- Artikel panduan komprehensif tentang berbagai jenis plastik yang digunakan LEGO, ditulis oleh Ryan Howerter, seorang penggemar LEGO sekaligus ahli warna dan material
- Balok LEGO terutama dibuat dari plastik termoplastik yang kuat, stabil, dan tahan gores bernama ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene). Namun, LEGO juga menggunakan berbagai material lain sesuai dengan kasus penggunaannya.
- Balok LEGO pertama yang dibuat pada tahun 1949 terbuat dari plastik termoplastik dengan tingkat kekerasan sedang bernama CA (Cellulose Acetate). Namun, karena CA cenderung berubah bentuk seiring waktu, LEGO beralih ke ABS sekitar tahun 1963.
- Material lain yang digunakan LEGO mencakup HIPS (High Impact Polystyrene), Bakelite, SAN (Styrene-Acrylonitrile Resin), PP (Polypropylene), PC (Polycarbonate), MABS (Methyl Methacrylate-Acrylonitrile-Butadiene-Styrene), PA (Polyamide), POM (Polyoxymethylene), TP (Thermoplastic Polyester), PE (Polyethylene), MTPO (Metallocene Thermoplastic Polyolefin), TPU (Thermoplastic Polyurethane), SEBS (Styrene-Ethylene-Butylene-Styrene), dan PET (Polyethylene Terephthalate).
- LEGO juga menggunakan berbagai logam, kain, busa, karet gelang, bahkan kayu untuk melengkapi set mereka.
- Pada 2015, LEGO mengumumkan rencana investasi sebesar 1 miliar DKK (~150 juta USD) selama 15 tahun ke depan untuk mengembangkan material baru yang berkelanjutan bagi produk mereka. Pada 2018, komponen polyethylene berbasis tanaman pertama mulai muncul dalam set.
- Pada 2020, kantong belanja plastik mulai dihapus secara bertahap dari toko LEGO. Di akhir 2020, LEGO mengumumkan investasi 400 juta USD untuk mengganti seluruh bahan kemasan dengan material berkelanjutan.
- Terlepas dari upaya ini, sebagian besar komponen LEGO masih berbasis bahan bakar fosil. Perusahaan sedang menguji berbagai material seperti jagung, alga, dan gandum, serta mengeksplorasi kemungkinan penggunaannya sebagai pengganti ABS.
- Artikel ditutup dengan bagian menarik tentang material yang tidak digunakan LEGO untuk membuat balok, termasuk kayu, logam, kayu ringan, urea-formaldehida, PLA berbasis jagung, PHA, Galalith, dan dekstrosa terkompresi.
1 komentar
Komentar Hacker News