Platform Java Modern - Edisi 2021
(jamesward.com)Kondisi platform Java saat ini
-
3 bahasa pemrograman Top-20: Java, Scala, Kotlin
-
Alat pengembangan yang profesional dan matang: IntelliJ IDEA/VS Code, Gradle/Maven/sbt
-
Framework yang produktif: Spring Boot, Micronaut, Quarkus, Play, ZIO
-
Reactive Request: R2DBC, sttp, Quill
-
Reactive Event-Driven / Streaming: Akka, ZIO streams/Flink//ksqlDB/Spark
-
Command Query Responsibility Segregation (CQRS), Event Sourcing (ES), Conflict-free Replicated Data Types (CRDTs)
-
Containers: Dockerfile/Jib/Buildpacks, image berbasis OpenJDK (AdoptOpenJDK), Distroless Java image
-
Spring Boot Containerization, Micronaut Containerization (Gradle | Maven), Quarkus Containerization
-
Serverless dan menghindari overhead JVM: GraalVM Native Image
-
Fear, Uncertainty, Doubt, and Governance: OpenJDK adalah proyek open source resmi dengan struktur tata kelola multi-vendor/terdistribusi (dalam banyak hal mirip dengan lingkungan pemrograman open source lainnya)
-
The Future: ekosistem Java terus berinovasi ke berbagai arah. Dari sisi bahasa, Java, Kotlin, dan Scala bergerak ke arah yang berbeda, tetapi dampaknya sampai tingkat tertentu tetap dibagikan bersama
-
Sebagai contoh
→ Pattern matching di Scala adalah salah satu yang terbaik di antara bahasa pemrograman, sehingga ini membantu mendorong pattern matching yang lebih baik di Kotlin dan Java
→ JVM telah menunjukkan inovasi luar biasa dalam garbage collection dan performa
→ Jika Project Loom (fiber dan continuation di atas JVM) menjadi lebih matang, Reactive Programming akan menjadi lebih mudah
→ GraalVM adalah teknologi yang luar biasa
→ Netty sudah mulai mengerjakan dukungan io_uring (system call Linux yang sepenuhnya asinkron)
→ Data terdistribusi melalui CRDT dan CQRS mulai mendapatkan momentum di proyek seperti Cloudstate
Belum ada komentar.