- Jangan terlalu terspesialisasi (
overspecialize)
- Jangan terlalu yakin bahwa Anda tahu masa depan.
- Bersikaplah fleksibel, dan ingatlah bahwa karier dan pekerjaan adalah hal jangka panjang.
- Terlalu banyak anak muda berpikir mereka bisa mengoptimalkan sesuatu, lalu menyadari bahwa mereka telah menghabiskan bertahun-tahun untuk terspesialisasi pada hal yang bukan
Right Thing.
- Dan dalam prosesnya mereka mengalami burnout. Karena mereka tidak meluangkan cukup waktu untuk membangun persahabatan dan menjalani kehidupan di luar komputasi.
- Saya bertemu banyak jenis orang. Saya tidak tahu harus menyebut mereka apa, mungkin "Junior Geeks"?
- Mereka mengira yang penting hanyalah keahlian komputer seperti pemrograman, AI, grafis, dan semacamnya.
- Bukan begitu. Jika mereka tidak melakukan hal-hal lain... ya, entahlah
- Jika Anda tidak mengomunikasikan ide, Anda bisa saja mengerjakan sudoku sendirian. Anda harus melakukan komunikasi (Communication).
- Banyak nerd melupakan fakta ini.
- Mereka berpikir bahwa hanya dengan menulis kode terbaik, mereka bisa mengubah dunia.
- Tetapi Anda harus tahu cara mendengarkan. Harus bisa berkomunikasi dengan pengguna dan belajar dari mereka.
- Dan Anda harus bisa menyampaikan ide Anda kepada pengguna.
- Jadi Anda tidak bisa hanya coding.
- Anda perlu melakukan sesuatu terkait budaya dan cara mengekspresikan ide.
- Maksud saya, saya tidak pernah menyesali waktu yang saya habiskan untuk sejarah dan matematika.
- Matematika mempertajam pikiran, dan sejarah memberi gambaran tentang batasan diri kita serta apa yang sedang terjadi di dunia.
- Jadi jangan terlalu yakin. Luangkan waktu untuk menjalani hidup yang seimbang.
- Dan bersiaplah untuk menangkap peluang.
- Maksud saya, pendidikan yang luas, kumpulan keterampilan yang luas (pada dasarnya membangun portofolio keterampilan melalui pendidikan) berarti Anda bisa memanfaatkannya saat peluang datang.
- Terkadang kita bisa mengenali peluang. Kita punya banyak peluang.
- Tetapi, cukup banyak di antaranya tidak kita manfaatkan atau bahkan tidak kita sadari.
- Saya menerima pendidikan yang cukup luas, seperti ilmu komputer standar, compiler, dan berbagai bahasa.
- Saat itu saya rasa saya mengetahui sekitar 20 bahasa. Dan saya juga pernah menangani arsitektur mesin serta sistem operasi. Kumpulan keterampilan ini ternyata berguna (
skill set turned out to be useful)
6 komentar
Gunakan template agar bisa beradaptasi ke berbagai bidang, tetapi jangan melakukan spesialisasi template secara berlebihan...
Ada juga wawancara seperti berikut. Tentu saja, katanya itu hanya bercanda.
https://nanite.tistory.com/102
Saya rasa nasihat untuk tidak hanya fokus menulis kode terasa makin relevan seiring berkembangnya AI. Dan terutama di awal karier, rasanya kita jadi banyak menghabiskan waktu untuk hal ini.
Nasihat dari seorang geek yang berada di level lain... akan saya simpan dalam hati.
Jadi... apakah Anda mengakui bahwa membuat C++ itu adalah sebuah kesalahan... (ya?)
Dalam lingkaran konsentris WHY, HOW, WHAT, banyak orang hanya memberi perhatian pada WHAT, atau kalau sedikit lebih baik, hanya sampai HOW. Namun, hakikat yang paling penting adalah mengapa, untuk apa, dan untuk siapa kita melakukan hal itu.
Pengguna, budaya, ide, sejarah, dan komunikasi memberikan hakikat dan alasan tersebut.
Ditambah lagi, jika HOW diisi melalui pendidikan dan pembelajaran, WHAT akan datang dengan sendirinya.
Menarik juga mendengar kembali hal seperti ini melalui bahasa seorang guru. :)
Singkatnya.. "dapatkan pendidikan yang luas, bertemanlah, dan berkomunikasilah dengan orang lain" ya