1 poin oleh pentaxzs 5 jam lalu | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Bisakah waktu yang dihabiskan PM (product manager) untuk menulis dokumen perencanaan dipangkas dengan AI?
Belakangan ini, seiring kemajuan teknologi AI, pembuatan draf awal PRD, perapian requirement, hingga mockup layar memang sudah bisa diotomatisasi, tetapi saat diterapkan ke pekerjaan nyata tetap muncul masalah.

Masalah utama

• Draf yang dihasilkan AI cenderung mirip dengan "PRD rata-rata dari suatu tempat di internet"
• Karena istilah, kebijakan, dan cara menangani kasus pengecualian berbeda di tiap perusahaan, template standar saja tidak cukup
• Tidak bisa mencerminkan poin-poin yang diperiksa tim pengembang atau budaya review mereka
• Business logic seperti hak akses, nilai status, dan pengelolaan riwayat mudah terlewat

Cara menyelesaikannya dimulai dari pendekatan terbalik.
Yaitu dengan lebih dulu mengajari AI "tata bahasa perencanaan di perusahaan kami".
Jika AI diminta menganalisis 1~2 dokumen perencanaan yang sudah direview dengan baik, AI bisa mempelajari struktur daftar isi yang umum, cara menulis requirement, serta pola perapian kebijakan dan kasus pengecualian.

Saat memanfaatkan Claude Code, prosesnya jadi lebih efisien

• Simpan aturan penulisan dokumen perencanaan di CLAUDE.md
• Pisahkan template aktual ke prd-template.md, screen-spec-template.md, admin-mockup-guide.md
• Jika aturannya berubah, cukup ubah file terkait
• Definisikan alur kerja berulang dengan perintah seperti /make-admin-prd

Alurnya seperti di bawah ini
~/.claude/
├── CLAUDE.md
└── templates/
├── prd-template.md
├── screen-spec-template.md
└── admin-mockup-guide.md

Sebagai contoh nyata, untuk kasus "peningkatan fitur persetujuan permintaan admin internal",
bukan sekadar "menambahkan tombol approve", tetapi requirement kerja nyata seperti kontrol akses berdasarkan hak wewenang, kewajiban mengisi alasan pemrosesan, dan pelacakan riwayat perubahan status juga ikut tercermin secara otomatis.
Setelah PRD dibuat, jika HTML mockup juga disediakan bersama, maka dalam proses review akan lebih jelas bagi developer maupun desainer seperti apa bentuknya

Peran AI bukan menghasilkan versi final, melainkan menyediakan struktur pertama yang bisa ditinjau.
Saat berhadapan dengan dokumen kosong, pikiran mudah terpencar, tetapi jika sudah ada draf, bagian yang kurang dan yang janggal jadi lebih jelas, sehingga sangat membantu.
Melalui proses ini, waktu pembuatan dokumen perencanaan bisa dipangkas dari sehari menjadi sekitar 10 menit.

https://maily.so/makersnote/posts/d5rywnqnz1w

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.