Agent hanya memakai model GPT-5.1-Codex-Mini,
lalu setelah menambahkan prompt di bawah ini ke Custom instructions Codex App,
ternyata agent berjalan dengan GPT-5.3-Codex-Spark.
"- when it spawns agents, use models "GPT-5.3-Codex-Spark" or higher."
Atau serunya juga bisa menentukan model saat membuat agent,
dan saya suka karena di Codex App ditampilkan dalam struktur subfolder.
Dalam proses menulis kode secara manual, pengembang secara alami juga sekaligus melakukan perencanaan, perancangan, eksplorasi, pemahaman, pengujian, self-review, dan secara implisit serta paralel memikirkan proses tindak lanjut ketika masalah terjadi, sehingga tiap aspek itu biasanya menyesuaikan diri secara alami. Jadi saya rasa meskipun testing atau review kurang, tetap bisa berjalan sampai tingkat tertentu.
Namun, jika proses menulis manual itu dihilangkan, proses-proses yang sebelumnya implisit harus diberi batasan secara eksplisit. Karena pihak yang menulis kode dan pihak yang meninjaunya menjadi semakin terpisah, inefisiensi komunikasi meningkat. Karena tingkat kepercayaan terhadap pihak yang menulis kode juga menurun, biaya review pun ikut naik.
Saya merasa ini mirip dengan konsep doorman's fallacy.
Seperti lebih dari 20 tahun lalu ketika editor web atau blog massal sedang tren dan bertebaran homepage atau postingan yang tidak akan dilihat siapa pun, di era kecerdasan buatan pun ada pola yang mirip. Namun, membuat aplikasi kustom dan membagikan proses atau rutinitasnya jelas merupakan aset yang sangat bagus dan besar. Secara pribadi, saya melihat era sekarang bukan tentang membuat aplikasi atau layanan berbasis kecerdasan buatan yang menghasilkan uang, melainkan tentang dengan mudah membuat alat kustom yang saya butuhkan untuk meningkatkan produktivitas.
Apakah riwayat ChatGPT termasuk dalam cakupan yang bisa diperoleh melalui permintaan keterbukaan informasi?
Oh... terima kasih!!!
Saya sudah menerjemahkannya tetapi lupa mengunggah tautannya.
Sepertinya saya juga akan ikut bergabung lagi!
https://code.claude.com/docs/ko/model-config#opusplan-model-settings
Saya juga menggunakan Claude dengan pengaturan model
opusplan.Agent hanya memakai model GPT-5.1-Codex-Mini,
lalu setelah menambahkan prompt di bawah ini ke Custom instructions Codex App,
ternyata agent berjalan dengan GPT-5.3-Codex-Spark.
"- when it spawns agents, use models "GPT-5.3-Codex-Spark" or higher."
Atau serunya juga bisa menentukan model saat membuat agent,
dan saya suka karena di Codex App ditampilkan dalam struktur subfolder.
Dalam proses menulis kode secara manual, pengembang secara alami juga sekaligus melakukan perencanaan, perancangan, eksplorasi, pemahaman, pengujian, self-review, dan secara implisit serta paralel memikirkan proses tindak lanjut ketika masalah terjadi, sehingga tiap aspek itu biasanya menyesuaikan diri secara alami. Jadi saya rasa meskipun testing atau review kurang, tetap bisa berjalan sampai tingkat tertentu.
Namun, jika proses menulis manual itu dihilangkan, proses-proses yang sebelumnya implisit harus diberi batasan secara eksplisit. Karena pihak yang menulis kode dan pihak yang meninjaunya menjadi semakin terpisah, inefisiensi komunikasi meningkat. Karena tingkat kepercayaan terhadap pihak yang menulis kode juga menurun, biaya review pun ikut naik.
Saya merasa ini mirip dengan konsep doorman's fallacy.
Saya sudah cukup sering memakai auditlog, jadi sedih juga..
Ini hal sepele sih, tapi mulai dari nama package manager-nya
pkgsaja sudah terasa elegan dan cocok dengan filosofi penamaan tool UNIX.Kalau menjalankan CLI di server, bukankah hasilnya sama?
Sekarang GPT bahkan ikut mengelola perusahaan juga.
https://replaceyourboss.ai/
Sepertinya penerapannya perlu segera dilakukan
Seperti lebih dari 20 tahun lalu ketika editor web atau blog massal sedang tren dan bertebaran homepage atau postingan yang tidak akan dilihat siapa pun, di era kecerdasan buatan pun ada pola yang mirip. Namun, membuat aplikasi kustom dan membagikan proses atau rutinitasnya jelas merupakan aset yang sangat bagus dan besar. Secara pribadi, saya melihat era sekarang bukan tentang membuat aplikasi atau layanan berbasis kecerdasan buatan yang menghasilkan uang, melainkan tentang dengan mudah membuat alat kustom yang saya butuhkan untuk meningkatkan produktivitas.
Dalam setelan default Oh my opencode, perencanaan memang dilakukan oleh opus dan implementasinya dikerjakan oleh model yang lebih ringan
Ya, saya akui saya berkomentar tanpa membaca isi artikelnya dulu;;
Ternyata ada juga dokumen terkait di Namuwiki wkwk
https://namu.wiki/w/…
Karena ini adalah model bahasa, model yang mahal memang sebaiknya digunakan untuk menyusun rencana.
Di sekitar saya, banyak yang memakai Sonnet untuk perencanaan/desain lalu menulis kode dengan GLM-5..
Karena yang tadinya hanya berjalan di browser sekarang jadi dijalankan langsung di server, sepertinya ini memang alur yang tak terelakkan.
Kalau seperti quotio sampai sekalian menyediakan proxy, bakal langsung bisa dipakai.. tapi sepertinya tidak ada fitur seperti itu
Sebaliknya, ada analisis yang menyebut inferensi justru masih menghasilkan margin...
Masalah sebenarnya adalah kompleksitas meningkat karena dalam loop pelatihan ditambahkan juga komputasi inferensi untuk RL.