1 poin oleh GN⁺ 2023-08-18 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Kisah pengalaman pribadi jurnalis Rusia Elena Kostyuchenko; ia percaya dirinya menjadi target pembunuhan karena liputannya tentang perang di Ukraina
  • Kostyuchenko bekerja di Novaya Gazeta selama 17 tahun dan menerbitkan empat laporan dari Ukraina pada 2022
  • Ia menjelaskan bahwa saat merencanakan perjalanan ke Mariupol, kota di Ukraina, ia menerima peringatan tentang upaya pembunuhan dari Kadyrovtsy, satuan Rosgvardiya asal Chechnya
  • Meski mendapat peringatan, Kostyuchenko awalnya tetap ingin melanjutkan rencananya, tetapi pada 1 April 2022 ia meninggalkan Ukraina karena masalah kesehatan
  • Ia kemudian pindah ke Berlin dan mulai bekerja untuk situs web Meduza, tetapi kondisi kesehatannya terus memburuk
  • Setelah beberapa kali pemeriksaan medis, para dokter menduga ia mungkin telah diracun, tetapi Kostyuchenko pada awalnya mengabaikan hal itu
  • Namun kemudian ia mengetahui bahwa pemimpin redaksi The Insider Roman Dobrokhotov dan Christo Grozev dari Bellingcat sedang menyelidiki serangkaian kasus peracunan yang menargetkan jurnalis perempuan Rusia di Eropa
  • Kantor Kejaksaan Agung Berlin awalnya menghentikan penyelidikan atas kasusnya dengan alasan tidak ada bukti jelas tentang peracunan, tetapi kemudian membuka kembali penyelidikan tersebut
  • Buku Kostyuchenko, "I Love Russia", memuat liputannya dari Ukraina dan wilayah lain, dan dijadwalkan terbit musim gugur ini oleh Penguin Press
  • Ia menutup kisah pengalamannya dengan seruan kepada rekan kerja, teman, aktivis yang tinggal di luar negeri, dan pengungsi politik agar berhati-hati; ia percaya mereka tidak aman sampai terjadi pergantian rezim di Rusia

1 komentar

 
GN⁺ 2023-08-18
Komentar Hacker News
  • Artikel ini membahas risiko yang dihadapi para jurnalis di dunia modern yang saling terhubung, khususnya dari rezim otoriter seperti Rusia.
  • Komentar menyoroti keterkejutan dan ketidakpercayaan seorang jurnalis yang, meskipun sangat memahami urusan dunia, tidak pernah menganggap dirinya sebagai target potensial dinas rahasia Rusia.
  • Komentar tersebut mengkritik pasukan antiteror Jerman karena membiarkan insiden seperti ini terjadi di wilayah mereka.
  • Beberapa komentar menyatakan skeptisisme terhadap cerita ini, dengan mengusulkan bahwa kisah tersebut mungkin ditandai sebagai palsu atau meragukan kemampuan aparat keamanan FSB.
  • Komentar juga membahas konteks historis rezim otoriter Rusia, dengan menyiratkan bahwa hal itu telah berlangsung terus selama berabad-abad.
  • Dalam komentar disebutkan bahwa Novaya Gazeta, surat kabar Rusia yang dikenal karena jurnalisme beraninya, dilaporkan telah dibubarkan.
  • Beberapa komentar meminta agar penandaan pada cerita ini dicabut, yang menunjukkan bahwa cerita tersebut telah ditandai atau diperlakukan secara tidak semestinya di platform.