8 poin oleh GN⁺ 4 jam lalu | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp
  • OpenAI merombak besar-besaran halaman contoh penggunaan Codex, memperluasnya dari 12 menjadi 52 use case
  • Kini posisinya bergeser dari sekadar alat bantu coding menjadi platform tempat tim lintas fungsi di seluruh perusahaan mendelegasikan pekerjaan, mencakup engineering, desain, data, keuangan, operasional, QA, sales, dan lainnya
  • Disusun dalam bentuk alur kerja nyata yang menyerahkan pekerjaan ke Codex, mulai dari Computer Use (otomatisasi Mac), pengelolaan inbox Gmail, Slack, Zoom, dokumen, spreadsheet, pemodelan keuangan (DCF, arus kas, anggaran), pengembangan native iOS/macOS, workflow untuk sales dan marketing, QA, otomatisasi, deployment, Evals, hingga aplikasi ChatGPT

1. Menjadikan Codex sebagai rekan kerja (Automation / Integrations)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: Long-running

  • Menghubungkan alat-alat tempat pekerjaan benar-benar berjalan, seperti Slack, Gmail, Calendar, Notion, GitHub, Linear, dan catatan lokal, ke satu thread Codex agar bisa digunakan seperti “rekan kerja yang memahami konteks pekerjaan saya”
  • Pada eksekusi pertama, Codex diminta mencari permintaan penting yang mudah terlewat, dokumen yang berubah, keputusan yang tenggelam, dan handoff yang terhambat, lalu pengguna memberi umpan balik tentang mana yang berguna dan mana yang hanya noise
  • Setelah itu, otomatisasi bisa ditambahkan pada thread yang sama agar Codex memeriksa konteks secara berkala. Keputusan yang memerlukan penilaian dirancang agar tidak diproses sembarangan oleh Codex, melainkan diajukan ke pengguna
  • Cocok untuk: individu, operator, manajer, PM, dan engineer yang perlu terus melacak konteks kerja yang tersebar di banyak alat

2. Mengubah feedback menjadi action (Data / Integrations)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 30m

  • Mengumpulkan feedback dari berbagai sumber seperti channel Slack, issue GitHub/Linear, CSV survei, catatan wawancara pelanggan, dan dokumen Google Drive, lalu menyusunnya menjadi output yang bisa ditinjau dalam bentuk Google Sheet atau Doc
  • Codex dapat mengelompokkan feedback berdasarkan tema, tautan bukti, pertanyaan lanjutan, dan action owner, lalu hasil yang sudah ditinjau dapat diteruskan menjadi update Slack atau draft issue
  • Jika sumber feedback terus berubah, otomatisasi bisa ditambahkan pada thread yang sama agar hanya memberi tahu tema baru atau item dengan bukti yang makin kuat
  • Cocok untuk: tim yang harus mengubah feedback beta, VOC pelanggan, thread issue, dan catatan riset menjadi action produk

3. Membersihkan dan menyiapkan data yang berantakan (Data / Knowledge Work)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 5m

  • Saat CSV atau spreadsheet berisi campuran format tanggal, string mata uang, baris duplikat, nilai kosong, baris ringkasan, dan alias, Codex dapat diminta membuat salinan yang sudah dibersihkan sambil tetap mempertahankan data asli
  • Pengguna perlu menjelaskan dengan jelas masalah yang sudah terlihat dan format hasil yang diinginkan, misalnya CSV yang sudah dibersihkan, file untuk diunggah, atau tab sheet baru
  • Codex akan meninggalkan file yang sudah dibersihkan beserta catatan kualitas data agar manusia bisa meninjaunya sebelum analisis atau proses unggah berikutnya
  • Cocok untuk: tim yang perlu merapikan file data dari berbagai sistem untuk analisis atau input ke sistem operasional

4. Mengajukan pertanyaan ke data tabular (Data / Knowledge Work)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 30m

  • Jika diberi pertanyaan tentang CSV, spreadsheet, export dashboard, Google Sheet, atau file data lokal, Codex akan memeriksa kolom lalu melakukan perhitungan, agregasi, dan pembuatan grafik
  • Bukan berhenti pada jawaban sederhana, alur yang disarankan adalah membuat visualisasi browser berbasis HTML agar bisa langsung dibuka di aplikasi Codex
  • Setelah analisis pertama, analisis lanjutan dapat diminta dalam thread yang sama untuk membandingkan berdasarkan wilayah, kohort, produk, minggu, versi model, kelompok pelanggan, dan lain-lain
  • Cocok untuk: pekerjaan berbasis data yang membutuhkan perhitungan cepat, grafik sederhana, atau ringkasan untuk meeting

5. Me-review GitHub Pull Request (Integrations / Workflow)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 5s

  • Codex code review bisa dihubungkan ke organisasi atau repositori GitHub untuk menerima review otomatis pada setiap PR, atau review dapat diminta secara manual lewat komentar PR
  • Fokus utamanya adalah menambah sinyal review yang mudah terlewat manusia, seperti regresi keamanan, test yang hilang, perubahan perilaku berisiko, dan dokumentasi yang belum ditambahkan
  • Jika prioritas review dan aturan per file ditulis di AGENTS.md, kriteria review Codex bisa dikustomisasi agar sesuai dengan repositori
  • Cocok untuk: tim yang membutuhkan sinyal review tambahan sebelum merge, terutama pada codebase besar yang sedang aktif dioperasikan

6. Mengelola inbox (Automation / Integrations)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 5m

  • Dengan menghubungkan Gmail, Codex dapat mencari email yang perlu dibalas dan menyusun draft balasan dengan tone pengguna berdasarkan email terbaru yang dikirim atau contoh tulisan yang sudah disetujui
  • Jika konteks dari email saja tidak cukup, Codex bisa diminta mencari keputusan terbaru, PIC, file, atau blocker di alat kerja seperti Slack, Google Drive, dan catatan proyek
  • Eksekusi pertama sebaiknya dianggap sebagai kalibrasi: beri umpan balik tentang email mana yang harus diabaikan dan tone seperti apa yang sesuai, lalu kembangkan menjadi otomatisasi berkala
  • Cocok untuk: orang yang ingin menangani klasifikasi inbox dan penulisan draft balasan secara berulang

7. Mengimplementasikan desain front-end responsif (Front-end / Design)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: 1h

  • Memasukkan screenshot, design brief, dan gambar referensi untuk diubah menjadi UI responsif yang menggunakan kembali design system, token, dan komponen dari repositori yang ada
  • Codex membuka browser sungguhan dengan Playwright dan berulang kali membandingkan hasil implementasi dengan referensi pada breakpoint desktop maupun mobile
  • Untuk bagian yang ambigu, lebih baik instruksikan agar Codex memilih implementasi paling sederhana yang sesuai pola yang ada, alih-alih membuat design system baru, serta menjelaskan asumsi yang diambil
  • Cocok untuk: implementasi layar front-end baru atau pekerjaan menempelkan layar hasil desain ke aplikasi yang sudah ada

8. Memahami codebase besar (Engineering / Analysis)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 5m

  • Saat masuk ke repositori atau area fitur yang belum dikenal, Codex bisa diminta menjelaskan alur request, tanggung jawab modul, lokasi validasi data, efek samping, dan file berikutnya yang perlu dibaca
  • Penjelasan akan lebih praktis jika area sistem yang ditanyakan spesifik, bukan hanya ringkasan keseluruhan yang umum
  • Untuk pertanyaan lanjutan, disarankan memeriksa lokasi business logic, titik validasi, background job yang mudah terlewat, dan test yang harus dijalankan setelah perubahan
  • Cocok untuk: onboarding engineer baru dan developer yang perlu cepat memahami alur kode sebelum mengubah fitur

9. Membuat shell aplikasi Mac (macOS / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu yang dibutuhkan: 1h

  • Menggunakan plugin Build macOS Apps untuk membuat shell aplikasi SwiftUI native untuk Mac, lalu menyusun struktur sidebar, panel detail, dan inspector berbasis NavigationSplitView
  • Diinstruksikan agar sejak awal merancang struktur yang alami untuk aplikasi desktop, seperti menu, toolbar, shortcut keyboard, dan Settings scene
  • Targetnya adalah struktur aplikasi Mac yang stabil untuk jendela, status seleksi, perintah, dan pengaturan, bukan sekadar versi iPad atau web app yang diperbesar
  • Cocok untuk: aplikasi Mac yang membutuhkan sidebar dan inspector, seperti editor, library, alat admin, atau alat review

10. Mengoperasikan komputer saya dengan Codex (Knowledge Work / Workflow)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 5m

  • Melalui Computer Use, Codex dapat melihat, mengklik, dan mengetik langsung di aplikasi Mac sambil menjalankan tugas yang berpindah-pindah antar aplikasi dan jendela
  • Cocok untuk alur kerja di UI aplikasi umum yang tidak memiliki plugin khusus, misalnya mengambil informasi dari Notes lalu memasukkannya ke sistem lain, atau memeriksa isi Messages dan menulis balasan
  • Permintaan dimulai dengan @Computer, dan sebaiknya sertakan hasil yang diinginkan serta tindakan berisiko yang harus dihentikan
  • Cocok untuk: pekerjaan berulang yang hanya bisa dilakukan di dalam UI aplikasi, pekerjaan pengetahuan yang berpindah antar banyak jendela dan file

11. Mengotomatisasi triase bug (Automation / Quality)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: 1h

  • Biarkan Codex menelusuri tempat-tempat berkumpulnya sinyal bug seperti alert Sentry, thread Slack, issue Linear/GitHub, pemeriksaan kegagalan PR, log, dan tiket dukungan
  • Mulailah dengan penyisiran manual untuk membuat daftar kandidat, sesuaikan item mana yang berguna di thread yang sama, lalu ubah menjadi otomatisasi berkala
  • Jika sudah cukup tepercaya, Codex dapat menulis draf issue Linear, pembaruan Slack, komentar GitHub, hingga catatan handoff
  • Cocok untuk: tim produk/engineering yang harus memprioritaskan laporan bug yang tersebar di banyak alat setiap hari

12. Membuat slide deck (Data / Integrations)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 30m

  • Codex dapat langsung mengedit file PowerPoint lewat kode, menggabungkannya dengan pembuatan gambar untuk memperbarui deck yang ada atau membuat deck baru
  • Jelaskan aturan sebelum penyerahan seperti posisi logo, tata letak teks/gambar pada slide tertentu, mempertahankan branding yang ada, serta pemeriksaan overflow dan penggantian font
  • Disarankan agar slide tetap dalam format .pptx yang dapat diedit, dan Codex menerapkan aturan layout yang dapat diulang untuk tiap slide
  • Cocok untuk: tim yang mengubah input terstruktur atau catatan menjadi materi presentasi, atau pekerjaan yang perlu memodifikasi deck yang sudah ada dalam jumlah besar

13. Memulai tugas coding dari Slack (Integrations / Workflow)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 5m

  • Instal aplikasi Slack dan hubungkan repository serta environment, lalu mulai tugas kode dengan me-mention @Codex di thread
  • Jika thread sudah berisi permintaan, batasan, dan hasil yang diinginkan secara memadai, Codex akan menjalankan cloud task berdasarkan konteks tersebut
  • Buka tautan hasil untuk meninjau, dan jika perlu revisi tambahan, lanjutkan di thread Slack yang sama
  • Cocok untuk: tim yang ingin langsung meneruskan triase issue, perbaikan bug, atau tugas implementasi kecil dari diskusi Slack

14. Mengulang perubahan UI kecil dengan cepat (Front-end / Design)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 5m

  • Saat struktur aplikasi yang ada sudah terbentuk, perubahan UI kecil seperti spacing, alignment, color, copy, responsive behavior, dan state dapat dikerjakan satu per satu dengan cepat
  • Disarankan menggunakan model cepat seperti Codex-Spark dengan loop “satu catatan visual sekali, satu edit kecil sekali, satu pemeriksaan browser sekali”
  • Tentukan cakupan perubahan dengan tepat dan minta agar komponen, token, layout primitive, serta alur data yang ada tetap dipertahankan
  • Cocok untuk: penyesuaian UI rinci yang muncul saat review desain, atau perubahan yang harus langsung diterapkan di tempat saat review produk

15. Mengoordinasikan onboarding karyawan baru (Integrations / Data)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: 30m

  • Gabungkan daftar karyawan baru yang telah disetujui, tracker onboarding, pemetaan manajer/tim, status kesiapan perangkat dan akun, serta milestone kalender untuk membuat paket onboarding yang dapat ditinjau
  • Disarankan agar tahap pertama bersifat read-only, lalu undangan nyata, DM, email, pembuatan channel, dan pembaruan sistem dilakukan hanya setelah peninjauan dan persetujuan eksplisit
  • Dapat sekaligus menyiapkan ringkasan per tim, gap kesiapan, nama ruang sambutan, daftar undangan, checklist minggu pertama, dan draf pengumuman
  • Cocok untuk: People, Recruiting, IT, Workplace Operations, dan manajer yang menyambut karyawan baru

16. Mempelajari konsep baru (Knowledge Work / Data)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: 30m

  • Biarkan Codex membaca materi padat seperti paper, bahan kuliah, atau dokumen panjang, lalu merangkum permasalahan, kontribusi, metode, eksperimen, keterbatasan, dan konsep pendahulu
  • Dengan memanfaatkan Subagents, peran dapat dibagi untuk memahami struktur utama, meneliti pengetahuan prasyarat, menganalisis gambar/rumus, dan menulis laporan akhir
  • Hasil yang baik adalah bentuk yang mudah ditinjau ulang nanti, seperti laporan Markdown, diagram Mermaid, concept map, atau tabel claim-to-evidence
  • Cocok untuk: orang yang perlu cepat mempelajari bidang riset yang asing, konsep teknis yang kompleks, atau materi kursus yang panjang

17. Meningkatkan versi integrasi API (Evaluation / Engineering)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: 1h

  • Pindahkan integrasi OpenAI API yang ada ke model dan fitur API terbaru yang direkomendasikan sambil tetap menjaga perilaku dan memverifikasi regresi
  • Bukan sekadar mengganti nama model, tetapi lebih dulu menginventarisasi endpoint saat ini, asumsi tool, format respons, prompt, dan jalur evaluasi
  • Disarankan menggunakan openai-docs untuk memeriksa panduan model/prompt terbaru, lalu memverifikasi perilaku sebelum dan sesudah perubahan dengan eval pipeline seperti Promptfoo
  • Cocok untuk: produk yang menggunakan model/endpoint lama, atau tim yang memerlukan regression test saat upgrade model

18. Men-deploy aplikasi atau website (Front-end / Integrations)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: 30m

  • Berdasarkan repository, screenshot, design brief, ide produk, dokumentasi API, dan sumber data, Codex dapat membuat atau memodifikasi aplikasi web lalu men-deploy hingga URL preview Vercel
  • Kuncinya adalah memastikan pemeriksaan proyek, build/test, analisis log kegagalan, dan verifikasi preview dilakukan sebelum deploy
  • Setelah deploy, perbaikan layout mobile, pembaruan data terbaru, atau perbaikan build log yang gagal dapat dilanjutkan di thread yang sama
  • Cocok untuk: tim yang ingin cepat mengubah ide atau desain menjadi web preview yang bisa dibagikan

19. Mengubah desain Figma menjadi kode (Front-end / Design)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: 1h

  • Melalui server Figma MCP, ambil konteks desain, variabel, aset, dan variant dari node yang tepat, lalu terjemahkan menjadi kode sesuai design system repository yang ada
  • Disarankan memulai implementasi setelah memperoleh struktur dan referensi melalui urutan get_design_context, lalu get_metadata dan get_screenshot jika diperlukan
  • Gunakan Playwright untuk membandingkan hasil implementasi di browser dengan referensi Figma, lalu berulang kali memperbaiki perbedaan perilaku responsif dan interaksi
  • Cocok untuk: tim desain/front-end yang harus mengimplementasikan layar atau flow yang sudah selesai di Figma ke codebase yang ada

20. Melakukan QA aplikasi dengan Computer Use (Automation / Quality)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: 30m

  • Computer Use melihat antarmuka nyata, lalu mengklik, mengetik, menggulir, menjalankan alur pengguna utama, dan mencatat titik kegagalan
  • Instruksikan dengan jelas lingkungan, alur inti yang akan diuji, format laporan bug, kriteria tingkat keparahan, langkah reproduksi, serta hasil yang diharapkan/aktual
  • Dapat menangkap baik bug fungsional maupun masalah UI, dan hasilnya dirangkum dalam bentuk triage summary untuk laporan QA atau diteruskan ke engineer
  • Cocok untuk: validasi alur inti sebelum rilis, tim yang ingin menstrukturkan QA manual

21. Menganalisis dataset dan menghasilkan laporan (Data / Analysis)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: 1h

  • Memuat file data yang berantakan lalu membersihkan, menggabungkan, melakukan analisis eksploratif, visualisasi, pemodelan, dan mengemasnya menjadi laporan atau dashboard untuk pengambilan keputusan
  • Penting untuk terlebih dahulu membuat Codex memahami environment Python proyek, package manager, folder output, dan konvensi skrip
  • Pembersihan notebook yang berulang, export spreadsheet, dan packaging laporan akhir sebaiknya dipindahkan menjadi skill yang reusable agar alur analisis yang sama mudah digunakan kembali
  • Cocok untuk: analis/tim produk yang membutuhkan output analisis yang dapat direproduksi, dari pembersihan data hingga chart, memo, dan laporan

22. Menyelesaikan tugas yang muncul dari pesan (Knowledge Work / Integrations)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 5m

  • Computer Use menemukan dan menangani tugas tersembunyi seperti pemesanan, riset, penjadwalan, pengajuan kuitansi, dan pengumpulan informasi yang ada di thread Messages
  • Anda bisa menentukan pengirim atau thread tertentu, lalu memintanya menyusun draf balasan untuk dikirim ke thread pesan asal setelah tugas selesai
  • Penting untuk menginstruksikan agar tindakan yang sulit dibatalkan seperti pembayaran, pemesanan, atau konfirmasi reservasi selalu dihentikan dan meminta persetujuan
  • Cocok untuk: orang yang ingin menangani tugas-tugas kecil yang muncul dari pesan pribadi tanpa ada yang terlewat

23. Membuat PoC dari ide (Front-end / Engineering)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: 1h

  • Buat terlebih dahulu UI mockup berkualitas tinggi dengan GPT Image/ImageGen untuk menentukan arah visual, lalu gunakan mock tersebut sebagai acuan untuk mengimplementasikan prototipe yang berfungsi dengan plugin Build Web Apps atau Game Studio
  • Cocok untuk ide produk tahap awal di mana PoC yang benar-benar bisa diklik memberi lebih banyak jawaban daripada sekadar rencana dokumen
  • Sebaiknya gambar yang akan diimplementasikan pada akhirnya dilampirkan di turn baru agar Codex dapat langsung merujuknya sebagai referensi
  • Cocok untuk: tim yang ingin memvisualisasikan dan memvalidasi dengan cepat ide dashboard, tool, web app, atau game

24. Membuat game berbasis browser (Engineering / Code)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu yang dibutuhkan: Long-running

  • Alih-alih langsung menulis kode dari game brief, minta terlebih dahulu dibuatkan PLAN.md yang berisi tujuan pemain, loop utama, kontrol, kondisi menang/kalah, rendering, dan rencana aset
  • Gunakan ImageGen untuk membuat concept art, sprite, latar belakang, dan aset UI, lalu lakukan iterasi sambil menguji rasa kontrol dan status layar di browser nyata dengan Playwright
  • Game perlu terus dicek dari kode, UI, aset, balancing, hingga deployment, sehingga ini merupakan contoh yang sangat cocok untuk pekerjaan iteratif jangka panjang Codex
  • Cocok untuk: pekerjaan membuat game browser dari nol atau yang perlu berulang kali memvalidasi feel prototipe dan visualnya

25. Mengiterasi perbaikan pada masalah sulit (Engineering / Analysis)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu yang dibutuhkan: Long-running

  • Sediakan sistem evaluasi yang jelas, skrip penilaian, dan artefak yang bisa ditinjau agar Codex dapat menjalankan loop perbaikan berbasis skor
  • Gunakan deterministic check bersama skor LLM-as-a-judge, lalu tetapkan stopping rule untuk overall score dan judge average
  • Strukturnya adalah membuat Codex mengulangi pemeriksaan output saat ini, pengukuran skor, penerapan satu perbaikan, evaluasi ulang, dan pencatatan log pada setiap iterasi
  • Cocok untuk: masalah optimasi yang tidak selesai dalam sekali jalan, pekerjaan yang perlu berkali-kali meningkatkan kualitas visual/subjektif

26. Menyimpan workflow sebagai Skill (Engineering / Workflow)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 5m

  • Simpan thread Codex yang pernah bekerja dengan baik, aturan review, perintah test, checklist rilis, aturan desain, contoh penulisan, dan skrip per repositori sebagai skill yang bisa digunakan ulang
  • Gunakan $skill-creator untuk menyusun kapan skill harus dipicu, materi dan perintah apa yang harus dipakai, serta output apa yang dibutuhkan
  • Skill di home directory bisa digunakan di semua repo, sedangkan skill di dalam proyek bisa di-commit dan dibagikan bersama tim
  • Cocok untuk: tim yang ingin membuat Codex mengingat pekerjaan berulang alih-alih menempelkan prompt panjang setiap kali

27. Memperbarui dokumentasi (Engineering / Code)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu yang dibutuhkan: 30m

  • Membaca perubahan kode, test, catatan rilis, serta konteks PR/issue, lalu memperbarui README, dokumentasi developer, migration note, dan runbook
  • Sebaiknya Codex terlebih dahulu mencari feature name, config key, command, dan example yang relevan di dokumentasi yang ada, lalu hanya mengubah permukaan dokumentasi seminimal mungkin
  • Jika dokumentasi bersifat publik, batasi secara eksplisit agar roadmap internal, informasi pelanggan, atau konteks nonpublik tidak tercampur
  • Cocok untuk: tim dokumentasi teknis/engineering yang perlu mengelola dokumentasi seiring perubahan perilaku produk

28. Membangun aplikasi iOS (iOS / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu yang dibutuhkan: 1h

  • Codex melakukan scaffold aplikasi iOS SwiftUI, lalu menyusun loop build/run berbasis CLI-first dengan xcodebuild atau Tuist
  • Untuk proyek yang sudah ada, Anda dapat memintanya bekerja sambil memeriksa informasi scheme, simulator, screenshot, dan UI automation melalui XcodeBuildMCP
  • Jika menambahkan skill terkait iOS seperti SwiftUI expert, Liquid Glass, dan SwiftUI performance, implementasi UI, penerapan API terbaru, serta pemeriksaan performa dapat dilakukan dengan lebih stabil
  • Cocok untuk: aplikasi SwiftUI greenfield, proyek iPhone/iPad yang sudah ada dan memerlukan validasi berbasis simulator

29. Melakukan refactor codebase (Engineering / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu yang dibutuhkan: 1h

  • Menemukan dead code, logika duplikat, modul yang terlalu besar, abstraction usang, dan legacy pattern, lalu merapikannya dalam unit-unit kecil yang bisa direview
  • Karena refactor bukan stack migration melainkan pekerjaan memperbaiki bentuk sistem sambil mempertahankan perilakunya, perlu ditegaskan agar public behavior tetap dipertahankan
  • Disarankan menggunakan ExecPlan atau skill reusable untuk membagi pekerjaan perapian besar menjadi checkpoint-checkpoint, lalu mengulangi alur test dan validasi
  • Cocok untuk: codebase lama yang biaya penambahan fiturnya makin mahal, tim yang membutuhkan perapian dengan menjaga perilaku tetap sama

30. Menambahkan iOS App Intents (iOS / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu yang dibutuhkan: 1h

  • Mengidentifikasi aksi dan entitas inti di dalam aplikasi agar bisa digunakan di system surface seperti Shortcuts, Siri, Spotlight, widget, dan controls
  • Alih-alih seluruh layar, terlebih dahulu merancang beberapa action yang kemungkinan ingin dijalankan pengguna tanpa membuka aplikasi serta object yang perlu dipahami sistem
  • Ini adalah alur di mana Codex menganalisis model, navigation, dan jalur akses data aplikasi yang sudah ada lalu mengimplementasikan intent surface pertama dalam cakupan kecil
  • Cocok untuk: aplikasi yang sudah punya fungsi berguna tetapi belum terlihat dengan baik di otomatisasi dan pencarian sistem iOS

31. Membangun aplikasi macOS (macOS / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu: 1h

  • Saat membuat aplikasi macOS berbasis SwiftUI, sistem mengarahkan untuk terlebih dahulu memilih scene model seperti WindowGroup, Window, Settings, MenuBarExtra, dan DocumentGroup
  • Menyusun loop build/jalankan yang mengutamakan shell melalui xcodebuild atau swift build serta script/build_and_run.sh lokal proyek
  • Seiring aplikasi membesar, menangani masalah window, menu, sidebar, Settings, interop AppKit, dan signing dari sudut pandang aplikasi desktop
  • Cocok untuk: aplikasi Mac baru yang memerlukan struktur desktop native, atau perbaikan UI/build/distribusi pada aplikasi Mac yang sudah ada

32. Menerapkan Liquid Glass (iOS / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu: 1h

  • Berdasarkan iOS 26 dan Xcode 26, membangun aplikasi SwiftUI yang ada dan membedakan system glass yang otomatis didapat dari kontrol standar dengan custom UI yang harus diubah secara langsung
  • Mengarahkan pemindahan custom blur/material stack ke glassEffect, GlassEffectContainer, glass button style, dan transisi glassEffectID native
  • Jika dukungan untuk versi iOS sebelumnya diperlukan, #available(iOS 26, *) dan fallback path harus dipertahankan dengan jelas
  • Cocok untuk: tim yang ingin memigrasikan high-traffic flow aplikasi yang ada ke Liquid Glass iOS 26 dengan aman

33. Menambahkan telemetri Mac (macOS / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu: 30m

  • Menambahkan log high-signal berbasis Apple Logger pada alur seperti window open, sidebar selection, menu command, dan sync milestone di aplikasi Mac
  • Codex membangun/menjalankan aplikasi lalu membuktikan melalui Console atau log stream bahwa event aktual terjadi dalam urutan yang diharapkan
  • Menghindari payload sensitif, menetapkan subsystem/category dengan jelas, lalu memungkinkan keputusan patch berikutnya dibuat berdasarkan bukti dalam agentic debugging loop
  • Cocok untuk: fitur aplikasi Mac yang sulit dilacak alurnya hanya lewat code review, atau loop debugging berbasis log

34. Debugging di iOS Simulator (iOS / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu: 1h

  • Codex dan XcodeBuildMCP mencari scheme/simulator lalu membangun/menjalankan aplikasi, membaca UI hierarchy, dan melakukan tap, type, swipe, screenshot, serta log capture
  • Jika perlu, memasang LLDB untuk memeriksa stack frame, local variables, dan breakpoint, lalu mengubah vague bug report menjadi perbaikan kecil yang bisa direproduksi
  • Setelah perubahan, yang terpenting adalah menjalankan kembali jalur simulator yang sama dan meninggalkan bukti bahwa bug sudah hilang
  • Cocok untuk: bug UI iOS yang hanya muncul pada alur tab/scroll/input tertentu, atau masalah crash/hang/navigation

35. Mengaudit insiden dependensi (Engineering / Quality)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu: 1h

  • Saat advisory paket publik atau insiden supply chain terjadi, tidak langsung menambal, melainkan terlebih dahulu membuat rencana audit read-only yang konservatif
  • Codex membedakan sumber otoritatif dan komentar umum, mendefinisikan evidence untuk membuktikan atau menyingkirkan exposure, lalu memeriksa manifest, lock file, workflow CI, dan script
  • Menjalankan, install, build, atau test kode yang tidak tepercaya pada dasarnya dihindari sampai ada persetujuan eksplisit
  • Cocok untuk: tim keamanan/engineering dan maintainer yang harus merespons insiden dependensi dengan cepat

36. Menyiapkan brief rapat (Integrations / Knowledge Work)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu: 30m

  • Mengumpulkan konteks rapat yang tidak cukup hanya dari calendar invite dari dokumen Drive, thread Slack, Gmail, dan catatan sebelumnya, lalu merangkumnya menjadi objective, agenda, open questions, dan template catatan
  • Codex terlebih dahulu membuat inventaris sumber, lalu memisahkan konteks yang terkonfirmasi, source gap, dan open question
  • Materi persiapan rapat harus singkat dan mudah dipindai, serta dapat ditelusuri asal sumber setiap isinya
  • Cocok untuk: manajer, PM, operator, interviewer, dan orang yang perlu merapikan konteks sebelum rapat dengan cepat

37. Menjalankan playbook acara (Integrations / Knowledge Work)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu: 1h

  • Mengumpulkan channel perencanaan acara, dokumen/deck/sheet/template yang telah disetujui, serta tenggat kalender untuk membuat playbook yang didukung sumber
  • Kuncinya adalah mengelola secara terpisah salinan event page publik dan checklist operasional internal, penanggung jawab, approval, serta open questions
  • Untuk acara berulang, otomasi bisa dipasang pada thread yang sama agar dapat melacak deadline, approval, materi yang hilang, dan status launch checklist
  • Cocok untuk: pengelolaan program acara oleh tim komunitas, DevRel, pemasaran, dan operasional

38. Menjalankan migrasi kode (Engineering / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu: 1h

  • Saat berpindah dari legacy stack ke target stack, terlebih dahulu membuat inventaris routing, data model, auth, config, background job, build, deploy, test, dan external contract
  • Memilih strategi bertahap seperti compatibility layer, port per modul, branch-by-abstraction, atau strangler-style replacement
  • Melakukan validasi parity di setiap checkpoint, dan perubahan yang memang terlihat akibat migrasi ditangani sebagai pengecualian secara eksplisit
  • Cocok untuk: tim yang harus memindahkan framework/runtime/bahasa/build system dalam unit yang terkontrol

39. Merombak layar SwiftUI (iOS / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu: 1h

  • Membagi file screen SwiftUI yang sangat besar menjadi section view kecil dan alur data yang eksplisit, sambil mempertahankan perilaku dan layout
  • Skill refactor SwiftUI view dari plugin Build iOS Apps merekomendasikan pendekatan MV-first, menghindari penambahan view model yang tidak perlu, dan memindahkan side effect ke luar body
  • Penting untuk menambahkan loop verifikasi kecil guna memastikan UI tidak berubah dan fungsi tetap berjalan
  • Cocok untuk: layar SwiftUI yang mencampurkan layout, percabangan, pekerjaan async, dan inline action di body

40. Menyusun draf PRD dari konteks internal (Integrations / Knowledge Work)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu: 30m

  • Mengumpulkan proyek Linear, channel perencanaan Slack, dokumen Notion/Google Drive, catatan rapat, dan materi riset untuk menyusun PRD yang bisa direview
  • Sebaiknya memberikan section contract yang jelas untuk bagian seperti masalah, pengguna, persyaratan, UX, pertimbangan teknis, launch plan, timeline, keputusan, dan open questions
  • Tinjau source appendix terlebih dahulu untuk melihat konteks apa yang digunakan Codex, lalu rapikan requirements dan open questions
  • Cocok untuk: PM/tim produk yang mengubah informasi dari diskusi internal tim menjadi PRD, proposal, launch brief, atau decision memo

41. Membuat proyeksi arus kas (Data / Knowledge Work)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu: 30m

  • Memasukkan beginning cash, expected receipts, payroll, vendor payments, debt, tax, capex, working capital, dan timing assumptions untuk membuat workbook proyeksi arus kas yang bisa diedit
  • Meminta agar cadence asli dipertahankan, serta membuat tab ringkasan yang menunjukkan asumsi yang memicu pelanggaran safety balance dan tekanan kas
  • Membuka .xlsx yang dihasilkan di Codex untuk meninjau formula, skenario, dan timing assumption, lalu merevisinya di thread yang sama
  • Cocok untuk: tim finance/operations yang membuat proyeksi kas 13 minggu atau bulanan

42. Membuat model valuasi DCF (Data / Knowledge Work)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu: 30m

  • Memasukkan historical financials, valuation assumptions, dan modeling notes untuk membuat workbook DCF yang mencakup revenue growth, margin, capex, working capital, WACC, dan terminal value
  • Codex membuat .xlsx yang bisa diedit berisi tab model, formula, asumsi, dan ringkasan valuasi, lalu pengguna meninjaunya/mengeditnya langsung di Codex
  • Di thread yang sama, pengguna dapat melanjutkan dengan memeriksa tautan formula, mengubah asumsi, menambahkan skenario, dan memperketat model
  • Cocok untuk: tim analyst/finance yang perlu cepat membuat dan meninjau workbook valuasi

43. Meninjau realisasi vs anggaran (Data / Knowledge Work)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu: 30m

  • Memasukkan budget plan, actuals export, dan close notes untuk membuat workbook review yang memetakan actuals ke kategori rencana dan menghitung variance
  • Mempertahankan input asli, mapping, rumus variance, dan tab ringkasan, serta memisahkan isu rekonsiliasi dan pertanyaan finance yang masih terbuka
  • Dapat melanjutkan di thread yang sama untuk memperbaiki category mapping, menambahkan department cut, dan menyusun draf ringkasan finance
  • Cocok untuk: tim finance yang perlu menjelaskan kepada pimpinan review penutupan bulanan dan selisih belanja terhadap anggaran

44. Mengikuti tujuan (Engineering / Automation)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu: Long-running

  • Menggunakan /goal agar Codex tidak berhenti dalam satu turn dan dapat melanjutkan pekerjaan jangka panjang hingga mencapai kondisi selesai yang bisa diverifikasi
  • Tentukan dengan jelas objective, stopping condition, file/dokumen/log/rencana yang harus dibaca lebih dulu, serta command atau artifact yang membuktikan progres
  • Cocok untuk pekerjaan seperti migration, large refactor, deployment retry loop, experiment, game, dan prototype, di mana Codex bisa bergerak mandiri per checkpoint
  • Cocok untuk: pekerjaan coding yang perlu terus berjalan selama beberapa jam tetapi memiliki tujuan dan loop verifikasi yang jelas

45. Menambahkan Evals ke aplikasi AI (Evaluation / Quality)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu: 1h

  • Menganalisis prompt, model call, tool, retrieval, agent, dan product requirement dari aplikasi AI yang sudah ada untuk menambahkan suite eval Promptfoo
  • Alih-alih mencoba mengevaluasi seluruh sistem sekaligus, mulailah dari satu perilaku yang terlihat oleh pengguna seperti classification, extraction, summarization, routing, grounding, tool use, atau format rule
  • Codex membuat config dan data uji, menjalankan eval secara lokal, lalu meninggalkan perintah yang bisa digunakan lagi setelahnya
  • Cocok untuk: tim aplikasi AI yang ingin membuat regression test sebelum mengubah model/prompt/retrieval/agent

46. Mengubah user story menjadi mock UI (Integrations / Knowledge Work)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu: 30m

  • Mengumpulkan feedback yang tersebar di Slack, Linear, Google Drive, customer-call notes, dan lainnya, lalu merapikannya menjadi user story dan constraint sebelum menggunakan ImageGen untuk menghasilkan arah mock UI
  • Jika sudah ada user story yang jelas, bisa langsung mulai; jika belum, Codex akan lebih dulu mengumpulkan context untuk menormalkan masalah dan kebutuhan
  • Mock yang dipilih dapat dilampirkan kembali pada turn baru untuk diimplementasikan sebagai working prototype yang memakai ulang design system dan komponen dari codebase yang ada
  • Cocok untuk: tim produk/desain/engineering yang perlu mengubah feedback produk yang tersebar menjadi arah visual dan mock untuk direview tim

47. Membawa aplikasi ke ChatGPT (Integrations / Code)

Tingkat kesulitan: Advanced | Waktu: 1h

  • Rancang aplikasi ChatGPT dengan berfokus pada satu outcome pengguna yang sempit, lalu buat MCP server, komponen web opsional, dan metadata tool secara end-to-end
  • Codex cocok untuk menangani desain tool surface dan metadata, scaffold MCP server, implementasi widget, penyambungan ke ChatGPT, serta pengujian golden prompt
  • Di v1, tentukan lebih dulu apakah widget benar-benar diperlukan, apakah autentikasi dan deployment dibutuhkan, serta apakah pengujian HTTPS lokal dan verifikasi developer mode bisa dilakukan
  • Cocok untuk: tim yang ingin membuat aplikasi ChatGPT pertama mereka atau memulai tanpa membesarkan MCP server/tool metadata secara berlebihan

48. Membuat aplikasi React Native dengan Expo (Mobile / Engineering)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu: 1 jam

  • Gunakan plugin Expo untuk men-scaffold aplikasi React Native, lalu ikuti Expo Router, konvensi paket native Expo, dan loop pengujian cepat berbasis Expo Go
  • Beralih ke dev client atau EAS build hanya saat membutuhkan custom native code, distribusi store, atau capability yang tidak didukung Expo Go
  • Codex membantu membuat satu workflow yang lengkap dengan navigation yang terasa native, loading/empty/error states, lalu memvalidasinya lewat jalur tercepat
  • Cocok untuk: developer yang ingin cepat membuat prototipe atau menyiapkan rilis aplikasi mobile dengan Expo sebelum bekerja di IDE native

49. Membuat CLI yang bisa digunakan Codex (Engineering / Code)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu: 1 jam

  • Bungkus API, sumber log, export inbox, DB lokal, dan script tim yang perlu diakses Codex berulang kali ke dalam CLI yang composable agar bisa dijalankan di repo mana pun
  • CLI yang baik menyediakan perilaku yang ramah agent seperti paged search, exact read by ID, JSON yang dapat diprediksi, download, local index, dan draft-before-write
  • Gunakan $cli-creator untuk membuat CLI dan $skill-creator untuk sekaligus membuat companion skill yang mencatat kapan CLI ini harus digunakan
  • Cocok untuk: tim yang membutuhkan Codex agar sering membaca, mencari, dan memanipulasi layanan atau sumber data yang sama dengan aman

50. Memprioritaskan action item Slack (Automation / Integrations)

Tingkat kesulitan: Easy | Waktu: 30 menit

  • Baca Slack DM, grup DM, mention di channel, dan balasan thread untuk membedakan permintaan langsung, follow-up implisit, item yang sudah selesai, dan action yang masih live
  • Codex membaca hingga thread tail terbaru, menilai apakah masih unresolved, lalu membuat ranked action queue berdasarkan urgensi dan dampak
  • Dapat membuat draf balasan atau handoff, tetapi sebaiknya dibatasi agar post/send yang sebenarnya dilakukan setelah peninjauan
  • Cocok untuk: workstream launch, support, product, operations, dan community yang menerima pekerjaan melalui Slack

51. Menjalankan workflow operasional yang dapat diverifikasi (Automation / Integrations)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu: 30 menit

  • Biarkan Codex menjalankan tugas operasional berulang seperti access update, invite batch, quota change, customer setup, routing check, dan migration follow-up
  • Berikan dengan jelas input table, approval source, policy, script/API/CLI/skill yang akan dijalankan, apakah dry run dilakukan, dan retry boundary, serta jangan biarkan field yang hilang ditebak
  • Minta verification artifact yang bisa diperiksa manusia seperti hasil CSV, file log, link dashboard, screenshot, atau PR check
  • Cocok untuk: pekerjaan operasional yang membutuhkan input terstruktur serta jejak persetujuan/audit yang jelas

52. Mengubah rapat menjadi tindak lanjut (Automation / Integrations)

Tingkat kesulitan: Intermediate | Waktu: 5 menit

  • Gunakan transkrip Zoom dan ringkasan AI Companion untuk menstrukturkan key takeaway, risk, opportunity, decision, dan action item dari meeting pelanggan
  • Codex membuat draf follow-up email, account plan, CRM update, dan notifikasi Slack, tetapi pengiriman atau pencatatan dilakukan setelah ditinjau pengguna
  • Efeknya lebih besar jika Zoom cloud recording, transcript, dan ringkasan AI Companion dihubungkan bersama destination tool seperti Gmail, Slack, Google Docs, dan CRM
  • Cocok untuk: tim yang berhadapan dengan pelanggan dan perlu menangani tindak lanjut berulang setelah discovery, renewal, implementation, atau executive sponsor call

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.