6 poin oleh ironlung 2022-11-07 | Belum ada komentar. | Bagikan ke WhatsApp

Antarmuka otak-komputer (Brain Computer Interface, BCI) digunakan tidak hanya di bidang rehabilitasi, tetapi juga untuk manajemen fokus, pengukuran stres, headset AR/VR, dan kontrol perangkat IoT. Teknologi ini diwujudkan dalam bentuk wearable. AI berperan penting dalam proses kerja BCI dengan menafsirkan sinyal otak dan mengubahnya menjadi perintah.

  1. Wearable ‘Crown’ dari perusahaan BCI AS Neurocity
  • Mengidentifikasi tingkat fokus dengan EEG dan AI
  • Saat pengguna mengenakan Crown di kepala, perangkat ini membaca gelombang otak dan mendeteksi ‘saat pengguna sedang benar-benar fokus’
  • Sensor EEG pada produk ini mendeteksi gelombang gamma yang berasal dari otak
  • Ketika fokus pengguna meningkat, sensor EEG mendeteksi lebih banyak gelombang gamma
  • Ketika fokus menurun, sensor ini mendeteksi lebih sedikit gelombang gamma
  • Berdasarkan hal ini, Crown menilai tingkat fokus pengguna
  • Crown mengenali ‘musik mana yang paling efektif’ untuk membantu ‘pengguna masuk ke kondisi fokus mendalam’, lalu memutarkan musik tersebut
  1. Earbud ‘Emotiv MN8’ dari perusahaan BCI AS Emotiv
  • Mengukur dan menganalisis tingkat stres serta perubahan perhatian dengan EEG dan algoritme machine learning miliknya sendiri
  • MN8 dilengkapi sensor otak, elektroda referensi, dan sensor gerak multi-sumbu
  • Saat pengguna memasang earbud di telinga, perangkat ini melacak dan memantau pola otak secara real-time
  • MN8 mendeteksi saat pengguna mengalami kelelahan mental, kehilangan fokus, atau sedang tenggelam dalam pekerjaan
  • Perangkat ini menyediakan data aktivitas otak untuk membantu pengguna memahami ‘kapan, di mana, dan bagaimana mereka bekerja paling baik’
  • Ini memungkinkan kuantifikasi ‘situasi saat otak pengguna melewati ambang dari beban kognitif ke kelebihan beban kognitif’
  • MN8 juga dapat menunjukkan ‘bagaimana perhatian pengguna berubah sepanjang hari’
  1. Sensor wearable dari perusahaan BCI Prancis NextMind
  • Mendeteksi aktivitas otak dengan EEG dan algoritme machine learning, lalu menafsirkannya dan mengubahnya menjadi perintah digital
  • Dengan demikian, pengguna dapat dengan mudah mengendalikan komputer, headset augmented reality (AR)/virtual reality (VR), dan perangkat Internet of Things (IoT) hanya dengan pikiran
  • Sensor dapat dipasang pada headband, topi, headset AR/VR, dan lainnya
  • Cara kerja: pengguna memasang sensor di bagian belakang kepala lalu melihat layar -> mata memproyeksikan gambar tertentu yang muncul di layar ke korteks visual -> pada saat ini elektroda EEG yang terpasang pada sensor mendeteksi aktivitas otak di korteks visual -> algoritme machine learning menafsirkan aktivitas otak dan mengenali fokus visual pengguna -> informasi ini dikirim kembali ke komputer secara real-time -> hasilnya, perangkat digital beroperasi sesuai pikiran pengguna, seperti memutar video di layar atau menaikkan volume

Belum ada komentar.

Belum ada komentar.