Ini adalah proyek sampingan satu orang yang saya buat karena kesal harga BBM turun sehari setelah saya mengisi bensin.
Dengan data publik Opinet, kita bisa tahu "hari ini mana yang murah", tetapi tidak bisa tahu "harus isi hari ini atau menunggu". Jadi saya membuat model yang memprediksi perubahan harga 7 hari dengan menggabungkan variabel harga minyak internasional (WTI·Dubai)·kurs·pajak BBM ke harga harian 11,5 ribu SPBU di seluruh negeri sejak 2022, lalu menampilkannya setiap pagi dalam bentuk lampu lalu lintas. Bukan sekadar "sepertinya naik?", melainkan berbicara dalam nominal seperti "kalau menunggu, hemat sekitar 40 won per liter".
Desain intinya bukan modelnya, melainkan ini: layanan prediksi selesai kalau tidak bisa menjawab "kenapa saya harus percaya ini?". Karena itu, setiap hari prediksi kemarin dinilai otomatis dan rapornya dipublikasikan apa adanya di dalam aplikasi. Semuanya: lebih dari 30 ribu penilaian kumulatif, akurasi 99% untuk prediksi "tidak naik", sampai persentase rekomendasi "di sini murah" yang benar-benar murah. Kalau salah, pengguna bisa melihat angkanya turun, dan berkat itu saya juga jadi tidak bisa membuat model asal-asalan.
Arsitekturnya dibuat sederhana dengan prinsip biaya tetap 0 won:
CSV harian Opinet → DuckDB (time series 4,6 GB, lokal) → fitur → prediksi → penilaian → snapshot serving, otomatis penuh setiap hari pukul 07:30 dengan launchd
Serving memakai FastAPI + satu HTML vanilla JS (90 KB), hanya anggota·snapshot di Supabase, hosting Render paket gratis (mencegah sleep dengan ping UptimeRobot)
6.473 SPBU yang menerima mata uang lokal dihubungkan dari data publik Korea Minting and Security Printing Corporation dengan pencocokan koordinat 150 m + nama usaha
Satu hal yang bikin banyak menggali: suatu hari 57% SPBU diproses sebagai 'ditahan', jadi saya menyelidikinya dua hari. Ternyata "cut perubahan prediksi 40 won" yang saya pasang sebagai gerbang outlier adalah p75 dari distribusi realisasi. Artinya, 1 dari 4 kasus sedang diperlakukan sebagai outlier. Setelah dinaikkan ke p99.5, masalahnya selesai. Saya merasakan langsung bahwa ambang batas harus ditentukan dengan kuantil, bukan intuisi. (Catatan pengembangan detail: tautan velog)
Minggu lalu saya mengunggah satu tulisan di komunitas hemat, dan dalam dua hari 730 orang berkunjung; 82% pendaftar adalah komuter usia 30–40-an. Semua fitur bisa dipakai tanpa daftar akun dan semuanya gratis.
Ada banyak hal yang sedang saya pertimbangkan, seperti prediksi solar (saat ini hanya menyediakan pencarian) dan unit wilayah yang lebih granular daripada kota/kabupaten/distrik. Silakan coba, dan jika memberi masukan seperti "prediksi di lingkungan saya aneh", saya akan memperbaikinya sambil memverifikasi lewat rapor.
Belum ada komentar.