- Artikel ini mengkritik kecenderungan perusahaan teknologi yang sering menambahkan fitur AI ke aplikasi tanpa memberi manfaat nyata bagi pengguna.
- Penulisnya, Alex Dobrenko, menggunakan humor dan sindiran untuk menekankan betapa absurdnya tren ini.
- Dobrenko berpendapat bahwa banyak perusahaan ikut-ikutan gelombang AI karena persaingan dan keinginan menarik investasi, alih-alih benar-benar memperbaiki produk mereka.
- Ia mengkritik pemasaran yang menyebut fitur-fitur ini sebagai sesuatu yang "ajaib" atau revolusioner, padahal kenyataannya sering kali tidak memenuhi harapan.
- Ia menunjukkan bahwa beberapa perusahaan seperti Google memang menggunakan AI secara efektif tanpa menjadikannya sekadar alat pemasaran.
- Ia menyampaikan kejengkelannya terhadap penggunaan berlebihan istilah "AI" dalam pemasaran, dan bahkan mengusulkan bahwa ia bersedia membayar agar tidak melihat istilah itu di aplikasi.
- Artikel ini juga mencakup ajakan kepada pembaca untuk membagikan pemikiran mereka tentang AI, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
- Dobrenko juga mempromosikan lokakarya menulis yang membantunya menulis dengan cara yang lucu dan terbuka.
1 komentar
Opini Hacker News