1 poin oleh computerphilosopher 16 hari lalu | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Apa itu Eliza?

Ini adalah chatbot pertama dalam sejarah yang dikembangkan di MIT pada tahun 1966. Bot ini diimplementasikan dengan cara mengucapkan kalimat menggunakan kata kunci yang diberikan lawan bicara. Konon, cara bertutur seperti ini meniru metode seorang psikoterapis yang berkonsultasi dengan pasien.

Contohnya seperti ini.

  • Jika pasien berkata "Saya butuh X", jawab dengan salah satu dari berikut ini.
    • Mengapa Anda membutuhkan X?
    • Jika Anda memiliki X, apakah itu benar-benar akan membantu?
    • Apakah Anda benar-benar yakin X itu mutlak diperlukan?
  • Jika pasien berkata "Saya adalah X", jawab dengan salah satu dari berikut ini.
    • Apakah Anda datang menemui dokter karena Anda X?
    • Sudah berapa lama Anda menjadi X?
    • Bagaimana perasaan Anda tentang diri Anda yang X?

(Namun harus dilakukan dalam bahasa Inggris)

Meski metode ini sederhana dan tak bisa dibandingkan dengan LLM masa kini, pada waktu itu sebagian pengguna dikabarkan merasakan Eliza seperti manusia yang memiliki emosi. Fenomena ini kemudian menjadi asal-usul istilah Eliza effect, yaitu ketika orang memperlakukan chatbot seperti manusia yang memiliki emosi meskipun tahu bahwa itu adalah mesin.

Alasan membuatnya

Saya berangkat dari gagasan bahwa chatbot yang mendukung OpenAI compatible API tidak harus selalu berupa LLM.

Proyek ini sendiri dibuat sekadar iseng, tetapi saya rasa 'chatbot statis yang bertingkah seperti LLM' bisa berguna di suatu tempat.

Karena strukturnya nyaris tidak menimbulkan biaya, saya berencana mempertahankan situs demo ini sampai saya kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh AI.

Teknologi yang digunakan

  • Implementasi JavaScript Eliza menggunakan kembali implementasi yang sudah ada (elizabot.js)
  • Implementasi frontend: React 18
  • Alat pengembangan: gemini cli, codex
  • Deployment: untuk meminimalkan biaya, baik server API maupun situs demo dilayani menggunakan Cloudflare worker.

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.