1 poin oleh GN⁺ 2023-09-14 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Artikel yang menentang penggunaan Discord sebagai forum Q&A untuk proyek, dengan beberapa alasan yang diajukan
  • Kekacauan: Tempo cepat Discord dapat membuat posting penting tenggelam dalam arus pesan yang terus-menerus. Meskipun thread telah diperkenalkan, masalah ini tetap ada.
  • Pencarian dan penemuan yang buruk: Artikel tersebut mengkritik fitur pencarian Discord, dan membandingkan upaya menemukan diskusi atau solusi lama dengan mencari jarum di tumpukan jerami sambil mabuk dan ditutup matanya.
  • Odise Discord: Proses mencari bantuan di Discord digambarkan sebagai perjalanan panjang yang dimulai dari menemukan tautan Discord, bergabung ke server, lalu mencari masalahnya.
  • Sifat sementara: Artikel tersebut menyoroti kekhawatiran tentang daya tahan jangka panjang Discord. Tidak seperti platform yang diarsipkan secara rutin seperti Stack Overflow, tidak ada jaminan bahwa Discord masih akan ada besok.
  • Artikel tersebut mengusulkan alternatif yang lebih baik untuk forum tanya jawab:
    • Forum komunitas khusus: Platform seperti Discourse dirancang untuk diskusi terstruktur dan memiliki SEO yang baik, sehingga pengguna lebih mudah menemukan yang mereka butuhkan.
    • Platform khusus: Komunitas seperti Stack Overflow atau Reddit, Lemmy, Kbin direkomendasikan untuk mencari bantuan.
    • Sistem pelacakan isu berbasis Git: Untuk masalah terkait kode, artikel tersebut menyarankan penggunaan GitHub, Gitlab, Gitea, atau sistem pelacakan isu berbasis Git lainnya, terutama untuk proyek open source.
  • Artikel ditutup dengan mengakui bahwa Discord sangat bagus untuk tujuan tertentu, tetapi tidak cocok sebagai forum Q&A. Pembaca didorong untuk mempertimbangkan pilihan platform untuk tujuan ini dengan cermat.

1 komentar

 
GN⁺ 2023-09-14
Opini Hacker News
  • Artikel ini membahas kekurangan menggunakan Discord sebagai forum tanya jawab untuk proyek teknis.
  • Seorang pengguna membagikan pengalamannya menggunakan repositori GitHub untuk driver kernel kontroler nirkabel Xbox, yang memakai Discord sebagai sarana tanya jawab. Ia merasa tidak praktis karena harus masuk dan bergabung ke grup hanya untuk menanyakan pesan galat.
  • Pengguna tersebut menunjukkan bahwa masalah umum yang dibahas di GitHub bisa membantu semua orang, tetapi di Discord sulit ditemukan dan biasanya memerlukan dukungan manusia langsung untuk setiap pendatang baru.
  • Pengguna lain mengkritik tren situs web yang mengganti kebijakan pengembalian dan formulir dengan dukungan obrolan. Hal ini sering kali berujung pada pemborosan waktu.
  • Beberapa pengguna menyebut bahwa target audiens proyek lebih menyukai Discord daripada forum atau Matrix. Ini menunjukkan pentingnya memahami siapa audiensnya.
  • Seorang pengguna memuji cara Dlang menggunakan mailing list agar berfungsi seperti forum, bersama berbagai bot pesan instan (IRC, Discord, Matrix).
  • Beberapa pengguna menyoroti masalah bahwa diskusi di Discord tidak bisa dicari lewat Google untuk menemukan postingan dan solusi serupa. Akibatnya, sulit mengetahui apakah masalah sudah terselesaikan atau belum.
  • Sebagian pengguna menyatakan lebih menyukai tanya jawab bergaya Stack Overflow untuk tujuan dokumentasi. Mereka berpendapat bahwa Discord tidak cocok sebagai repositori informasi jangka panjang.
  • Seorang pengguna mengusulkan bahwa preferensi orang terhadap platform komunikasi mungkin berkaitan dengan kapan mereka mulai menggunakan internet dan apa yang populer pada masa itu.
  • Pengguna lain berpendapat bahwa pernyataan normatif tentang apa yang boleh atau tidak boleh digunakan hanyalah opini yang disamarkan sebagai fakta. Menurut mereka, orang seharusnya memakai apa yang paling cocok untuk diri mereka dan pelanggan/klien mereka.
  • Seorang pengguna setuju bahwa memusatkan tanya jawab di Discord adalah masalah karena membuat informasi kurang mudah ditemukan dan dicari. Namun, ia juga menyebut alat bernama AnswerOverflow untuk mencari pertanyaan di Discord.