Ia mengungkapkan bahwa tujuannya adalah mendanai tim open source kecil untuk membuat standar jejaring sosial yang terbuka/terdesentralisasi, dan pada akhirnya menjadikan Twitter juga sebagai bagian dari jaringan tersebut.
-
Semakin banyak hal yang sulit diselesaikan dengan pendekatan terpusat.
-
Nilai media sosial secara bertahap bergeser dari hosting/penghapusan konten ke algoritme rekomendasi, tetapi algoritme rekomendasi semacam ini masih bersifat tertutup atau belum memungkinkan untuk dibuat alternatifnya.
-
Media sosial yang ada cenderung memberi insentif lebih besar pada konten yang memicu kontroversi atau kemarahan.
-
Teknologi baru termasuk blockchain memungkinkan desentralisasi yang terbuka, tetapi juga stabil dan dapat dimonetisasi.
Belum ada komentar.