19 poin oleh jujumilk3 2022-10-15 | 6 komentar | Bagikan ke WhatsApp

Eksperimen memainkan game ping-pong melalui otak buatan kecil yang dibudidayakan dari sekitar 800 ribu sel otak manusia berhasil dilakukan

Gumpalan sel otak hasil kultur buatan diletakkan di atas lembaran yang dipasangi beberapa elektroda, lalu informasi game dikirimkan ke sel-sel otak melalui rangsangan listrik lemah

Pertama, area tempat sel otak dan lembaran elektroda bersentuhan dibagi menjadi beberapa bagian.
Pada area tertentu, rangsangan listrik diberikan sesuai posisi bola yang bergerak di layar game,
dan area lain dialokasikan sebagai wilayah untuk menggerakkan paddle.
Dengan cara ini, sel-sel otak dapat mengetahui hubungan posisi bola dan paddle.

Lalu, ketika aktivitas saraf sel otak terdeteksi dari elektroda di area paddle,
paddle diatur agar bergerak ke arah tersebut.
Selain itu, jika bola berhasil ditepis dengan paddle, rangsangan listrik yang teratur diberikan ke sel-sel otak,
dan jika meleset, diatur agar rangsangan listrik yang tidak teratur dikirimkan.

Tampaknya sel-sel otak hasil kultur buatan lebih menyukai rangsangan listrik yang teratur daripada yang tidak teratur,
karena setelah 5 menit sejak eksperimen dimulai, mereka mampu menggerakkan paddle dengan tepat mengikuti pergerakan bola.
Setelah 20 menit berlalu, mereka menjadi mampu menerima bola dengan terampil seperti manusia.

6 komentar

 
budlebee 2022-10-17

Eksperimen yang menarik. Daripada menafsirkannya sebagai memiliki kesadaran, ini lebih seperti membuat rangkaian yang tersusun dari materi organik.

 
dbs0829 2022-10-17

Sungguh mengejutkan bahwa pembelajaran bisa terjadi hanya dengan sel otak dan rangsangan listrik saja;;

 
alstjr7375 2022-10-15

Apakah ini Matrix jadi kenyataan..

 
arbans1 2022-10-15

Wah.. seram ya..

 
idunno 2022-10-15

Apakah ini rangkaian jaringan saraf biologis. Ngeri juga.

 
jujumilk3 2022-10-15

Hal yang menakutkan dari eksperimen ini adalah tampaknya eksperimen yang biasa disebut "otak di dalam toples" menjadi mungkin.
Semesta bagi sel-sel otak itu adalah ruang dua dimensi + satu paddle dan satu bola, dan entah kenapa rasanya itu tidak jauh berbeda dari keadaan kognitif kita saat ini.