Perubahan utama pnpm 11
- Memerlukan Node.js 22+: Kini wajib menggunakan Node.js versi 22 atau lebih baru. Dukungan untuk Node 18, 19, 20, dan 21 telah dihentikan. Untuk file mandiri (standalone), diperlukan glibc 2.27 atau lebih baru.
- Perlindungan supply chain aktif secara default: Untuk memperkuat keamanan, nilai default
minimumReleaseAge ditetapkan ke 1440 (1 hari). (Paket yang baru dirilis baru dapat diinstal setelah 24 jam) Selain itu, blockExoticSubdeps secara default akan menjadi true.
- Pengenalan
allowBuilds: Seluruh pengaturan terkait build yang sebelumnya rumit (onlyBuiltDependencies, onlyBuiltDependenciesFile, neverBuiltDependencies, ignoredBuiltDependencies, ignoreDepScripts) dihapus dan dikelola secara terpusat melalui allowBuilds.
- Isolasi instalasi global: Saat instalasi melalui
pnpm add -g, setiap paket akan dipasang di direktori terpisah yang memiliki package.json, node_modules, dan lockfile sendiri. Dengan ini, konflik dependensi antar paket global dapat dicegah.
- Indeks store berbasis SQLite (Store v11): SQLite diadopsi untuk pengelolaan indeks guna mengurangi syscall dan meningkatkan kecepatan instalasi secara signifikan.
- Alur publish native: Perintah
pnpm publish, login, logout, view, deprecate, unpublish, dist-tag, dan version kini berjalan secara native di pnpm tanpa lagi bergantung pada npm CLI.
- Pembatasan peran
.npmrc: Kini .npmrc hanya digunakan untuk autentikasi (auth) dan pengaturan registry. Semua pengaturan lainnya harus dipindahkan ke pnpm-workspace.yaml atau config.yaml global yang baru, dan prefiks variabel lingkungan menggunakan pnpm_config_*.
Belum ada komentar.