,5 miliar dolar mungkin hanya puncak gunung es. Skala sebenarnya bisa saja lebih dari 10 kali lipat
Timing-nya sangat pas
SuperMicro memang sudah berada dalam pengawasan sejak masalah akuntansi tahun lalu, dan investor institusional juga mengurangi kepemilikan selama dua kuartal berturut-turut
Pada akhirnya, ‘smart money keluar’ memang sinyal yang sebenarnya