- Perjalanan sebuah proyek untuk membuat game platformer 2D di mana pemain mendesain level mereka sendiri dan AI menghasilkan gambar render.
- Mencoba menghasilkan gambar dengan memanfaatkan ControlNet Depth mode pada model yang dilatih dengan gambar piksel dari gambar blok yang digambar, tetapi hasilnya tidak bagus.
- Beralih ke Scribble mode dan terus menyempurnakan prompt untuk mendapatkan hasil yang sedikit lebih baik.
- Karena tile tidak perlu berulang, model diganti dari model piksel ke model ilustrasi anak-anak, dan didapatkan gambar bergaya ilustrasi yang tidak berulang.
- Hasilnya tampak cukup baik, tetapi karena keterbatasan Scribble mode, terlalu sering muncul gambar yang tidak jelas mana yang merupakan tanah.
- Kembali lagi ke Depth mode, tetapi setelah menambahkan pijakan putih di atas blok, diperoleh gambar dengan tanah yang selalu terbedakan jelas sehingga pemain bisa berdiri di atasnya.
- Namun, meskipun prompt disesuaikan, yang didapat hanya latar belakang yang monoton.
- Untuk mengatasinya, elemen seperti pijakan, blok, pilar blok, dan latar belakang dipisahkan lalu kedalamannya disesuaikan, sehingga diperoleh gambar dengan kualitas yang jauh lebih tinggi.
- Terakhir, setelah blok diubah dari bentuk persegi menjadi bentuk yang bergelombang, diperoleh gambar akhir yang terasa seperti dunia nyata karena tanahnya tidak berbentuk kotak.
- Karena memiliki depth map, dunia dipisahkan berdasarkan depth map untuk menempatkan objek dan pemain pada posisi yang sesuai.
- Semua ini kemudian digabungkan dan dirilis sebagai game nyata.
2 komentar
Akan ada lebih banyak pengembang solo. Ini adalah arah yang positif.
ControlNet memang terasa sangat bagus, dan sepertinya hari ketika revolusi AI juga hadir di game sudah tidak lama lagi.