- Makhluk asing menyelidiki Bumi dan menemukan makhluk hidup cerdas yang seluruhnya terbuat dari daging
- Mereka terkejut oleh fakta bahwa manusia, yang bahkan otaknya pun daging, melakukan pemikiran dan emosi
- Manusia berbicara dengan cara menggetarkan daging untuk menghasilkan suara, dan mencoba berkomunikasi melalui sinyal radio
- Makhluk asing berkata, “siapa yang mau berbicara dengan daging”, lalu menghapus catatan dan membatalkan kontak
- Di bagian akhir, kisah ini ditutup dengan dialog yang mengisyaratkan keterasingan di alam semesta dan kesepian eksistensi
Percakapan Makhluk Asing: Menemukan Makhluk Hidup Cerdas yang Terbuat dari ‘Daging’
- Terdiri dari percakapan antara dua makhluk asing yang menyelidiki makhluk hidup di Bumi dan memastikan bahwa mereka sepenuhnya terbuat dari ‘daging (meat)’
- Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa makhluk hidup di Bumi bahkan otaknya terbuat dari daging, dan semua pikiran, cinta, serta mimpi dijalankan oleh daging
- Para makhluk asing sulit mempercayai fakta bahwa daging dapat memiliki persepsi dan berpikir, dan menyebutnya sebagai “daging yang berpikir”
- Makhluk hidup di Bumi mencoba berkomunikasi melalui sinyal radio, tetapi para makhluk asing mengabaikannya dan memutuskan untuk menghapus catatan
- Di akhir, kalimat “bayangkan betapa dinginnya alam semesta, jika kau sendirian” mengisyaratkan kesepian keberadaan yang terisolasi
Penemuan Makhluk Asing dan Kebingungan Mereka
- Setelah tim penjelajah asing menangkap dan meneliti makhluk hidup dari berbagai wilayah, mereka memastikan bahwa itu adalah keberadaan yang sepenuhnya terbuat dari daging
- Seluruh tubuhnya adalah daging, tanpa struktur kecerdasan logam atau anorganik di dalamnya
- Sepanjang seluruh siklus hidupnya, mereka tetap dalam keadaan daging, tanpa perubahan dari lahir hingga mati
- Salah satu makhluk asing mempertanyakan, “mustahil daging bisa berpikir”
- Makhluk asing lainnya menjelaskan bahwa otak pun adalah daging, dan pikiran serta kesadaran muncul dari daging itu
- Dirangkum dengan ungkapan “Thinking meat”
Cara Manusia Berkomunikasi
- Para makhluk asing mendeteksi sinyal radio dari Bumi, tetapi memastikan bahwa sinyal itu dihasilkan oleh mesin
- Mesin itu pun dibuat oleh makhluk hidup berdaging itu sendiri
- Manusia berbicara dengan cara menggetarkan daging untuk menghasilkan suara
- Bahasa disampaikan melalui suara daging (meat sounds) yang merambat di udara
- Bahkan bernyanyi (singing) pun dilakukan oleh daging dengan menghembuskan udara
Perdebatan tentang Perlu Tidaknya Berkomunikasi
- Menurut aturan resmi, para makhluk asing harus melakukan kontak dengan semua makhluk hidup cerdas
- Namun secara tidak resmi, mereka sampai pada kesimpulan “hapus catatannya dan lupakan saja”
- Alasannya adalah penilaian sinis: “siapa yang mau berbicara dengan daging”
- Makhluk hidup di Bumi hanya dapat bergerak dalam batas kecepatan cahaya dan tidak bisa bertahan hidup di planet lain
- Karena itu, kemungkinan kontak nyata sangat rendah
Manipulasi Ingatan dan Penutup
- Para makhluk asing memanipulasi ingatan makhluk hidup Bumi, agar mereka hanya mengenali keberadaan makhluk asing sebagai mimpi
- Dengan ungkapan “mimpi daging”, manusia dibuat hanya mengingat makhluk asing sebagai sesuatu yang ada dalam imajinasi
- Wilayah tempat Bumi berada ditandai sebagai ‘zona tak berpenghuni’, sehingga secara resmi diperlakukan seolah tidak ada kehidupan
- Percakapan ditutup dengan penyebutan entitas cerdas inti hidrogen di bintang lain
- Kalimat terakhir, “jika kau sendirian, betapa dinginnya alam semesta”, menyisakan kesepian makhluk cerdas dan kehampaan kosmis
Belum ada komentar.