- Di banyak negara Eropa, para peternak lebah mempertahankan tradisi berbicara kepada lebah, yaitu memberitahu lebah tentang peristiwa penting dalam hidup mereka.
- Diyakini bahwa jika kebiasaan ini tidak diikuti, lebah dapat meninggalkan sarangnya, tidak menghasilkan madu, atau mati.
- Asal-usul praktik ini tidak diketahui dengan jelas, tetapi mungkin terinspirasi oleh kepercayaan kuno tentang Laut Aegea dan keterkaitannya dengan alam baka.
- Berbicara kepada lebah terutama berkaitan dengan kematian dan pemakaman, tetapi juga dapat dilakukan pada peristiwa bahagia seperti pernikahan.
- Ada berbagai cara untuk memberi tahu lebah, seperti menggantung kain hitam di dekat sarang atau menyenandungkan lagu sedih dengan lembut.
- Dalam beberapa kasus, lebah diundang ke pemakaman, dan makanan serta minuman di upacara pemakaman disisakan untuk mereka.
- Diyakini bahwa jika lebah tidak diberi tahu tentang kematian, bencana besar dapat menyusul.
- Kebiasaan berbicara kepada lebah telah tercatat di Inggris, Irlandia, Wales, Jerman, Belanda, Prancis, Swiss, Bohemia, dan Amerika Serikat.
- Praktik ini disebutkan dalam puisi, sastra, dan program TV, serta juga menginspirasi puisi.
- Berbicara kepada lebah adalah tradisi yang unik dan memikat, yang menekankan hubungan erat antara peternak lebah dan lebah mereka.
1 komentar
Komentar Hacker News