4 poin oleh GN⁺ 2023-10-31 | 1 komentar | Bagikan ke WhatsApp
  • Andrew Ng, pendiri Google Brain, mengklaim bahwa perusahaan teknologi besar menyebarkan klaim palsu tentang potensi risiko AI, termasuk ancaman kepunahan umat manusia
  • Menurut Ng, perusahaan-perusahaan ini memanfaatkan ketakutan untuk mendorong regulasi yang kuat terhadap industri AI, yang dapat mempersulit pesaing kecil untuk berkembang
  • Perusahaan seperti OpenAI dituduh memanfaatkan ketakutan akan kepunahan manusia untuk mendorong regulasi
  • Ng berpendapat bahwa yang dibutuhkan industri AI adalah transparansi, bukan sistem perizinan
  • Ia mengkritik gagasan bahwa persyaratan perizinan yang berat akan membuat AI lebih aman sebagai "ide buruk"
  • Andrew Ng adalah pakar AI ternama dan profesor di Stanford University, yang telah mengajar machine learning kepada tokoh-tokoh terkenal seperti salah satu pendiri OpenAI, Sam Altman

1 komentar

 
GN⁺ 2023-10-31
Komentar Hacker News
  • Andrew Ng, pendiri Google Brain, menentang klaim bahwa AI dapat menyebabkan kepunahan umat manusia dan mengkritik tuntutan lisensi yang berlebihan terhadap industri AI.
  • Ng mengakui kerugian yang disebabkan oleh AI, seperti kecelakaan fatal akibat mobil swakemudi dan algoritme perdagangan otomatis yang memicu kejatuhan pasar saham pada 2010, tetapi tetap memperingatkan soal regulasi yang buruk.
  • Beberapa komentator mengusulkan bahwa pembicaraan tentang risiko AI bisa jadi merupakan strategi untuk regulatory capture atau upaya melebih-lebihkan pentingnya dan kekuatan AI.
  • Yang lain berpendapat bahwa ancaman nyata bukan berasal dari sistem AI itu sendiri, melainkan dari pelaku jahat yang menyalahgunakan AI, sehingga fokus seharusnya pada pengaturan penggunaan AI.
  • Beberapa komentator menyarankan bahwa narasi tentang AI yang berbahaya mungkin merupakan strategi untuk menaikkan nilai yang dirasakan dari AI dan, pada akhirnya, valuasi perusahaan-perusahaan teknologi besar.
  • Ada kekhawatiran bahwa AI dapat berkembang lebih cepat di negara-negara dengan regulasi yang lebih longgar, yang dapat memunculkan situasi di mana AI umum pertama diciptakan di negara dengan aturan yang longgar.
  • Beberapa komentator percaya bahwa potensi bahaya AI dan kemungkinan perusahaan-perusahaan AI besar mengejar regulatory capture bisa sama-sama benar.