Bagaimana penilaian ESG melesat dengan AI?
(blog.naver.com)-
Menurut Global Sustainable Investment Alliance (GSIA), skala investasi ESG meningkat dari sekitar 2京7281 triliun won (US$22,8390 miliar) pada 2016, menjadi sekitar 3京6651 triliun won (US$30,6830 miliar) pada 2018, dan sekitar 4京2167 triliun won (US$35,3010 miliar) tahun lalu
-
Seiring investasi ESG menjadi semakin aktif, informasi ESG juga makin penting
→ Contohnya adalah status pengelolaan ESG perusahaan dan respons pasar terhadapnya
→ Laporan ESG perusahaan, pemberitaan media terkait ESG, dan unggahan media sosial memuat isi tersebut
→ Peringkat atau skor ESG juga merupakan salah satu bentuk informasi ESG
→ Belakangan ini, informasi ESG dikumpulkan dan dianalisis dengan teknologi AI seperti pemrosesan bahasa alami, machine learning, dan computer vision untuk dimanfaatkan dalam penilaian ESG
- Perusahaan AS, Sensefolio
→ Dengan algoritme deep learning, perusahaan ini menelusuri topik terkait ESG dalam pemberitaan media, siaran pers, unggahan media sosial, laporan perusahaan, dan lain-lain, lalu menganalisis teksnya
→ Dengan teknologi pemrosesan bahasa alami, perusahaan ini mengidentifikasi topik, konten positif/negatif, serta objektivitas dan subjektivitas korpus dan teks
- Perusahaan Swiss, RepRisk
→ Meneliti media cetak, media online, media sosial, lembaga pemerintah, regulator, think tank, newsletter, dan lain-lain
→ Menganalisis data dengan machine learning untuk membantu mengidentifikasi insiden risiko terkait secara otomatis
→ Setiap insiden risiko secara otomatis diberi tag ke semua entitas seperti perusahaan terkait, proyek, dan isu ESG berdasarkan prediksi model machine learning
- Perusahaan Tiongkok, WeBank
→ Mengumpulkan dan menganalisis informasi ESG dari citra satelit dengan teknologi computer vision dan machine learning
→ Dari sini, perusahaan meneliti dampak lingkungan suatu perusahaan
Belum ada komentar.