VeraPort: perangkat lunak manajemen aplikasi Korea yang tidak berfungsi dengan semestinya
(palant.info)Terjemahan bahasa Korea: https://github.com/alanleedev/KoreaSecurityApps/…
Daftar isi
- Ringkasan temuan
- Cara situs web bank mendistribusikan aplikasi
- Cara kerja Wizvera VeraPort
- Perlindungan dari kebijakan berbahaya
- Celah dalam keamanan
- Kurangnya perlindungan data saat transmisi
allowedDomainsyang disetel terlalu luas- Siapa yang memegang kunci penandatanganan?
- Otoritas sertifikasi
- Eksploit yang menggabungkan celah-celah tersebut
- Menggunakan file kebijakan yang sudah ada dari situs web berbahaya
- Menjalankan biner berbahaya
- Menghapus petunjuk visual
- Kebocoran informasi: aplikasi lokal
- Kerentanan server web
- Pemisahan respons HTTP (Response Splitting)
- XSS persisten melalui service worker
- Melaporkan masalah
- Apa yang telah diperbaiki
- Masalah yang masih tersisa
Ini adalah tulisan terakhir (untuk sementara?) dalam seri tentang aplikasi keamanan Korea.
Berbeda dengan aplikasi sebelumnya, tampaknya banyak masalah yang ditemukan sudah diperbaiki sebelum tulisan ini dipublikasikan.
Namun, masih ada juga masalah struktural yang tetap tersisa.
3 komentar
Memalukan.
Sebagai referensi, laporan dalam negeri mengenai insiden pada bagian akhir artikel utama, ketika KrCERT secara tidak sengaja membocorkan alamat email beberapa pakar keamanan, adalah sebagai berikut.
Padahal yang bersikap seperti itu adalah KrCERT (KISA Internet Protection Nara), lembaga yang katanya menjaga keamanan negara dan rakyat, jadi bisa dibayangkan bagaimana lembaga pemerintah/publik lainnya....
Dalam situasi seperti ini, memalukan rasanya masih membanggakan diri sebagai negara adidaya digital