- Belakangan ini teknologi AI diintegrasikan dengan cepat ke pencarian, sistem operasi, alat kreatif, dan lain-lain di seluruh kehidupan sehari-hari, dan diterapkan secara paksa tanpa persetujuan pengguna
- Disebutkan bahwa kecepatan yang berlebihan dan penyebaran paksa ini lebih bertujuan untuk likuiditas modal dan pengembalian investasi daripada manfaat teknis
- Tulisan ini berpendapat bahwa, karena batasan dan kesalahan AI sudah terlihat jelas, hanya bagian yang telah terverifikasi yang seharusnya diintegrasikan secara bertahap
- Ditekankan bahwa, alih-alih sasaran raksasa seperti AGI (kecerdasan umum buatan), prioritas harus diberikan pada pengembangan perangkat lunak yang praktis dan dapat diandalkan
- Pengguna seharusnya secara selektif menerima hanya teknologi yang bernilai, dan tidak boleh dipaksa menerima AI hanya karena investasi berlebihan perusahaan atau beban infrastruktur
Kritik terhadap penyebaran AI yang berlebihan
- AI sedang dipaksakan untuk diintegrasikan ke berbagai area seperti kotak pencarian, sistem operasi, dan alat kreatif
- Meski pengguna tidak menginginkannya, fitur tetap ditambahkan sehingga terasa bukan sebagai ‘peningkatan’, melainkan suntikan paksa
- Walaupun teknologi bisa diadopsi secara bertahap dan organik, saat ini prosesnya berlangsung dalam bentuk dorongan yang dipaksakan
- Situasi ini digambarkan sebagai persaingan kecepatan yang berpusat pada modal, bukan proses alami perkembangan teknologi
Dorongan AI berdasarkan logika modal
- Saat ini, kecepatan penyebaran AI lebih bertujuan mengamankan likuiditas daripada kegunaan
- Sejumlah miliarder sedang mempercepat penyebaran AI untuk meraih lebih banyak keuntungan selagi mereka masih hidup
- Dengan frasa “kita tidak berutang apa pun kepada mereka”, ditekankan bahwa pengguna tidak perlu tunduk pada logika keuntungan perusahaan
- Penerapan AI seharusnya terjadi bukan berdasarkan hasil kuartalan atau jadwal pengembalian investasi, melainkan ketika benar-benar membantu
Menyadari keterbatasan AI dan integrasi yang tepat
- Ilusi, kesalahan, dan halusinasi (hallucination) AI sudah terungkap
- Karena itu, hanya fitur yang terbukti berfungsi yang perlu diintegrasikan secara selektif, dan penerapan tanpa syarat tidak diperlukan
- Sasaran besar seperti AGI (kecerdasan umum buatan) tidak diperlukan; yang penting adalah perangkat lunak yang benar-benar bekerja dengan baik
Menghormati peneliti dan kreator
- Jika model saat ini belum bekerja dengan baik, para peneliti cukup kembali ke laboratorium dan memperbaikinya
- Pengguna dapat terus mengerjakan pekerjaannya sendiri dan berkontribusi pada pembuatan data dengan cara yang benar
- Tulisan ini mengkritik penggunaan karya kreator, penulis, dan seniman untuk pelatihan tanpa izin, serta menekankan pendekatan kolaboratif
Pilihan konsumen dan prinsip pasar
- Tulisan ini mengkritik situasi ketika perusahaan teknologi besar memaksakan AI dengan alasan seperti “kami membeli terlalu banyak GPU” atau “kami menginvestasikan miliaran dolar dalam infrastruktur”
- Dengan ungkapan “itu bukan masalah saya”, ditegaskan posisi bahwa konsumen hanya akan memilih produk yang benar-benar bernilai
- Contoh penggunaan AI yang sah dan peluang pendapatannya jelas cukup banyak, tetapi mendorongnya secara paksa ke pasar tidak dapat dibenarkan
- Ini menunjukkan perlunya kembali pada prinsip kapitalisme yang sejati, yaitu konsumsi selektif yang berbasis permintaan
Belum ada komentar.