2 poin oleh GN⁺ 2023-08-28 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Laporan penelitian yang diterbitkan di Nature menyebutkan bahwa para ilmuwan Australia telah mengembangkan metode baru untuk memprogram ulang sel manusia agar lebih baik meniru sel punca embrionik.
  • Penelitian ini dipimpin oleh Profesor Ryan Lister dari Harry Perkins Institute of Medical Research dan University of Western Australia, serta Profesor Jose M Polo dari Monash University dan University of Adelaide.
  • Metode ini, yang disebut pemrograman ulang TNT (Temporary-Naive-Treatment), dapat menetapkan standar baru untuk terapi sel dan riset biomedis.
  • Kemampuan untuk secara artifisial memprogram ulang sel somatik manusia, misalnya sel kulit, menjadi induced pluripotent stem cell (iPS) telah dimungkinkan sejak pertengahan 2000-an.
  • Namun, masalah yang terus muncul dalam proses ini adalah bahwa sel iPS dapat mempertahankan memori epigenetik gen dari keadaan sel somatik asalnya, yang menyebabkan perbedaan fungsional antara sel iPS dan sel punca embrionik yang seharusnya mereka tiru.
  • Metode pemrograman ulang TNT meniru reset epigenom gen sel yang terjadi pada perkembangan embrio awal untuk mengurangi perbedaan antara sel iPS dan sel punca embrionik.
  • Sel TNT-iPS manusia yang baru secara molekuler dan fungsional sangat mirip dengan sel punca embrionik manusia, lebih daripada yang dihasilkan menggunakan pemrograman ulang konvensional.
  • Sel iPS yang dihasilkan dengan metode TNT juga dapat berdiferensiasi menjadi sel lain, misalnya sel progenitor neuron, dengan lebih baik dibandingkan sel iPS yang dihasilkan dengan metode standar.
  • Mekanisme molekuler yang tepat yang mendasari kelainan epigenom iPS dan perbaikannya masih belum sepenuhnya diketahui, dan penelitian lanjutan diperlukan untuk memahaminya.
  • Proyek penelitian kolaboratif ini melibatkan para peneliti dari berbagai universitas dan lembaga riset di Australia, London, dan Singapura.

1 komentar

 
GN⁺ 2023-08-28
Komentar Hacker News
  • Penelitian ini tidak mengusulkan metode baru untuk membuat sel punca, melainkan membahas peningkatan proses pembuatan induced pluripotent stem cells (iPSCs) agar berfungsi lebih baik.
  • iPSC yang dibuat dari sel manusia non-sel punca tidak seefektif embryonic stem cells (ESCs) karena perbedaan faktor epigenetik yang mengatur gen.
  • Epigenetika, yaitu pengaturan ekspresi gen, memainkan peran penting dalam bagaimana sel-sel berbeda dengan DNA yang sama dapat berfungsi.
  • Penelitian ini mengidentifikasi anomali dalam perkembangan pola epigenetik tertentu selama proses pemrograman ulang untuk menjadi sel punca.
  • Teknik yang dikembangkan dapat mengatur ulang anomali ini pada iPSC sehingga lebih efektif untuk tujuan penelitian.
  • Implikasi penggunaan medis dari penelitian ini masih belum pasti. iPSC pada dasarnya hampir seperti sel kanker yang tidak terkendali dan mungkin tidak aman untuk penggunaan terapeutik.
  • Penelitian ini dapat berkontribusi pada terobosan dalam umur panjang dan kedokteran regeneratif, seperti memperbaiki kerusakan akibat serangan jantung.
  • Beberapa pengguna menyatakan harapan bahwa penelitian ini merupakan kemajuan penting, tetapi meminta penjelasan yang lebih rinci tentang signifikansi praktisnya.