Saat mem-porting claw-code ke Elixir, saya mencoba memanfaatkan kekuatan OTP dan multi-node.
(github.com/jidohyun)Halo.
Belakangan ini saya sedang bereksperimen mem-porting claw-code milik instructkr / ultraworkers (https://github.com/ultraworkers/claw-code) ke Elixir.
Daripada sekadar memindahkannya 1:1,
saya ingin melihat akan seperti apa proyek berkarakter agent / control-plane semacam ini jika dibuat dengan pendekatan khas Elixir.
Secara khusus, saya mencoba benar-benar memanfaatkan kekuatan Elixir / BEAM seperti berikut:
- OTP supervision
- long-running process
- daemon-first runtime
- multi-node / distributed BEAM routing
- recovery-oriented control plane
Jadi, alih-alih hanya mem-porting perintah-perintahnya,
saya lebih menitikberatkan pada hal-hal seperti berikut:
- supervised session / workflow process
- daemon-aware routing
- cluster ownership tracking
- persistence / recovery ringan berbasis DETS
- pengujian failover / recovery berdasarkan connected node
Untuk saat ini, hasilnya saya rangkum dengan nama Beamwarden:
https://github.com/jidohyun/beamwarden
Ini lebih dekat ke proyek eksperimen,
daripada produk yang sudah selesai, untuk mencoba gagasan,
“Bagaimana jika struktur agent runtime/control-plane seperti ini dibangun ulang dengan basis OTP dan multi-node?”
Jika ada yang tertarik, saya khususnya ingin mendengar masukan tentang hal-hal berikut:
- apakah boundary / struktur supervision OTP-nya terasa khas Elixir
- apakah arah multi-node routing / failover-nya sudah masuk akal
- apakah ada bagian yang rumit secara tidak perlu
- jika sistem seperti ini dibuat secara Elixir-native, pendekatan seperti apa yang akan dipakai
Masukan maupun kritik sangat saya sambut.
3 komentar
Sebagai mahasiswa, ini tampaknya seperti melakukan "eksperimen mem-porting ke Elixir". Semakin banyak percobaan yang bisa dilakukan, tentu semakin baik.
Di era ketika JavaScript/Node atau Python saja yang melimpah, mencoba dengan Elixir terasa segar. Saya teringat saat pertama kali mengenal Erlang dulu dan betapa terkesannya saya waktu itu.
Rasa ingin tahu intelektual itu bagus, tapi memalukan juga kalau pura-pura tidak tahu soal hak kekayaan intelektual. Seperti kata Kian84, "Aku kasih waktu tepat 2 tahun buatmu." Saya juga tidak mau melihatnya, tapi salah saya sendiri karena masuk tanpa tahu lalu jadi melihatnya. Huh
Entah harus merasa sangat malu atau tidak... kalau itu juga bisa disebut kemampuan, ya itu memang kemampuan...