- Untuk mengetahui probabilitas pelemparan koin, 48 orang melakukan total 350.757 lemparan koin menggunakan 46 koin berbeda.
- Hasilnya menemukan bahwa probabilitas sisi yang berada di atas saat dilempar jatuh tetap di atas sedikit lebih tinggi, yaitu 50,8%.
- Juga diamati bahwa perbedaan goyangan tergantung pada orang yang melempar, sehingga bias ini bisa menjadi lebih besar.
- Ini merupakan temuan bukti untuk bias sisi yang sama yang dikemukakan oleh Diaconis, Holmes, dan Montgomery pada 2007.
- Interpretasinya, karena alasan fisik, saat koin dilempar sisi yang dilempar ke atas tetap berada di atas di udara sedikit lebih lama, sehingga hal ini terjadi.
- Semua data seperti kode dan video juga dirilis bersama.
3 komentar
Sedikit tambahan, jika melempar koin dua kali dan menggunakan kombinasi (kepala-ekor) atau (ekor-kepala), kita bisa membuat lemparan koin yang adil bahkan dengan koin yang probabilitasnya tidak seimbang.
Kalau bertaruh 1 dolar untuk 1000 kali lemparan koin (dengan asumsi mengetahui sisi yang dilempar), katanya bisa mendapat untung sekitar 19 dolar.
Benarkah....? Sepertinya penelitian yang menarik.
Ringkasan AI untuk makalah ini
Makalah ini melaporkan eksperimen di mana 48 orang melakukan 350.757 lemparan koin menggunakan 46 koin berbeda. Eksperimen ini bertujuan menguji prediksi model fisika Persi Diaconis bahwa saat orang melempar koin, kemungkinan koin jatuh pada sisi yang sama dengan sisi awal saat dilempar adalah sekitar 51%.
Hasilnya menunjukkan bahwa peluang koin jatuh pada sisi yang sama memang 50,8%, memberikan bukti statistik yang sangat kuat bahwa koin lebih mungkin jatuh pada sisi yang sama. Selain itu, tingkat bias sisi yang sama ini sangat bervariasi antarindividu.
Namun, tidak ditemukan bias pada probabilitas koin jatuh pada sisi kepala atau ekor, dan probabilitas yang tercatat adalah 50%. Selain itu, hampir tidak ditemukan perbedaan berdasarkan jenis koin.
Eksperimen yang mengumpulkan lebih dari 350 ribu lemparan koin ini merupakan salah satu eksperimen lempar koin terbesar yang pernah dilakukan. Temuan ini sangat mendukung prediksi Diaconis bahwa ketika manusia melempar koin, gerakan maju menimbulkan bias kecil, sekaligus menegaskan bahwa koin biasa sendiri tidak menunjukkan bias kepala/ekor saat dibalik. Hal ini membantu memvalidasi model fisika lemparan koin terhadap intuisi umum bahwa hasil lemparan koin sepenuhnya acak.