Mengapa Atlassian menggunakan PaaS internal untuk mengelola akses AWS karyawan
(blog.developer.atlassian.com)Lebih dari 1.000 layanan di-host melalui PaaS bernama Micros.
Mencakup semuanya, mulai dari kode yang dibuat di hackathon hingga produk flagship yang benar-benar digunakan.
Ini adalah layanan yang sangat penting, tetapi sebenarnya dikonfigurasi secara sederhana.
-
Image Docker: logika layanan
-
YAML yang berisi deskripsi layanan
== Mendefinisikan resource yang dibutuhkan seperti DB, queue, cache, dll.
== Berbagai pengaturan seperti karakteristik autoscaling
Semua pekerjaan lainnya ditangani oleh Micros
= Log Aggregation, Monitoring, Alert
= Multi-AZ, pengaturan backup/restore/retention, dll.
Tidak banyak bagian yang dikembangkan sendiri, dan sebagian besar memanfaatkan fitur AWS.
** Alasan membangun PaaS seperti ini
-
Integrasi dengan alat dan proses standar internal mempermudah pengembangan
-
Perubahan yang perlu diterapkan secara luas ke berbagai layanan menjadi lebih sederhana dan dapat diprediksi
-
Keahlian khusus dari sejumlah kecil engineer berlipat ganda efeknya (multiplied)
( Tidak banyak ahli PostgreSQL di internal, tetapi jika diterapkan hanya di Micros, seluruh perusahaan ikut merasakan manfaatnya )
-
Upaya kecil untuk meningkatkan platform dapat berdampak ke seluruh perusahaan
-
Fitur-fitur baru AWS juga dapat ditambahkan secara bertahap sambil tetap menjaga keamanan dan kepatuhan yang sudah ada.
Tentu saja pendekatan ini tidak sepenuhnya bagus; sulit untuk bereksperimen dengan fitur AWS baru, dan ada juga kasus ketika tool pihak ketiga lain tidak terintegrasi dengan Micros. Karena itu, mereka membuat proses internal untuk menambahkan fitur ke PaaS.
PaaS ini bukan penghalang antara engineer internal dan AWS, melainkan membantu menampilkan lebih banyak infrastruktur AWS. Mereka akan terus mengembangkannya
1 komentar
Tulisannya sangat panjang, jadi saya hanya mengutip beberapa bagiannya.
Kalau Anda mengelola AWS di organisasi yang agak besar, saya sarankan membacanya pelan-pelan.
Dulu saya dengar KTH dan Daum juga menggunakan pendekatan serupa dengan membangun cloud internal (kalau tidak salah OpenStack) lalu memakainya.
Cara melapisi AWS dengan lapisan tipis seperti ini juga tampaknya bagus.