1 poin oleh GN⁺ 2023-09-07 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Proyek Privacy Not Included milik Mozilla menemukan bahwa model baru dari semua merek mobil utama yang terhubung ke internet gagal memenuhi standar dasar privasi dan keamanan.
  • Riset ini mengungkap bahwa kendaraan-kendaraan tersebut adalah mesin pemanen data yang mengumpulkan informasi pribadi sensitif seperti ras, berat badan, dan aktivitas seksual.
  • Merek seperti BMW, Ford, Toyota, Tesla, dan Subaru diketahui mengumpulkan data tentang ras pengemudi, ekspresi wajah, berat badan, informasi kesehatan, rute berkendara, dan lainnya.
  • Beberapa kendaraan bahkan mengumpulkan data yang tak terduga, seperti informasi tentang aktivitas seksual, ras, dan status imigrasi.
  • Mobil Hyundai menggunakan berbagai alat pemanen data seperti mikrofon, kamera, dan ponsel yang dihubungkan pengemudi ke mobil.
  • Produsen juga dapat mengumpulkan data melalui aplikasi dan situs web mereka, lalu menjualnya atau membagikannya kepada pihak ketiga.
  • Nissan disebut sebagai pelanggar terburuk, dengan kebijakan privasi yang menyatakan bahwa produsen mengumpulkan informasi seperti aktivitas seksual, data diagnosis kesehatan, dan data genetik.
  • Merek lain seperti Volkswagen, Kia, dan Mercedes-Benz juga mengumpulkan data pribadi secara luas dan menggunakannya untuk iklan tertarget atau pemantauan.
  • Mozilla tidak dapat memastikan data mana saja yang dikumpulkan merek-merek tersebut yang dienkripsi, dan hanya Mercedes-Benz yang merespons pertanyaan organisasi ini.
  • Banyak merek mobil terlibat dalam "cuci privasi", yang berarti mereka memberi tahu konsumen bahwa mereka tidak perlu khawatir soal masalah privasi.
  • Masalah persetujuan juga menjadi sorotan; merek seperti Subaru menganggap penumpang sebagai "pengguna" yang telah memberikan persetujuan kepada perusahaan untuk mengumpulkan informasi mereka.

1 komentar

 
GN⁺ 2023-09-07
Opini Hacker News
  • Artikel tentang kegagalan mobil yang terhubung ke internet dalam pengujian privasi dan keamanan yang dilakukan Mozilla.
  • Ungkapan bahwa sebagian pembaca merasa peningkatan telemetri dan layar sentuh pada mobil baru itu tidak perlu dan bersifat intrusif.
  • Kekhawatiran tentang kemungkinan pengawasan dan kontrol oleh pemerintah serta perusahaan melalui data yang dikumpulkan kendaraan-kendaraan ini.
  • Karena materi asli artikel didasarkan pada kebijakan privasi, bukan lalu lintas telemetri kendaraan yang sebenarnya, sebagian orang mempertanyakan metodologi dan nada laporannya.
  • Skeptisisme terhadap klaim bahwa produsen mengumpulkan informasi seperti aktivitas seksual, data diagnosis kesehatan, dan data genetik, serta permintaan detail lebih lanjut tentang bagaimana hal itu dilakukan.
  • Sebagian pembaca secara aktif mencari cara untuk menonaktifkan telemetri pada kendaraan mereka sendiri, dan menyebut model tertentu yang memungkinkan hal itu.
  • Ada persepsi bahwa peralihan dari mekanis ke digital, dan dari produk ke layanan, bisa menjadi masalah karena ketergantungan pada koneksi internet dan kekuatan perusahaan besar.
  • Kekhawatiran tentang jenis data yang dapat dikumpulkan, seperti audio, video, dan data biometrik, serta bagaimana data itu dapat digunakan untuk analisis, pengawasan pemerintah, iklan, dan lain-lain.
  • Ratapan atas pelanggaran privasi di mobil, keharusan menyetujui syarat dan ketentuan untuk menggunakan mobil, serta prediksi kemungkinan iklan di dalam kendaraan berdasarkan data pribadi.
  • Tautan ke artikel asli disediakan untuk bacaan tambahan.