Flutter 2.0 dirilis
(medium.com)- Dari framework mobile menjadi framework portabel: perluasan platform yang didukung
→ Web: mendukung PWA dan SPA, mengubah aplikasi mobile Flutter yang sudah ada ke web (berbagi kode)
→ Hingga desktop, perangkat foldable, dan perangkat embedded
→ iOS: peningkatan performa, widget Cupertino yang mengimplementasikan UIKit secara mirip, build IPA tanpa membuka Xcode
-
Penerapan Sound Null Safety di Dart: kecuali dinyatakan lain, default-nya adalah Non-Nullable
-
Google Mobile Ads SDK dirilis: menambahkan inline banner dan native banner ke format overlay yang sudah ada
-
Widget Autocomplete, ScaffoldMessenger
-
Peningkatan Add-to-App untuk menambahkan Flutter ke aplikasi yang sudah ada, meminimalkan penggunaan memori saat menambahkan multi-instance
-
Penambahan Flutter Fix: menemukan dan memberi tahu kode yang bermasalah saat API ditambahkan/diperbaiki/dihapus
-
Peningkatan Flutter DevTools
-
Fitur baru Flutter 2 juga ditambahkan ke Android Studio serta ekstensi IntelliJ/VSCode
-
DartPad juga mendukung Flutter 2
-
Pembaruan ekosistem
→ Plugin Firebase telah menerapkan Null Safety dan mencapai kualitas production
→ Sentry SDK for Flutter yang baru
3 komentar
Sepertinya Dart memang bahasa yang menarik. Dari tidak adanya pembicaraan soal dukungan bahasa lain di 2.0, begitu kelihatannya
Keunggulan Dart adalah ia sama-sama kuat untuk VM dan kompilasi AOT, jadi kemungkinan tidak akan mudah beralih ke bahasa lain.
Di tulisan pengantar Flutter 2 di https://developers.googleblog.com/2021/03/announcing-flutter-2.html,
memang disebutkan bahwa skalabilitas Flutter berasal dari Dart.
Tapi saya juga tidak pernah benar-benar terbiasa dengan Dart.. ^^;