36 poin oleh xguru 2026-04-10 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Alat uji keamanan open-source yang dengan pendekatan agen AI otonom mengeksekusi kode secara langsung seperti peretas sungguhan, menemukan kerentanan, lalu memverifikasinya dengan PoC (proof of concept) yang nyata
  • Mendukung integrasi CI/CD pipeline dan GitHub Actions, sehingga pemindaian keamanan dapat dijalankan otomatis di setiap PR dan memblokir kode yang rentan sebelum diterapkan ke produksi
  • Jenis kerentanan yang dapat dideteksi mencakup berbagai kategori seperti IDOR, eskalasi hak akses, SQL injection, SSRF, XSS, kerentanan JWT, dan salah konfigurasi infrastruktur
  • Dengan struktur Graph of Agents tempat beberapa agen berkolaborasi, alat ini menjalankan pengujian komprehensif melalui workflow terdistribusi, eksekusi paralel, dan kolaborasi dinamis
  • Secara bawaan dilengkapi alat yang setara dengan toolkit peretas sungguhan, seperti Full HTTP Proxy, otomatisasi browser, lingkungan terminal, Python runtime, pengintaian OSINT, dan analisis kode
  • Mendukung berbagai bentuk target seperti codebase lokal (./app-directory), URL repositori GitHub, dan URL aplikasi web yang sudah di-deploy
  • Dalam mode headless (-n), dapat dijalankan secara non-interaktif di server dan lingkungan otomatisasi, serta memblokir pipeline dengan exit code abnormal saat kerentanan ditemukan
  • LLM yang direkomendasikan: OpenAI GPT-5.4, Anthropic Claude Sonnet 4.6, Google Gemini 3 Pro Preview, serta mendukung semua provider utama
  • Pada platform cloud (app.strix.ai), tersedia tambahan perbaikan otomatis sekali klik (dalam bentuk PR), pemantauan berkelanjutan, serta integrasi GitHub, Slack, Jira, dan Linear
  • Lisensi Apache-2.0 / Python

1 komentar

 
tangokorea 2026-04-14

Rasanya kode untuk penanganan keamanan akan makin banyak dibanding pengembangan program?!