JSweet - Transpiler Java ke JavaScript
(jsweet.org)-
Alat yang memungkinkan pengembangan aplikasi web dengan kode Java
-
Java → TypeScript → JavaScript
-
Mendukung penggunaan JSweet + jQuery/Angular2/ThreeJS/NodeJS dan lainnya
-
Dengan J4TS, API Java juga dapat digunakan apa adanya
-
Menyediakan plugin Eclipse/Maven/Gradle
-
Mendukung EcmaScript 3~6 serta modul
5 komentar
Meski tidak berhubungan langsung dengan topiknya, setiap kali melihat pendekatan seperti ini saya jadi merasa bahwa hasrat untuk ingin melakukan semuanya dengan satu bahasa memang terus berlanjut tanpa henti, haha.
Di kubu ms/.NET juga sejak dulu sudah banyak upaya untuk memungkinkan semuanya dilakukan hanya dengan C#, dan sekarang itu berlanjut lagi lewat Blazor (to wasm).
Node.js bahkan sejak awal seperti bilang, enak kan kalau pengembangan server dilakukan dengan JavaScript!
Kalau dipikir-pikir, pada akhirnya memang js yang jadi rajanya ya ^^;
Sebaliknya, bukankah ini juga mengandung arti bahwa
jsmemang bahasa yang sebegitu tidak disukai untuk digunakan, bahkan lebih daripadajava? Intinya, karena tidak suka menulis langsung denganjs, orang menulis dengan bahasa lain lalu mentranspilasikannya kejs.Sepertinya benar bahwa browser web adalah OS masa depan.
Sudah agak basi, tapi satu meme singkat... wkwk
https://xkcd.com/1508/
Sekarang, kalau browser web punya cukup waktu dan biaya, rasanya hampir tidak ada lagi yang tidak bisa dijalankan di sana.