- Desain UI bisa ditingkatkan lebih cepat dan lebih terprediksi dengan menerapkan aturan logis yang konsisten saat mengambil keputusan tentang tata letak/jarak/tipografi/warna, dibanding mengandalkan selera artistik
- Dasarnya adalah mengelompokkan elemen terkait dengan ruang kosong, memakai bentuk yang sama untuk fungsi yang sama, serta membangun hierarki visual yang jelas lewat ukuran/warna/kontras/posisi
- Kurangi warna dekoratif dan border yang tidak perlu, dan gunakan warna secara selektif untuk menyampaikan apakah sesuatu bisa diinteraksikan seperti tautan dan tombol
- Sesuai standar WCAG 2.1 AA, elemen UI harus memiliki rasio kontras minimal 3:1, dan teks kecil minimal 4.5:1, serta perlu memberi petunjuk selain warna seperti garis bawah atau bentuk
- Gunakan satu typeface sans-serif dengan fokus pada bobot regular/bold, lalu terapkan x-height besar/sentence case/rata kiri/line-height 1.5 atau lebih agar keterbacaan dan konsistensi meningkat
Cara meningkatkan UI dengan aturan logis
- Desain UI mudah menjadi kompleks karena harus mempertimbangkan bukan hanya layout/jarak/tipografi/warna, tetapi juga kegunaan/aksesibilitas/psikologi
- Daripada memindahkan elemen berdasarkan intuisi sambil mencari tampilan yang enak dilihat, menerapkan sistem aturan yang bisa digunakan ulang memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berdasar
- Layar detail akomodasi sewa jangka pendek digunakan sebagai contoh untuk memperbaiki tampilan awal yang rumit dan sulit dipakai secara bertahap
- Tujuannya bukan menambahkan dekorasi brand, melainkan lebih dulu memastikan intuisi, aksesibilitas, dan kualitas visual dasar
1. Kelompokkan elemen terkait dengan ruang kosong
- Jika informasi dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang saling terkait, struktur layar akan lebih cepat dipahami dan diingat
- Ada empat cara untuk mengelompokkan elemen
- Menempatkannya dalam container yang sama
- Memperkecil jarak antar elemen yang saling terkait
- Menampilkannya dengan bentuk yang mirip
- Menyelaraskannya mengikuti garis yang berkesinambungan
- Container adalah petunjuk pengelompokan yang paling kuat, tetapi bisa menambah dekorasi yang tidak perlu di layar
- Ruang kosong dan alignment adalah cara yang lebih halus sekaligus menjaga layar tetap sederhana
- Dalam contoh, jarak antar konten diperbesar untuk membedakan kelompok informasi yang berbeda dengan jelas
2. Jaga bentuk dan perilaku tetap konsisten
- Elemen yang mirip harus terlihat dan bekerja serupa, bukan hanya di dalam produk, tetapi juga dibandingkan dengan produk lain yang sudah familier
- Perilaku yang dapat diprediksi mengurangi kebutuhan pengguna untuk mempelajari cara pakai dari awal setiap saat dan menurunkan kemungkinan kesalahan
- Pada contoh, ikon berisi penuh dan ikon outline bercampur, sehingga ikon berisi penuh bisa disalahartikan sebagai status terpilih
- Semua ikon diseragamkan dengan sudut membulat dan outline 2pt agar bobot visualnya seimbang
- Label teks ditambahkan untuk pengguna yang sulit memahami makna ikon saja dan untuk pengguna screen reader
- Elemen dengan bentuk yang sama akan diasumsikan bekerja dengan cara yang sama, jadi jika fungsinya berbeda, perlakuan visualnya juga harus berbeda
- Dalam contoh, container ikon yang tidak interaktif terlihat seperti tombol
Book now, sehingga warna biru dan gaya tombol dihapus
3. Buat hierarki visual yang jelas
- Tidak semua informasi memiliki tingkat kepentingan yang sama, sehingga elemen yang penting harus dibuat lebih menonjol
- Dengan mengatur ukuran/warna/rasio kontras/jarak/posisi/kedalaman, pengguna bisa memindai layar dengan cepat dan menemukan area yang relevan
- Squint Test adalah cara memeriksa apakah elemen penting dan fungsi layar tetap terlihat saat mata disipitkan atau layar dibuat kabur
- Pada tampilan awal, banyak elemen bersaing dengan kekuatan visual yang mirip, sementara tombol aksi utama di kiri bawah hampir tidak terlihat
- Tombol utama diubah menjadi elemen paling menonjol di layar dengan memberi warna latar berkontras tinggi dan huruf tebal
- Deskripsi isi terlalu ditegaskan dibanding tingkat kepentingannya, sehingga warna dan tipografinya kemudian disesuaikan untuk menurunkan hierarkinya
4. Hapus dekorasi yang tidak perlu
- Garis/warna/latar/animasi yang tidak menyampaikan makna atau mengelompokkan elemen dapat mengalihkan perhatian dan meningkatkan beban kognitif
- Ruang kosong putih dan border di sekitar gambar contoh dihapus karena tidak diperlukan untuk menyampaikan informasi
- Dengan mengurangi elemen dekoratif, layar menjadi lebih sederhana dan lebih mudah difokuskan pada informasi serta tindakan utama
5. Beri peran yang jelas pada warna
- Lebih aman menggunakan warna secara terbatas untuk menyampaikan makna daripada sebagai dekorasi
- Pendekatan yang efektif adalah memulai dari hitam-putih lalu menambahkan warna hanya di tempat yang diperlukan
- Jika warna brand diterapkan pada elemen interaktif seperti tautan teks dan tombol, akan lebih mudah mengajarkan apa yang bisa diklik
- Pada elemen seperti kartu yang bentuknya sendiri sudah menunjukkan kemungkinan interaksi, warna tidak selalu perlu ditambahkan
- Judul biru dan rating bintang pada contoh adalah elemen noninteraktif, tetapi terlihat seolah bisa diklik, sehingga warnanya dihapus
- Hasilnya, perbedaan antara elemen interaktif dan informasi biasa menjadi lebih jelas
6. Terapkan rasio kontras 3:1 atau lebih pada elemen UI
- Rasio kontras menyatakan perbedaan kecerahan yang dirasakan antara dua warna dalam skala
1:1hingga21:1 - Dalam standar WCAG 2.1 AA, elemen UI seperti field formulir/ikon/tombol memerlukan rasio kontras minimal 3:1
- Panah di atas foto pada contoh bisa sulit terlihat tergantung gambar latarnya
- Ikon abu-abu dan latar putih tidak transparan diterapkan agar rasio kontras terjaga terlepas dari foto
- Saat container latar ditambahkan, area yang bisa ditekan juga menjadi lebih besar dan jelas
- Tombol utama pada tampilan awal juga kurang kontras terhadap latarnya sehingga pengguna low vision sulit membedakan bentuk tombol
- Dengan menaikkan rasio kontras tombol ke 3:1 atau lebih, aksesibilitas dan hierarki visual sama-sama membaik
- Rasio kontras bisa diukur dengan WebAIM Contrast Checker atau Contrast Figma plugin
7. Terapkan rasio kontras yang cukup pada teks
- Standar WCAG 2.1 AA menuntut rasio kontras yang berbeda tergantung ukuran dan bobot teks
- Teks kecil berukuran 18px ke bawah memerlukan minimal 4.5:1
- Teks tebal di atas 18px atau teks regular di atas 24px memerlukan minimal 3:1
- Penanda jumlah foto kurang kontras terhadap latar, sehingga opasitas container abu-abu ditingkatkan dan bayangan teks ditambahkan
- Teks lokasi terlalu terang dan bobot hurufnya juga terlalu tipis, sehingga diubah menjadi abu-abu yang lebih gelap
- Meski memenuhi standar rasio kontras, font yang terlalu tipis tetap bisa sulit dibaca, jadi bobotnya juga harus disesuaikan secara terpisah
8. Jangan bedakan status hanya dengan warna
- Pengguna dengan gangguan penglihatan warna bisa kesulitan membedakan kombinasi warna tertentu atau bahkan tidak mengenali warna itu sendiri
- Makna/status/kemungkinan interaksi tidak boleh disampaikan hanya lewat warna
- Tautan
Reviewspada contoh tidak bisa dibedakan dari teks biasa jika warna birunya dihapus - Dengan menambahkan garis bawah, tautan tetap bisa dikenali meski warna tidak terlihat
9. Gunakan satu typeface sans-serif
- Typeface adalah kumpulan font dengan gaya umum seperti Helvetica, sedangkan variasi ukuran dan bobot seperti bold/regular adalah font individual
- Untuk antarmuka, pilihan yang aman umumnya adalah menggunakan satu typeface sans-serif yang mudah dibaca, netral, dan sederhana
- Typeface serif dekoratif pada judul contoh sulit dibaca dan bisa tidak selaras dengan foto akomodasi atau nuansa layanannya
- Dengan menyeragamkannya ke typeface sans-serif yang sama seperti isi teks, kegunaan dan konsistensi visual meningkat
10. Pilih typeface dengan x-height besar
- Typeface dengan x-height besar yang menunjukkan tinggi huruf kecil, serta jarak antarhuruf yang cukup, cenderung mudah dibaca bahkan pada ukuran kecil
- League Spartan pada contoh memiliki x-height yang relatif rendah
- Dengan menggantinya ke Inter yang punya x-height lebih besar, keterbacaan teks isi berukuran kecil meningkat
11. Batasi penggunaan huruf kapital
- Orang cenderung membaca cepat dengan mengenali bentuk keseluruhan kata, bukan tiap huruf satu per satu
- Kata yang ditulis seluruhnya dengan huruf kapital menjadi mirip bentuk persegi panjang, sehingga lebih sulit dibaca karena huruf harus diperiksa satu-satu
- Informasi lokasi diubah dari all caps menjadi sentence case, sehingga hanya kata pertama dan nama diri yang diawali huruf kapital
- Huruf kapital penuh sebaiknya digunakan secara terbatas, kecuali untuk ekspresi pendek yang benar-benar perlu penekanan
12. Gunakan hanya bobot regular dan bold
- Walau satu typeface menyediakan banyak bobot, memakai semuanya akan menambah noise visual di layar dan sulit dikelola secara konsisten
- Lebih baik menjaga design system tetap sederhana dengan berfokus pada regular dan bold
- Gunakan bold untuk judul dan teks yang ingin ditekankan
- Gunakan regular untuk teks kecil biasa
- Jika bold terasa terlalu berat, bisa diganti dengan semi-bold
- Bobot yang sangat tipis atau sangat tebal sebaiknya dipakai terbatas hanya pada judul besar, bukan teks kecil
- Teks lokasi pada contoh memakai bobot light, sehingga tetap bisa sulit dibaca walau rasio kontrasnya sudah ditingkatkan
- Mengubahnya ke regular meningkatkan keterbacaan sekaligus mengurangi ragam bobot yang digunakan
13. Hindari teks hitam murni
- Hitam murni menciptakan kontras yang sangat tinggi dengan latar putih dan bisa meningkatkan kelelahan mata saat membaca lama
- Pada latar putih, lebih aman memakai abu-abu gelap alih-alih hitam murni
- Beberapa elemen hitam pada contoh diubah menjadi abu-abu gelap untuk menyesuaikan keterbacaan
- Pada deskripsi akomodasi yang terlalu menonjol dibanding tingkat kepentingannya, abu-abu yang lebih terang diterapkan untuk menurunkan hierarki visualnya
14. Ratakan teks panjang ke kiri
- Bahasa Inggris dibaca dari kiri ke kanan dan orang cenderung memindai layar dengan pola huruf F, sehingga rata kiri adalah yang paling stabil
- Judul atau kalimat pendek masih bisa dibaca cepat meski dirata tengah
- Jika teks panjang dirata tengah, posisi awal tiap baris berbeda-beda sehingga sulit menemukan baris berikutnya
- Rata kiri-kanan dan rata tengah bisa membuat teks panjang lebih sulit dibaca, terutama bagi pengguna dengan gangguan kognitif
- Deskripsi akomodasi pada contoh diubah dari rata tengah ke rata kiri agar juga konsisten dengan teks di atasnya
15. Atur line-height isi teks ke 1.5 atau lebih
- Line-height adalah jarak vertikal antara dua baris teks
- Jarak antarbaris yang tepat membantu mengurangi pembacaan ulang pada baris yang sama dan membuat teks panjang lebih nyaman dibaca
- Line-height untuk teks isi memerlukan minimal 1.5 (150%), dan umumnya rentang 1.5~2 adalah yang sesuai
- Dalam contoh, line-height dinaikkan dari 1 (100%) ke 1.5 (150%) untuk meningkatkan keterbacaan
Hasil revisi dan prinsip penerapan
- Dengan menerapkan 16 aturan secara berurutan, tampilan yang semula kompleks diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana, mudah dibaca, dan aksesibel
- Dekorasi yang sesuai karakter brand bisa ditambahkan nanti, tetapi dasar seperti struktur informasi/pembedaan interaksi/rasio kontras/tipografi harus dibenahi lebih dulu
- Dengan memakai aturan objektif alih-alih selera subjektif, UI yang intuitif dan aksesibel bisa dirancang lebih cepat
- Aturan yang diterapkan berulang akan perlahan menjadi fondasi alami dalam alur kerja desain, dan di atasnya cara ekspresi serta dekorasi baru bisa dieksplorasi
Belum ada komentar.