10 poin oleh xguru 2021-12-23 | 3 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Saat membuat pustaka SVG untuk bahasa Zig, akhirnya dibuat format vektor sendiri

  • Saat ini, sebagian besar grafis vektor menggunakan SVG

→ Namun, implementasi pustaka SVG baru sulit dilakukan

⇨ Karena SVG dibangun di atas XML/CSS/ECMAScript dan lainnya

⇨ Selain itu, SVG sendiri terlalu kompleks, sehingga gambar dapat terlihat berbeda di tiap implementasi

→ Terutama jika menyertakan , hasilnya berbeda tergantung sistem

⇨ Karena itu, belakangan ini digunakan cara pintas dengan mengubah semua teks menjadi Path

  • TinyVG memiliki 95% fitur yang benar-benar dibutuhkan dari SVG

→ Tidak mencakup animasi, scripting, sumber daya eksternal, struktur dokumen hierarkis, dan sebagainya

  • Tujuan desain

→ Encoding biner yang ringkas (lebih kecil dari SVG)

→ Mendukung berbagai platform: GPU(Game), CPU(aplikasi desktop), Web, Embedded

→ Subset dari SVG

→ Dapat digunakan untuk berbagai keperluan: ikon aplikasi/toolbar, grafik dan diagram, komik/gambar, dll.

→ Implementasi sederhana

  • Mencapai ukuran 40% dari SVG yang telah dioptimalkan

3 komentar

 
kbumsik 2021-12-23

Hmm, saya tetap berharap ini menggunakan encoding teks.

 
cometkim 2021-12-23

Ada juga ThorVG yang digunakan di Tizen (singkatannya jadi sama ya wkwk;)

https://github.com/Samsung/thorvg

 
xguru 2021-12-23

Tapi justru situs utamanya, https://tinyvg.tech/, sedang down.

Fakta bahwa SVG itu kompleks sudah dikenal luas, dan memang ada berbagai alternatif yang bermunculan.