- Monitor baterai mobil yang dilengkapi Bluetooth mencatat tegangan baterai sambil mengumpulkan koordinat GPS, data menara seluler ponsel, dan beacon Wi-Fi di sekitarnya, lalu mengirimkannya ke server di Hong Kong dan Tiongkok daratan.
- Aplikasi Android memerlukan izin lokasi untuk menggunakan perangkat keras tersebut, sehingga pengguna harus terus-menerus menyiarkan lokasi fisik mereka kepada pihak ketiga agar dapat memakai produk ini.
- App store menyesatkan konsumen dengan menyatakan bahwa tidak ada informasi pribadi yang dikumpulkan atau dibagikan.
- Karena tidak ada alasan yang masuk akal bagi aplikasi monitor baterai mobil untuk melacak lokasi pengguna, hal ini menimbulkan masalah privasi yang serius.
- Produk ini telah mencatat lebih dari 100 ribu unduhan hanya di Android.
- Pustaka tertanam yang digunakan, AMap, adalah salah satu penyedia utama peta digital di Tiongkok dan turut berkontribusi pada pengumpulan data yang luas.
- SDK AMap mengumpulkan koordinat GPS, data lokasi menara seluler terdekat, dan access point Wi-Fi; pada bagian kedua dari seri ini, penulis menelusuri bagaimana AMap mengumpulkan data tersebut.
- Perangkat kerasnya sederhana dan harus dipasangkan dengan smartphone, sementara aplikasi yang diperlukan berjalan di latar belakang dan mengubah smartphone menjadi perangkat pemindai lokasi.
- Aplikasi Android memerlukan izin lokasi untuk memperoleh informasi lokasi, dan versi iOS juga mengirimkan data lokasi ke server jarak jauh.
- Mitmproxy digunakan untuk mencegat lalu lintas jaringan, dan Frida digunakan untuk analisis dinamis serta analisis memori.
- Aplikasi ini dipaketkan dengan software packer komersial bernama
qihoo.util, sehingga mendekripsi bytecode Java langsung dari APK menjadi sulit.
1 komentar
Komentar Hacker News