Penjelasan dan Pengalaman Menggunakan Copilot
(medium.com)-
Copilot adalah layanan yang mengomersialkan Codex, yang dibuat berdasarkan GPT-3
-
Pelatihan dilakukan menggunakan dataset 159GB yang diekstrak dari 54 juta repo di GitHub
-
Dibuat 164 benchmark dataset, dan Codex menyelesaikan 28,8% di antaranya
-
Sangat bagus dalam menyelesaikan soal algoritma seperti masalah di LeetCode
-> Kemungkinan karena ada banyak repo di GitHub yang mengunggah pembahasan soal algoritma, lalu itu dipelajari
Beberapa tulisan terkait Copilot sempat muncul, ya.
-
GitHub CoPilot - AI pair programmer https://id.news.hada.io/topic?id=4526
-
GitHub Copilot : kesan pertama https://id.news.hada.io/topic?id=4639
Kali ini ada rekan kantor yang menulis artikel terkait Copilot, dan karena hanya saya yang punya akun Copilot Preview, saya sedikit membantu di komputer saya.
Saat mencoba-coba untuk mengetesnya, ada hal yang membuat saya terkejut: saya memasukkan 3 soal coding, dan langsung keluar jawaban yang lolos.
Salah satunya adalah soal dari Baekjoon yang saya masukkan setelah diterjemahkan dengan penerjemah, dan tetap keluar jawaban yang benar.
Saya jadi berpikir, mungkin akan ada juga yang memakainya untuk curang dalam tes coding online...
Kesimpulan saya setelah menempelkannya ke VSCode dan memakainya selama sebulan adalah:
-
Cocok dipakai saat mengembangkan sesuatu dalam bahasa atau environment yang hanya kira-kira kita pahami.
-> Saat mengembangkan React, ada sesuatu yang harus saya lakukan dengan menerima
e.target.value, lalu muncul rekomendasi sekitar 20 karakter. Saya menekan Tab untuk autocomplete, dan hasilnya persis seperti yang saya inginkan.-> Tentu saja saya cukup curiga, jadi saya cek ke StackOverflow, dan ternyata rekomendasi itu memang akurat.
-
Kalau bahasanya atau lingkungannya sudah sangat kita kuasai, rekomendasinya tidak selalu optimal sehingga bisa terasa mengganggu.
-
Ada kekhawatiran apakah aman karena code akan dikirim untuk inference, tetapi saya berpikir, "Memangnya mau diapakan hanya dengan code yang ada di tiap file?" jadi saya tetap memakainya.
12 komentar
https://www.youtube.com/watch?v=a9349pRiCRk
Ada juga pendapat seperti ini.
Setelah melihat ini, minat saya langsung turun drastis.
Saya kurang paham soal hak cipta kode, jadi saya ingin bertanya: jika kode yang dilindungi hak cipta hanya diubah sedikit, misalnya hanya mengganti nama variabel atau nama fungsi lalu dipakai, apakah itu termasuk pelanggaran lisensi?
Ya. Itu pelanggaran.
Menurut saya, yang lebih penting dalam hak cipta kode bukan apakah kodenya benar-benar identik, melainkan... dari mana asal kode tersebut?
Untuk lisensi MIT atau Apache, mengambil lalu mengubahnya sebelum digunakan mungkin tidak akan menjadi masalah besar...
Jika kode yang direkomendasikan oleh Copilot ternyata sama dengan kode berlisensi GPL...
lalu pengembang mengubah sebagian kodenya dan memasukkannya ke dalam proyek yang sedang dikembangkan...
kalau dilihat dari lisensi GPL, bukankah itu berarti seluruh source code proyek tersebut harus dibuka?
Setahu saya, jika menggunakan kode berlisensi GPL, maka jika seluruh kode yang menggunakannya tidak dibuka, itu akan dianggap sebagai pelanggaran lisensi GPL.
Kalau menulis satu contoh ekstrem seperti skenario fiksi...
misalnya sebuah perusahaan sedang mengembangkan solusi, lalu pengembangnya memakai Copilot, dan sialnya kode yang direkomendasikan ternyata adalah kode dari tempat berlisensi GPL yang dipelajari AI lalu dikeluarkan begitu saja...... maka bisa saja muncul isu bahwa seluruh kode solusi perusahaan itu harus dibuka, atau semacamnya.
Yang saya penasaran, kalau begitu ketika pengguna memakai kode yang dikeluarkan Copilot setelah sedikit dimodifikasi, adakah cara untuk mendeteksinya? Meski I/O dan fungsinya sama, gaya kodenya bisa sangat beragam, jadi saya penasaran bagaimana plagiarisme kode seperti itu ditemukan (apakah ada metodologi untuk membandingkannya satu sama lain dengan referensi, seperti dalam gugatan plagiarisme musik?)
Yah, entahlah. Soal bagaimana memverifikasi kemiripan dan sampai sejauh mana kode bisa dianggap sama, saya juga tidak begitu tahu standar penilaiannya haha
Tulisan terkait juga sempat naik di GeekNews
https://id.news.hada.io/topic?id=4659
Di video YouTube tersebut memang dibahas soal hak cipta, tapi melihat tidak ada penyebutan sumber atau hak cipta untuk cuplikan materi di videonya sendiri (berita, film animasi, dll.), rasanya ini memang hal yang sangat sulit ya.
Hak cipta atas berita/komik dalam video yang Anda tunjuk itu ... adalah masalah yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak yang menulisnya (orang yang membuat/menyebarkan video tersebut)..
Masalahnya adalah, saat menggunakan Copilot, bagaimana jika kode yang terkena hak cipta ikut masuk ke dalam kode saya.
Saya cuma memakai alat, tetapi program yang saya kembangkan bisa saja terseret ke gugatan hak cipta.
Saya juga ingin mencobanya, tapi kira-kira kapan saya bisa mendapat alokasinya ya
+1 Saya juga terus menunggu.
Setahu saya, makin sering menggunakan Github, makin cepat mendapatkannya.
Kebetulan repo yang saya buat terburu-buru tahun lalu karena COVID malah mendapat lebih dari 100 bintang. Mungkin karena itu, kalau saya mendaftar untuk Copilot maupun GitHub Codespaces, saya lumayan sering terpilih.